Solid Digital Marketing Team


Kehadiran internet dalam ranah komunikasi menambah jumlah media komunikasi yang perlu dikelola. Apalagi dikelolanya tidak hanya selama jam kerja 8-17 saja. Melainkan sepanjang waktu 24×7 dan 365 hari per tahun.

the-importance-of-having-a-solid-marketing-team

Sehingga pengelolaannya tidak bisa hanya dari desktop di meja kantor saja. Tetapi juga lewat device masing-masing setelah berada di rumah. Iya, intensitas aktivitas marketing memang tingginya ketika hari masih terang. Namun, bisa jadi di gelapnya malam ada komentar ada colekan (mention) dari pelanggan yang harus segera dibalas.

Sekarang sudah ada social media, ada pula mesin pencari. Belum termasuk website. Semuanya memang aplikasi digital yang tetap mengindahkan aspek manusiawinya. Sebab, kepada manusia jua kita melakukan pemasaran dan penjualan. Tujuan pengelolaan brand adalah keharusan. Target peningkatan penjualan harus diraih pula.

Seorang pengelola brand tidak boleh merasa hidup di dunia hampa saja. Hanya membuat konten semaunya tanpa memperhatikan perbincangan yang sedang tren. Apalagi tidak mengobservasi respon dari audiens yang ditargetkan.

Ada beberapa channel yang akan/mungkin dikelola oleh tim yang harus solid ini: Website, email, social media (Twitter, Facebook, Linkedin, Youtube), dan social chatting (Telegram/WhatsApp).

Berikut adalah beberapa posisi yang diperlukan dalam menjalankan komunikasi pemasaran (dan penjualan) melalui saluran digital marketing.

Marketing Strategist (as Team Leader)

Bukan hanya mengarahkan strategi komunikasi pemasaran saja, namun juga berkoordinasi rutin dengan bagian penjualan. Bisa jadi berperan double sebagai kepala penjualan, lho. Dalam pekerjaannya sehari-hari memimpin tim dalam meraih target-target branding dan selling.

Mengelola anggaran marketing dan menghabiskannya secara optimal. Punya wewenang memberikan diskon/promosi kepada pelanggan. Jelang tahun fiskal yang baru, membuat dokumen Marketing Plan. Terkait konten, membuat perencanaan strategis konten yang dikemas dalam Content Plan.

Peran ini harus memahami marketing funnel. Secara bertahap, target market itu melalui tahap-tahap seperti awareness, consideration, lalu purchase.

Bila tim marketingnya belum lengkap, maka pekerjaan harian sang leader meliputi SEO Specialist dan Data Analyst.

Content Creator

Setelah Marketing Strategist, ini adalah posisi pertama yang harus ada orangnya.

Job description-nya sudah jelas. Produksi konten. Bisa berupa gambar, atau status untuk social media (Twitter/Linkedin/Facebook), atau artikel untuk forum/blog/website, atau memproduksi video. Saya bedakan status dengan artikel. Status relatif pendek. Sedangkan artikel mulai dari 500 kata. Bisa saja termasuk membuat naskah/skenario video.

Video production berarti mampu mengoperasikan perlengkapan merekam, punya selera membuat video yang baik dan berkualitas, serta bisa melakukan video editing melalui software tertentu.

Sekarang sudah ada free online tools untuk membuat grafis di social media, salah satunya adalah Canva.

Harus bisa bikin storytelling yang baik. Ingat kata Seth Godin, penulis The Purple Cow,

“People do not buy goods & services. They buy relations, stories & magic,”

Social Media Manager/Administrator

Memposting konten dan menanggapi/menjawab pertanyaan atau tanggapan dari audiens di social media. Bisa juga diberikan peran menghandle WhatsApp/Telegram alias peran Customer Service (CS).

Posisi ini bisa sangat sibuk dengan pekerjaannya, ketika konten dipasangkan dengan paid traffic dari Facebook Ads, atau Google AdWords. Karena harus fast response terhadap banjir pertanyaan atau order dari pelanggan.

Harus berkoordinasi dengan Team Leader, mengenai berapa banyak anggaran iklan yang harus dihabiskan di tiap periodenya. Salah satu basis perhitungan anggaran iklan di Facebook dan Google adalah Pay Per Click (PPC).

SEO Specialist

Mengumpulkan keyword penting. Keyword kemudian digunakan sebagai bahan penyusunan artikel. SEO Specialist ini bisa juga ditugaskan sebagai penulis artikel itu sendiri. Harus tahu penempatan keyword yang tepat sehingga dapat mendatangkan target audience yang diinginkan.

Posisi inilah yang kemudian menentukan harus mengiklankan keyword apa saja di AdWords.

Data Analyst

Sesuai namanya, melakukan analisis data: data penjualan banyak berasal dari mana, pengunjung digital datang dari mana, konten apa yang menarik, barang apa yang paling laku, dan berbagai jenis data-data lainnya.

Aplikasi yang sering dipakai untuk menganalisis kunjungan di website adalah Google Analytics. Penguasaan atas instalasi dan pembacaan analisis di aplikasi ini adalah mutlak adanya.

Tentu saja harus mampu menyusun presentasi atau laporan yang insightful, sekaligus mudah dipahami oleh anggota tim yang lain, manajemen, dan/atau direksi. Misalnya, memberikan saran terbaik mengenai di channel yang mana anggaran harus dihabiskan.

Posisi ini adalah posisi yang terakhir diperlukan. Perbandingannya bisa satu orang berbanding puluhan orang di posisi-posisi lain.

Kesimpulan.

  1. Skill dasar yang harus dimiliki adalah menulis. Di digital marketing, skill menulis harus ditunjang oleh keterampilan mengorganisasikan informasi. Istilah kerennya information architecture.
  2. Harus mampu mengoperasikan digital tools yang terkait dengan pekerjaannya: Facebook Ads, Google AdWords, Grammarly, Thesaurus, Google Analytics, Adobe Photoshop, Canva, dsb.

Related Post:

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s