alasan kenapa memilih manajemen informatika


Dalam suatu postingan, saya pernah menjelaskan beberapa posisi pekerjaan di perusahaan software house.

Bisa disimpulkan bahwa tidak semuanya merupakan programming. Kaitannya dengan layanan kepada pelanggan, ada pula yang terkait dengan fungsi bisnis. Yang terakhir ini, requirement-nya dibuat oleh seorang business analyst atau system analyst.

Ada pula posisi seperti solution architect.

Kembali ke judul. Dari posisi-posisi pekerjaan yang tersedia, kira-kira ada jurusan apa saja yang bisa diambil? Mengingat ada banyak sekali jurusan terkait komputer maupun informatika di Indonesia, dengan ragam nama-nama jurusan yang berbeda-beda. Padahal, bisa jadi maksudnya sama.

Manajemen Informatika

Jadi yang dikelola (to be managed) adalah informatika-nya. Prinsipnya adalah informatika sebagai pendukung alias supporting system untuk sistem yang lebih besar. Baik itu sistem bisnis/usaha, sistem pemerintahan, sistem organisasi sosial, dan lain sebagainya.

Sistem-sistem tersebut tidak boleh bergantung kepada perangkat keras maupun lunaknya. Yang harus terjadi adalah software dan hardware menyesuaikan diri terhadap sistem dan aturan main yang sudah berlaku atau sedang dalam perencanaan. Sehingga eksekusinya bisa lebih cepat, lebih efisien, mengelola lebih banyak data, lebih otomatis, mengurangi pemberdayaan SDM, dan seterusnya.

Sistem dan Teknologi Informasi.

Judul jurusannya sedikit berbeda. Tetapi maksudnya sama. Yaitu mengelola informasi melalui pembentukan sistem dan pemberdayaan teknologi. Dengan sistematisasi informasi, maka informasi akan bisa dikelola dengan lebih baik. Dengan penggunaan teknologi yang tepat, namun tidak harus terbaru atau termahal, maka penggunaan informasi dapat dimaksimalkan.

Tujuannya sama: lebih cepat, lebih efisien, lebih otomatis, dll.

Jadi, kedua jurusan tersebut sama persis. Yang tidak boleh dilupakan adalah tetap ada pembuatan kode alias coding-nya. Dan mata kuliahnya tidak sedikit.

Setelah lulus, bisa jadi apa? Bisa jadi (business/system) analyst. Bisa juga kembali menjadi programmer/web developer.

Teknik informatika, pada dasarnya disiapkan sebagai programmer. Namun juga masih bisa berperan sebagai business/system analyst.

Komputer Akuntansi

Menurut sejarahnya, fungsi keuangan adalah salah satu fungsi yang lebih dahulu mengalami digitalisasi. Sejarah auditor keuangan yang bertransformasi menjadi auditor IT juga kurang lebih demikian. Jangan heran munculnya jurusan komputer akuntansi.

Karena belajar pemrograman iya, belajar akuntansi juga iya. Akuntansi kan termasuk laporan neraca, laporan laba-rugi, laporan pajak, dan laporan-laporan keuangan lainnya.

Di pasar aplikasi, sudah banyak aplikasi keuangan yang tinggal pakai. Ada yang gratis dan simpel. Ada juga yang mahal tapi komplit.

Tentang pekerjaan, lagi-lagi karena belajar pemrograman, bisa saja melamar dan diterima bekerja sebagai programmer, maupun system/business analyst.

Kalau 25% dari keseluruhan mata kuliah adalah terkait akuntansi, mestinya bisa juga bekerja di fungsi-fungsi keuangan di perusahaan.

Teknik Informatika

Sudah jelas banget. Fokus ke rekayasa perangkat lunak (software engineering).

Teknik Komputer Jaringan

Mostly terkait jaringan dan penggunaan komputer dalam sistem perusahaan. Jangan keliru dengan Teknik Komputer yang merupakan percabangan dari Teknik Elektro.

Jurusan untuk Solution Architect dan Project Manager (PM)?

Bisa dibilang tidak ada. Kursus dan sertifikasi untuk PM sering saya dengar. Tapi habis wisuda langsung diberi posisi berjudul SA atau PM? Tidak ada.

Kalau Solution Architect, biasanya punya pengalaman beberapa waktu sebagai developer. Tidak hanya menguasai teknis pemrograman, namun juga jenis-jenis teknolog yang digunakan, serta menyesuaikan dengan kemampuan para calon pengguna (user).

Mantan Business Analyst (BA), atau System Analyst bisa naik kelas menjadi Solution Architect.

Solution Architect fokus menghadapi output alias keluaran dari proyek. Sementara Project Manager (PM) fokus agar proyek selesai tepat waktu, sesuai dengan output yang dikehendaki, dengan biaya seminimal mungkin. Paling tidak, hanya sedikit meleset dari anggaran keuangan yang telah dibuat.

Istilahnya, Solution Architect merencanakan (to plan) , memastikan (to assure), dan mengawasi (to control) segala teknis proyek. Sementara PM melakukan ketiga aktivitas tersebut tetapi pada aspek non teknisnya. Bisa dibilang, keduanya bekerja sama sejak awal hingga akhir proyek IT development atau IT maintenance.

Project Manager biasanya merupakan single contact point yang bisa dihubungi oleh klien. Jadi klien tidak boleh menghubungi orang lain, kecuali si PM itu sendiri. Di samping itu, PM juga berperan sebagai leader dalam pengerjaan proyek. Dan sekali lagi, untuk urusan teknisnya didampingi oleh Solution Architect sejak awal hingga akhir.

Simpulan

Pada dasarnya, lulusan S1 segala jurusan masih bisa kemana-mana. Meskipun beberapa jenis pekerjaan mengharuskan fresh graduate dari jurusan-jurusan tertentu.  Selain itu, ada juga posisi-posisi yang mengharuskan karyawan berpengalaman.

Dengan kata lain, secara umum, menjalani profesi apa saja bisa berasal dari jurusan apapun. Semua kembali ke kita yang akan dan sedang berkuliah. Bahkan bila sudah lulus sekalipun, bisa saja kita mengejar suatu profesi tertentu dengan alasan kita memang suka banget dengan pekerjaan tersebut (passionated).

Referensi: 

One thought on “alasan kenapa memilih manajemen informatika

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s