Batik Fractal


Keindahan seni visual seperti batik memang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Berulangkali saya berusaha ternyata saya juga tidak mampu melakukannya. Sebab batik merupakan rekaman interaksi antara manusia dengan lingkungannya. Tapi, desain Batik Fractal yang kami lihat memang benar adanya. Indah. Setiap komposisi bentuk, warna, dan repetisinya menyajikan makna dan rasa yang kita bisa sebut juga sebagai cantik.

Itulah alasan saya menemui Muhammad Lukman, biasa dipanggil Mas Lucky. Orangnya berperawakan tinggi, agak kurus, dan berkacamata. Beliau termasuk di antara (kira-kira) 90% lulusan program studi arsitektur yang tidak lagi mendesain arsitektur. Instead of mendesain arsitektur, beliau lebih suka mendesain batik.

Mas Lucky ini mendirikan Pixel Project (CV Pixel Indonesia) bersama-sama dengan Mas Yun Hariadi dan Mbak Nancy Margried. Beliau kenal dengan Mas Yun –yang menyelesaikan program sarjananya di Matematika– karena sama-sama tertarik dan berkutat dalam bidang matematika di ITB, khususnya fractal . Fractal  adalah konsep matematika yang berfokus pada pengulangan, dimensi, literasi, dan pecahan. Kombinasi batik dengan matematika fractal membantu penciptaan desain batik fractal.

Mas Lucky ini kenal dengan Mbak Nancy pada saat beliau mengadakan pameran arsitektur dengan rekan-rekannya. Mbak Nancy ini berkarir di bidang Public Relation (PR). Memang bukan lulusan ITB, tetapi Unpad (Univ. Padjadjaran). Tak disangka-sangka oleh Mas Lucky dan Mas Yun, Mbak Nancy menemukan hal berbeda. Yaitu bahwa ternyata matematika, sains dan teknologi dapat disinergikan menjadi sebuah karya batik yang bervariasi.

Tentang batik+matematika, apa yang bisa dilakukan? Alias, seni digabung dengan sains, seperti apa hasilnya? Ada tiga pendekatan yang biasa dilakukan mereka.

  1. Fractal sebagai Batik. Fractal hasil simulasi komputer didesain ulang sebagai inspirasi atas konstruksi desain batik
  2. Hibrida Fractal Batk. Menggabungkan pola komputasional dengan tradisi budaya membatik yang dikenal luas
  3. Batik Inovasi Fractal. Motif batik tradisional didesain ulang dengan menggunakan teknologi komputasi fractal.

Tidak hanya karya, tetapi juga bisnis. Jadi, Pixel Project ini adalah bisnis. Produknya ada dua. Batik Fractal yaitu brand fesyen batik yang digenerasikan dari fractal. Produk kedua adalah JBatik, sebuah software desain batik.

Teknologi Meningkatkan Produktivitas Seniman

Di era modern saat ini, teknologi digital bukan mematikan para pekerja seni. Justru mendorong produktivitas dan meningkatkan kualitas karyanya. Perangkat lunak (software) JBatik malah membantu desainer memproduksi puluhan bahkan ratusan desain hasil coba-coba (eksplorasi) dalam waktu yang relatif singkat. Tidak hanya membantu proses desain, perangkat lunak ini juga membantu menyimpan dan mendokumentasikan hasil desain. Sehingga pengembangan desain dapat terus dilakukan waktu demi waktu.

Jadi software JBatik ini memampukan para desainer batik untuk mengeksplorasi desainnya lebih lanjut. Keragaman desain ini dapat dilihat dari grafis, warna, ukuran, sudut, dan perulangannya. Lebih banyak desain bisa dihasilkan dan lebih banyak karya indah yang bisa dioptimalkan. Lebih efisien pula dalam penggunaan waktu dan sumber daya coba-coba.

Dengan menggunakan software JBatik, maka para pengrajin batik terhindar dari software desain berharga mahal. Di samping itu lisensi JBatik sudah termasuk dengan paket pelatihan dan jaringan komunitas sesama pengrajin yang menggunakan JBatik.

Ketika desain selesai dibuat, desain di-print di kertas setelah itu hasil printing batik ini dijiplak ke dalam kain dan tinggal dicanting jika pengrajin ingin menjadikannya sebagai batik tulis. Namun jika pengerajin ingin membuat batik cap, hasil printing ini tinggal dibuatkan capnya sementara jika pengrajin hanya ingin membuat batik print, desain batik tadi bisa langsung dicetak ke dalam kain seperti halnya mencetak desain ke dalam kertas.

Once software takes over repetitive chores, humans will have more time and resources to work creatively.

Walaupun sama-sama dalam desain, piranti lunak JBatik memiliki filosofi generative design, yaitu menggambar dengan menggunakan seperangkat perintah sederhana. Keuntungan menggunakan generative design software adalah desainer mampu membuat beragam bentukan desain dari 1 motif saja dengan hanya mengubah parameternya. Hal ini berbeda dengan piranti lunak desain lain yang mengharuskan penggunanya menggambar kembali untuk membuat desain baru.

Research

Pada tahun 2007 Mas Lucky dan Mas Yun melakukan riset mengenai batik sebagai warisan budaya Indonesia. Inilah yang mengawali Pixel Project. Salah satu temuan yang menarik saat itu adalah bahwa:

  • Menurut daerah asalnya, batik Yogya dan batik Solo memiliki dimensi fractal  yang sama dengan batik Madura dan batik Garut, tetapi batik Madura dan batik Garut sendiri memiliki dimensi fractal  yang berbeda.
  • Kehadiran fractal  dalam batik mengindikasi keberadaan kompleksitas dalam kesenian tradisional batik ini. Kompleksitas ini lahir karena adanya usaha untuk mengikuti pakem tradisional (pemaknaan simbol, keharmonisan, ke-simetris-an) serta keterbatasan media (lilin dan canting) itu sendiri. Manusia memahami alam lingkungan dan menerjemahkannya dengan melukis pada kain dengan teknik batik.
  • Bisa disimpulkan bahwasanya setiap motif batik itu membawa ceritanya masing-masing yang dapat mengawali dan mengisi pembicaraan pengguna motif batik tersebut.

Batik memang begitu. Dari dulu sudah dikenal sebagai warisan budaya Indonesia yang memiliki memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi tekstil modern baik dengan menggunakan teknik produksi tradisional maupun masuk ke produksi massal. Menuju produksi massal, bisa lewat desain batik via perangkat lunak. Modernisasi desain batik akan menarik minat generasi muda untuk turut menggunakannya.

Batik Fractal Community

Di Batik Fractal Community, Pixel Project mempergunakan pewarna alam seperti dedaunan, kulit kayu dan bahan-bahan dari tanaman. Karena Batik Fractal Community berada di tengah-tengah Kampung Dago Pojok, maka menggunakan bahan-bahan alami adalah hal yang paling natural agar limbah kami tidak mencemari lingkungan padat penduduk di sekitar kami. Selain itu pewarna alam selalu memberikan sentuhan eksotik untuk batik unik yang kami produksi.

Sebagaimana dilansir dalam laman resminya di https://pikselindonesia.com , bahwa Piksel Indonesia turut serta dalam melestarikan batik dengan memadukannya sesuai perkembangan teknologi.

Coba datang, deh. Kamu akan terkejut dengan apa saja yang ada di Jalan Gudang Selatan Nomor 22, Kota Bandung. Memang si Batik Fractal  berlokasi di sana. Tetapi ada banyak kejutan lainnya di bangunan Gudang tentara tersebut.

Garis Waktu Batik Fractal

2007 Riset: Batik Fractal, From Traditional Art to Modern Complexity, Generative Art Polimi, 2007

2008 Indonesian ICT Award 2008 kategori E-Tourism and E-culture

2008 Unesco 2008 Award of excellence.

2008 Turut mendirikan BCCF (Bandung Creative City Forum)

2008, Piksel Indonesia bekerja sama dengan Kementrian Negara Ristek dan Teknologi menyebarkan teknologi di tengah masyarakat pengrajin Indonesia melalui berbagai pelatihan software jBatik.

2008 “Tourism and Hospitality Category – Winner” Ministry of Communications and Information, November 15th 2008. Asia Pacific ICT Awards. 

2008-2009 Berpartisipasi di Helar Festival

2009 Unesco meresmikan batik sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia.

2009 Riset: Batik Garut dalam Tinjauan Geometri Fractal, Japan Foundation, 2009

2009 Riset: JBatik : Menelusuri Perkembangan Motif Kawung Melalui Kuantifikasi dan Algoritma, Adiwastra, 2009

2010 Riset: Batik Fractal : A Case Study in Creative Collaboration from Various Disciplines in Bandung, ArtePolis3, 2010

2010 International Young Creative Entrepreneur. Interactive Category winner. British Council Oct 24th.

2011 Riset: Sculpture Make Over, ICCI, 2011

2011 menjadi anggota Mekar sejak 2011 dan mendapat dana investasi melalui program Mekar Network.

2011-2012 Bekerja sama dengan Intel dalam program global Intel Visual Life

2012 Riset: Batik Fractal : Marriage of Art and Science, Dies Emas ITB, 2012

2013 Berpartisipasi dalam Fashionary BDG

2013 Menempatkan workshop Koperasi Batik Fractal di Kampung Kreatif Dago Pojok

2013 Penyedia konten, trainer, serta konsultan dalam program kampus terapan yang diiinisiasi oleh BPIPI (Badan Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia)

2013 Menyebarluaskan penggunaan software berbasis JBatik pada bidang perancangan bangunan dalam program penelitian RAPID di program studi Teknik Arsitektur ITB.

2013 Membuat motif batik untuk interior IDX (Indonesia Stock Exchange)

2014 Riset: Batik Fractal Community : Creative Engangement through Technology, Artepolis5, 2014

2014 Riset: Parametric Architecture jArsi, Artepolis5, 2014

2017 Mendesain cutting sticker untuk diaplikasikan pada peluncuran Daihatsu Ayla

Referensi:

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s