Pekerjaan Copy Writer di Software House


Proyek yang saya kerjakan selama tiga bulan ini di sebuah software house adalah copy writing. Jadi saya bisa disebut pula sebagai copy writer. FYI, software house ini most of revenue datang dari pekerjaan yang sifatnya project-based. Dan banyak didapat dari tender-tender dengan institusi pemerintah.

what-is-a-copywriter-english-copywriter-in-paris

1. Proofreading

Semua orang di kantor ini menyangka saya adalah yang paling jago grammar. Tentu saja tidak benar. Saya tidak datang dengan kemampuan tersebut. Tuntutan pekerjaan memaksa saya untuk terus belajar mengenai grammar. Nah, salah satu yang paling sering saya lakukan hampir setiap hari adalah proofreading berbagai dokumen yang ada di sini. Mulai dari proposal tender yang akan kami ikuti, rencana manajemen proyek (kalau sudah menang tender) , sampai dengan laporan akhir kepada user.

Menulis dan mengisi halaman-halaman kosong menjadi sebuah dokumen yang bernilai adalah satu hal. Tapi proofreading adalah hal yang lain. Sebaiknya memang keduanya dilakukan oleh orang yang berbeda. Untuk diketahui, sebuah proses proofreading akhirnya akan diikuti dengan proses rewriting dan editing.

2. Rewriting

Kami selalu berangkat dari observasi kecil tentang siapa yang akan membaca dokumen tersebut. Apakah dia user, atau seorang penilai proposal tender, atau posisi lainnya. Siapa yang akan membaca, sangat menentukan bagaimana sebuah dokumen harus ditulis. Sebab itulah, perlu proses rewriting sebagai penyesuaian ulang terhadap siapa dan apa tujuan dia membaca dokumen ini. Terutama terhadap angle penulisan dokumen tersebut.

Kita ketahui bersama bahwa perilaku reader saat ini, juga dipengaruhi oleh berbagai jenis konten di internet. Satu yang penting digarisbawahi adalah bahwa readibility jaman now dipengaruhi oleh keberadaan white space, penggunaan heading, dan penekanan kata kunci (keyword emphasising).

Atas permintaan-permintaan proofreading tersebut, jadilah saya menjalankan peran semacam Service Desk.

3. Service Desk

Atau mirip-mirip juga dengan peran Customer Service. Ada saja yang datang meminta layanan proofreading, atau yang belakangan makin sering: mohon dibuatkan ads copy. Sebenarnya tidak tugas ada yang memakan waktu banyak. Paling banyak adalah proofreading proposal, itu pun maksimal dua hari. Kalau sekedar membuat ads copy untuk di-broadcast, beberapa menit juga cukup.

Tentang istilah copywriter, biasanya adanya di agensi-agensi pembuat iklan. Kalau ada video maker atau graphic designer, nah khusus untuk kata demi kata, biasanya ada copywriter yang memenuhi kebutuhan tersebut.

4. Social Media

Tuntutan kemudian berlanjut. Kapasitas menyusun kata demi kata menjadi kalimat. Lalu kalimat demi kalimat menjadi paragraf, memunculkan permintaan untuk turut mengelola social media milik perusahaan. Padahal masing-masing social media tidak bisa diperlakukan secara sama. Masing-masing menuntut jenis konten yang berbeda. Karena pada dasarnya berbeda social media maka berbeda pula audience-nya.

FYI, untuk “mengeluarkan” kata demi kata, tentu saja saya harus membaca dan membaca lebih banyak. Dan dalam “pengembaraan” tersebut, saya menemukan bahwasanya konten-konten tersebut (termasuk yang ada di social media) sudah seharusnya bisa di-strategi-kan lebih lanjut.

5. Content Strategist

Sebagai contoh, salah dua target audience di software house, selain para user atau customer, adalah para karyawan tetap dan para calon karyawan. Tiap-tiap audience ini dikelola secara berbeda. Itu salah satu contoh memandang target audience secara stratejik.

Contoh lain, bahwasanya konten-konten yang tersebar di berbagai bagian perusahaan menuntut penyelarasan satu sama lain menjadi satu tone, style and voice.

Satu permisalan lagi. Di Singapore, industri/kategori nya lebih dikenal sebagai Digital Agency. Baik membuat website –sekarang sudah eranya website yang responsif terhadap ukuran device-nya: desktop, tablet, atau smartphone. Sementara di Indonesia, perusahaan-perusahaan sejenis ini lebih dikenal sebagai Software House –bahkan frase ini lebih familiar digunakan daripada frase software company. Frase-frase semacam ini harus diketahui karena di era internet ini, salah satu perilaku (behaviour) yang perlu diantisipasi adalah terkait search engine. Jadi SEO juga harus dikuasai.

Karena sifatnya strategis, maka fokusnya pada konten saja. Dalam delivery-nya konten-konten tersebut harus disesuaikan lagi dengan konteks masing-masing. Di antaranya: target audience, jenis medium yang digunakan, dan lain sebagainya.

Nah, dalam penetapan strategi ini, yang tidak boleh ketinggalan dilakukan adalah penetapan indikator dan target dari setiap aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan.

Content Strategist dituntut untuk bisa bekerja sama dengan berbagai jenis tim di dalam perusahaan. Dan dalam banyak hal harus berani mengambil inisiatif sendiri. Bahkan bekerja seorang diri. Passion terhadap company sangat diperlukan. Sebab harus menggali sendiri akan memulai dari mana, perlu mencari tahu “celah” konten yang bisa diisi nantinya, dan seterusnya. Di sinilah karakter perhatian terhadap detil (attention to detail) sangat diperlukan.

6. Brand Auditor

Semua effort yang dilakukan harus bisa diukur keberhasilannya. Tidak hanya sekedar diukur, tetapi juga dianalisis lebih lanjut.

Misalnya analisis terhadap pola konten dan medium distribusi yang terbukti berhasil. Atau analisis terhadap kondisi eksternal semisal jenis konten yang sedang tren di mata audience saat ini.

Karena konten adalah alat pemasaran yang ampuh. Yang ujung-ujungnya akan mempengaruhi brand company. Di sinilah peran sebagai brand auditor diperlukan. Melakukan audit, riset, analisis, hingga membuat laporan yang kembali menjadi masukan dalam siklus pemasaran.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s