Mengenal Freelance Marketing dan Seluk-Beluknya


freelance marketing 1

Meta deskripsi: Istilah freelance marketing bukan hal asing di dunia digital. Tapi tidak banyak yang benar-benar tahu, apa freelance marketing sebenarnya.

Beberapa dekade silam, istilah freelance marketing mungkin tidak terlalu bergaung di Indonesia. Tetapi sejak tingkat pengetahuan soal teknologi dan internet meningkat di masyarakat, istilah tersebut mulai muncul dan menjadi salah satu pilihan karir yang populer. Meskipun begitu, masih banyak yang belum benar-benar mengerti dan mengenal profesi freelance marketing.

Freelance sendiri merupakan istilah dari Bahasa Inggris untuk menyebut seorang pekerja lepas. Pekerja lepas merupakan seseorang yang bekerja pada sebuah perusahaan atau instansi tetapi tidak terikat. Artinya mereka memiliki kewajiban untuk menyelesaikan tugas yang diambil, tetapi memiliki hak penuh untuk memilih mengerjakan suatu pekerjaan atau tidak.

Istilah freelance pertama kali diperkenalkan oleh Sir Walter Scott melalui buku fiksinya yang berjudul “Ivanhoe.” Istilah tersebut digunakan untuk menyebut tentara bayaran pada abad pertengahan. Kata freelance sendiri berasal dari “free” (bebas) dan “lance” (tombak). Artinya pekerja lepas merupakan metaforan dari sebuah tombak yang bisa bekerja bebas tanpa majikan tertentu dan tidak bisa didapatkan secara gratis.

Meskipun dilihat dari sejarahnya penggunaan istilah ini merupakan paduan bahasa dan sejarah yang rumit, tetapi banyak yang sepakat menggunakan istilah freelance untuk menyebut pekerja lepas. Secara teknis, pekerja lepas bisa bekerja di bidang apapun yang mereka sukai. Tapi hanya ada beberapa bidang yang sering menggunakan pekerja lepas sebagai tenaga.

Yaitu, jurnalisme, penerbitan buku, segala pekerjaan yang berhubungan dengan tulisan, editor, programer komputer, desain grafis, konsultan, hingga penerjemah.Di era digital seperti saat ini, jangkauan pekerja lepas tentu saja semakin luas. Cukup dengan akses internet, mereka mampu mendapatkan berbagai macam pekerjaan freelance yang sesuai dengan keahlian tanpa harus meninggalkan rumah.

Dari sinilah fenomena freelance marketing muncul dan berkembang. Lalu, apakah freelance marketing itu?

Freelance marketing merupakan istilah untuk menyebut kegiatan para tenaga lepas dalam mencari klien atau perusahaan yang membutuhkan kemampuan mereka. Setidaknya ada beberapa tugas yang harus bisa dilakukan oleh para freelance marketer agar dapat mempromosikan sebuah merek atau perusahaan, yaitu:

  1. Membuat suatu promosi yang semenarik mungkin
  2. Menciptakan sebuah website atau bisnis yang dapat meningkatkan potensi klien
  3. Dan meyakinkan sebuah perusahaan untuk membeli produk yang dijual

Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebuah badan usaha memerlukan strategi pemasaran dalam bentuk baru dan semenarik mungkin. Mengingat hal tersebut tidak seluruhnya bisa dilakukan oleh pemilik perusahaan, dari sinilah peluang untuk para freelance marketer bermula.

Jadi jika Anda seseorang yang kreatif dan sedang mencari peluang untuk memaksimalkan potensi tersebut dan mendapatkan penghasilan, menjadi pekerja lepas merupakan pilihan yang tepat. Secara umum, ada beberapa bidang yang bisa menjadi peluang bagi para pekerja lepas untuk menunjukkan potensi mereka. Yaitu melalui media sosial, bisnis properti, dan segala usaha yang berbasis digital.

Freelance Marketing di Media Sosial

freelance marketing 2

Beberapa dekade belakangan, media sosial telah berkembang menjadi salah satu platform untuk mempromosikan suatu merek atau perusahaan. Penggunaan media sosial dianggap efektif mengingat jumlah pengguna internet yang juga memiliki medsos semakin lama semakin meningkat.

Selain itu media sosial juga tidak memiliki batasan usia, selama memiliki akses internet, setiap orang bisa melihat media sosial dan segala konten di dalamnya dengan bebas. Potensi inilah yang membuat berpromosi melalui medsos dianggap efektif dan efisien. Biaya produksinya pun bisa dipangkas serendah mungkin untuk meningkatkan keuntungan.

Tidak heran jika saat ini, banyak sekali klien dan perusahaan yang memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan barang atau produk mereka. Meskipun kelihatannya efektif, tetapi membuat sebuah promosi di media sosial ternyata tidak bisa dilakukan secara asal-asalan.

Sama seperti ikan konvensional di televisi, dibutuhkan konsep yang mampu meningkatkan awareness terhadap produk yang dijual. Di sinilah peran freelance marketing social media dibutuhkan. Selain kreativitas, pekerja lepas di bidang ini dituntut agar dapat membuat iklan yang seunik mungkin sehingga bisa menarik perhatian para pengguna media sosial.

Setidaknya ada beberapa tugas yang harus bisa dikuasai oleh para pekerja lepas di media sosial, yaitu:

  1. Mampu mengelola berbagai akun media sosial
  2. Memahami setiap platform media sosial yang dikelola secara menyeluruh
  3. Membuat konten iklan semenarik mungkin sesuai konsep media sosial yang digunakan
  4. Mengikuti perkembangan zaman dan tren (hal-hal yang sedang viral di media sosial)

Menarik bukan? Mengingat betapa besarnya pengaruh media sosial di kehidupan masyarakat zaman now, tidak heran jika selain freelance marketing social media, ada berbagai profesi baru yang muncul dan populer seperti influencer, selebgram, dan selebtwitt. Orang-orang yang menyandang titel tersebut dianggap mampu meningkatkan awareness terhadap sebuah produk melalui akun media sosial mereka masing-masing.

Tapi jika ingin konten yang berkualitas dan berpotensi untuk viral, tidak ada salahnya untuk memanfaatkan kemampuan para freelance marketing social media. Agar potensi sebuah konten bisa maksimal, kombinasikan kreativitas para pekerja lepas ini dengan popularitas para selebritis media sosial.

Freelance Marketing Properti

freelance marketing 3 property

Salah satu bisnis yang sering memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk mereka adalah properti. Jika dulu iklan jual beli atau sewa rumah hanya bisa ditemukan di koran, saat ini promosi properti juga bisa kita temukan di berbagai platform media sosial.

Seperti yang kita tahu, perkembangan bisnis di bidang ini cukup pesat dan cepat. Apalagi nilai jual properti berbeda dengan barang mewah lainnya seperti mobil atau emas. Nilai jual tanah dan bangunan cenderung meningkat setiap tahun, seberapa buruk pun kondisi ekonomi suatu negara.

Tidak heran jika investasi di bidang ini dianggap sangat menguntungkan. Melihat potensi bisnis properti tersebut, bukan hal yang aneh jika banyak sekali orang yang tertarik untuk terjun di bidang ini. Banyak developer yang berlomba-lomba untuk membuat kawasan hunian dengan fasilitas lengkap, lokasi strategis, dan harga semenarik mungkin.

Sayangnya, meski memiliki kemampuan membuat hunian yang apik, tidak semua developer mampu memasarkan produknya dengan baik. Mereka membutuhkan bantuan para marketing properti untuk memasarkan hunian agar bisnisnya semakin berkembang.

Karena saat ini penggunaan media sosial untuk mempromosikan sebuah produk dianggap efektif, peluang untuk menjadi freelance marketing di bidang ini pun cukup besar. Jika tertarik terjun di bidang ini, setidaknya ada beberapa kualitas yang harus dimiliki. Di antaranya:

  1. Memiliki pengetahuan mumpuni tentang properti

Tidak hanya menguasai media sosial, seorang freelance marketing property juga dituntut untuk memahami berbagai sistem dalam bisnis properti seperti: status dan kondisi tanah, dokumen-dokumen terkait properti, proses kredit bank, nilai investasi, hingga potensi produk yang dijual.

  1. Mampu membuat website dan mengelola akun media sosial

Selain pengetahuan di bidang properti, seorang freelance marketing juga dituntut untuk dapat membuat sebuah website yang bisa memaksimalkan promosi produk properti. Pembuatannya pun tidak bisa dilakukan secara asal-asalan, karena website merupakan nilai jual yang dapat menarik kepercayaan konsumen.

Selain website, para freelance marketer juga dituntut dapat mengelola akun dan menggunakan berbagai platform media sosial. Sehingga pemasaran properti tidak hanya dilakukan melalui website tetapi juga media sosial agar cakupan konsumennya lebih luas dan beragam.

  1. Menguasai teknik negoisasi

Seperti halnya penjual kebanyakan, seorang freelance marketing property juga diharapkan mampu menguasai teknik negoisasi yang baik. Teknik tersebut termasuk penggunaan bahasa yang tepat, kemampuan untuk memikat calon konsumen, hingga pemberian penawaran yang tidak merugikan kedua belah pihak. Meskipun kelihatannya sulit, kemampuan tersebut biasanya akan kita miliki seiring bertambahnya pengalaman dalam bidang properti.

  1. Telaten dan tekun

Meskipun secara teknis tugas seorang freelance marketer property sama dengan agen penjualan lain. Tetapi profesi ini membutuhkan tingkat ketelatenan dan ketekunan yang lumayan tinggi. Karena selain menggunakan cara klasik, pemasaran yang dilakukan juga memanfaatkan teknologi masa kini. Hal tersebut bukanlah sesuatu yang bisa disepelekan.

Membuat konten seunik mungkin sehingga dapat menarik konsumen di media sosial dan website bukanlah hal mudah. Dibutuhkan ketekunan dan kesabaran lebih agar penjualan yang dilakukan bisa mendapatkan hasil maksimal. Jadi, tertarik untuk terjun di bidang ini?

Honor Freelance Marketing

freelance marketing 4 honor

Sebagaimana yang telah Anda baca pada artikel lain di situs Freelancer ini, perhitungan honor atau fee freelance marketing ditentukan berdasarkan 3 hal, yaitu:

  1. Lama pekerjaan
  2. Target pekerjaan dan,
  3. Kombinasi keduanya

Berbeda dengan karyawan konvensional, pekerja lepas tidak terikat tanggung jawab terhadap suatu perusahaan dan tidak berhak menuntut fasilitas yang biasanya diberikan pada karyawan tetap, seperti asuransi, tunjangan, insentif, atau bahkan pesangon. Meskipun begitu, bukan berarti menjadi seorang freelance marketer tidak menguntungkan.

Ada banyak aspek lain yang membuat bekerja di bidang ini terasa lebih seru dan menjanjikan dibanding menjadi karyawan biasa. Mulai dari fleksibilitas waktu kerja, minimnya tuntutan dari atasan, hingga kreativitas yang tidak terbatas. Menarik bukan? Bahkan jika kita memiliki kualitas di atas rata-rata, bukan tidak mungkin, banyak klien yang bersedia menggunakan jasa freelance marketer meskipun fee-nya sedikit di atas rata-rata.

Inilah mengapa sebelum memutuskan untuk terjun di bidang ini, pastikan kita memiliki beberapa kualitas yang dapat menaikkan harga jual jasa di hadapan konsumen. Karena meskipun tidak mengikat atau terikat perusahaan manapun, menjadi freelancer bukanlah hal mudah.

Lingkup yang terbatas justru membuat profesi ini memiliki nilai kompetisi dan persaingan yang cukup tinggi. Jika tidak didukung oleh kemampuan dan kualitas yang mumpuni, para freelance marketing tidak akan bisa bertahan dan mendapatkan penghasilan yang menjanjikan dari profesi ini.

Selain kualitas, ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan harga jual seorang pekerja lepas di hadapan klien. Di antaranya:

  1. Memiliki spesialisasi di bidang tertentu (Niche)

Sah-sah saja menjadi seorang pekerja lepas yang ahli dalam berbagai bidang. Tetapi untuk menjaga kualitas dan mendapatkan keuntungan lebih, kita membutuhkan keahlian khusus dalam satu atau dua bidang. Misalnya, kita tertarik pada segala hal yang berbau properti. Jika ingin ketertarikan tersebut mendatangkan keuntungan, fokuslah pada bidang properti.

Pelajari segala hal tentang sistem jual beli tanah dan bangunan, bagaimana membuat akta dan dokumen terkait, mengetahui proses kredit KPR di bank, hingga memiliki pengetahuan luas tentang status dan potensi suatu properti. Selain itu, kita juga harus memiliki kemampuan penjualan dan negoisasi yang baik.

Sehingga klien tidak segan untuk menaikkan fee atau komisi, karena hasil yang diberikan cukup maksimal. Hal ini juga berlaku jika Anda tertarik untuk terjun di bidang freelance marketing lainnya. Pilihlah bidang yang membuat Anda nyaman dan tertarik agar hasil yang didapatkan pun tidak kalah menarik.

  1. Mampu bersaing

Meskipun lingkupnya tidak seluas pekerjaan konvensional, bukan berarti menjadi freelance marketing tidak memiliki saingan. Untuk meningkatkan fee dan mendapatkan penghasilan lebih, seorang pekerja lepas juga harus memiliki kemampuan bersaing yang baik.

Tawarkan kualitas yang mampu membuat klien tertarik dan bersedia membayar dengan harga mahal. Seperti kemampuan mengelola media sosial, mengoperasikan aplikasi atau software tertentu, dan soft skill khusus yang tidak banyak dimiliki orang (misal: menulis, menggambar, atau mendesain).

  1. Fleksibel dalam menentukan harga

Dalam menentukan tarif, seorang freelance marketing harus memiliki kemampuan untuk mengukur keahlian mereka. Jangan sampai harga yang kita tawarkan atau ditentukan oleh klien di bawah standar dan tidak sesuai dengan kualitas yang diberikan. Jangan sampai pula, harga yang ditetapkan tergolong tinggi sehingga membuat konsumen ragu bahkan enggan untuk menggunakan jasa kita.

Fleksibilitas merupakan kunci untuk bertahan di industri freelance marketing. Sebagai panduan penentuan tarif, ada beberapa poin yang harus dipertimbangkan. Di antaranya:

  • Waktu pengerjaan (per jam, per hari, per minggu, atau per bulan)
  • Kuantitas proyek (per-slide, per kata, per karakter, atau per menit)
  • Tingkat kesulitan proyek, dan
  • Kualitas klien (perusahaan besar atau perorangan)

Untuk mendukung kualitas hasil pekerjaan dan stabilitas penghasilan, sebagai freelancer hendaknya kita lebih bijaksana dalam memilih proyek dan bidang yang akan dikerjakan. Jangan sampai hanya gara-gara tergiur dengan fee freelance marketing yang menggiurkan, kualitas pekerjaan kita menurun sehingga kehilangan klien potensial.

Freelance Digital Marketing

freelance marketing 5 digital

Pada dasarnya apapun bidang yang kita pilih saat terjun di dunia freelance marketing, selama hal tersebut berhubungan dengan teknologi dan internet, maka kita bisa disebut pelaku freelance digital marketing. Jika tertarik untuk berkutat di bidang ini, setidaknya ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Di antaranya:

  1. Membangun jaringan

Tidak seperti karyawan konvensional, seorang pekerja lepas harus membangun jaringannya sendiri agar mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang diinginkan. Mulailah dari menghubungi teman-teman atau kerabat lama untuk membangun jaringan, dan terbuka dengan berbagai kesempatan untuk terhubung dengan jaringan baru. Karena semakin luas jaringan yang dimiliki, kesempatan untuk menawarkan jasa sebagai freelance marketing pun semakin berkembang.

  1. Kumpulkan portofolio

Saat pertama kali terjun di bidang freelance marketing, kita harus sedikit “rakus.” Lakukan setiap pekerjaan yang ditawarkan tanpa pandang bulu untuk menambah pengalaman dan mengumpulkan portofolio. Karena di masa yang akan datang, pengalaman dan portofolio tersebut bisa menjadi poin penting yang akan menaikkan nilai jual di hadapan klien.

  1. Aktif di media sosial

Karena berhubungan dengan dunia digital, menjadi aktif atau bahkan menguasai berbagai media sosial merupakan sebuah keharusan. Selain dapat digunakan sebagai platform promosi, kemampuan mengelola media sosial juga bisa menjadi poin yang membuat klien tertarik untuk menggunakan jasa kita.

  1. Rajin menghadiri acara dan seminar terkait

Dari acara tersebut, biasanya kita bisa belajar banyak hal tentang dunia digital marketing, tips, bahkan trik untuk menggaet klien. Selain itu, kita juga dapat bertemu banyak orang baru yang disadari atau tidak, dapat membantu memperluas jaringan. Menarik bukan?

Jadi, tertarik untuk terjun di dunia freelance marketing? Semoga informasi di atas bermanfaat, dan jangan lupa untuk membaca artikel lain di situs Freelance ini.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s