Disiplin Pribadi Mendorong Tumbuh Kembangnya Kreatifitas


Saya (hampir) tidak percaya. Awalnya saya memang ragu. Tapi kutipan ini pasti benar. Bagaimana perspektifnya kita saja. Saya menduga-duga dan lama baru menemukan apa maksud dari kutipan yang bela-belain dipahat di salah satu batu prasasti di sekolah.

Analogi yang paling pas adalah dari Mark Zuckerberg. Dia begitu disiplin dalam berpakaian. Sudah yang (kaos) itu, t-shirt model itu saja yang dipakainya terus. Jadi waktu dan pikirannya tidak terbuang percuma hanya karena memilah dan memilih baju apa yang mau dipakai untuk hari itu. Fokusnya bisa dioptimalkan untuk pengembangan “Facebook”.

mark zuckerberg quote

1. Pikiran dan Waktu Luang

Artinya adalah sudah terbiasa dengan rutinitas harian kita. Agenda dan jadwalnya kita rutinkan setiap hari. Misalnya begini,

3.30~4.30 bangun + tahajud + tilawah

4.30 subuh

5.00 ma’tsurat + olahrag

6.00 sarapan

Etc.

Dengan agenda rutin terjadwal seperti itu, otomatis, ketika kita punya waktu luang, maka banyak ide bisa muncul. Dengan kata lain, agenda rutin terjadwal akan membuat kita menggunakan waktu seefektif dan seefisien mungkin — sehingga tersisa waktu dan pikiran yang luang guna berpikir lebih kreatif.

Ada Angle yang lain. Masih sama dengan yang atas, tapi enggak sama-sama banget.

Bahwa mendisiplinkan pribadi pada bermacam-macam hal itu sudah tertata ketika diperlukan. Perlu baju, merem pun udah tahu tempat nya. Perlu buku, gak bercecer. Perlu catatan, rapi. Jadi pas kreatif, gak akan sampai hilang idenya hanya gara-gara bukunya tidak ketemu.

2. Determinasi

Disiplin pribadi juga bisa dipahami sebagai ketekunan atau determinasi. Bahasa lainnya, daya resiliensi (resilience). Dengan kita menekuni agenda rutin terjadwal tersebut, maka akan muncul kreatifitas. Opa Warren Buffet punya kutipan menarik.

warren buffet quote

Menurut si opa, kita itu akan bisa kreatif kalau sudah sejak lama, kita disiplin pribadi memupuk pengetahuan. Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Kalau sudah “bukit” maka muncul kreatifitas.

[15:07, 8/2/2017] +62 813-2187-3330: Ane yakin kalo kita disiplin pake baju yg itu2 maka kita akan fokus pd hal2 yg lebih penting, longer term, dan butuh kreatifitas.

Kalau dipaksa banget untuk memilih, dan tidak ada pilihan untuk tidak menentukan satu di antara dua, saya lebih memilih yang pertama. Ingat Mark Zuckerberg, jadi ingat prasasti Ki Suratman. Pilihan ini, bisa dibilang pilihan untuk hidup minimalis, sih.

Hidup Minimalis

(1) Punya lemari pakaian, cukup satu. Terlalu banyak pakaian malah bingung pakainya dan simpannya. Iya sih, tentu kita perlu membeli dan memakai yang baru. Paling tidak, biar kelihatan lebih “baru” di hadapan teman-teman kantor. Yang lama di kemana ‘kan? Di re-cycle saja. Kita berikan kepada yang memerlukan.

Ada project menarik yang diberi nama “project 333”. Intinya adalah hanya menggunakan 33 item pakaian (sudah termasuk aksesori seperti jam tangan, sepatu, dan perhiasan) selama 3 bulan.

(2) Kurangi snack dan minuman manis. Enak, tapi enggak ada manfaatnya sebenarnya. Palingan hanya sebagai pengurang stress. Gunakan cara lain supaya stress hilang. Misalnya rutin berolahraga (main futsal atau badminton contohnya). Tapi ya sekali-sekali gak ada gunanya. Harus rutin. Jadi pribadinya memang yang harus disiplin #eh.

(3) Buang (atau sumbangkan) barang yang tidak perlu. Clautrophobic itu gak asik banget. Merasa rumah gak nyaman karena terlalu banyak barang. Akhirnya cari kenyamanan di mall yang boleh duduk dan minum hanya di kafe-nya. Akibat dari ketidaknyamanan rumah itu mahal banget, memang.

Tiga hal di atas, itu baru sedikit saran saja. Saya pribadi masih belajar istiqomah menjalaninya. Tapi dari pendapat pribadi nih ya, dengan melakukan tiga hal tersebut saja, saya sudah mendapat room for more important things in my life, actually.

(Disiplin) Tidur Demi Kreatifitas

albert einstein quote

Menurut beberapa orang, dan sudah dibuktikan sendiri olah Oom Albert Einstein, level kreatifitas yang lebih tinggi itu diperoleh dengan lebih banyak merenung (dan tidur). Oom saya yang lain, Bill gates, :p konon mencari pemalas utk menyelesaikan masalah. Melalui perenungannya, pemalas akan mencari cara paling simpel. Dengan alasan yang sama, beberapa Programmer juga cocoknya punya jiwa pemalas. Karena pemalas, dia akan berjuang agar semua –hasil kerjanya– bisa otomatis. Mudah pada akhirnya. Mungkin bisa disebut pemalas dengan jiwa kejuangan tinggi.

Ki Suratman

SEORANG MURID PAMIT UNTUK TIDAK MASUK SEKOLAH KARENA AYAHNYA SAKIT. DUA HARI KEMUDIAN, SEBELUM MENGAWALI PELAJARANNYA, SANG GURU MENDEKATI MURID ITU DAN KEMUDIAN BERTANYA DALAM BAHASA JAWA: “PIYE GERAHE BAPAK?” (BAGAIMANA KESEHATAN BAPAK?). SAPAAN YANG SEDERHANA ITU SANGAT MENGESANKAN SANG MURID YANG HINGGA KINI TIDAK DAPAT MELEPASKAN DIRI DARI TAMAN SISWA (TS). GURU ITU ADALAH RM. SUWARDI SURYANINGRAT ATAU LEBIH DIKENAL DENGAN NAMA KI HAJAR DEWANTARA DAN MURID ITU ADALAH KI SURATMAN, KETUA PERGURUAN TAMAN SISWA. HUBUNGAN DENGAN GURU ITU JUGA MENUMBUHKAN MOTIVASINYA UNTUK MENJADI GURU HINGGA KINI.

Ki Suratman. Ki hadjar Dewantara. Ada yang bertanya, mengapa “Ki”? Ternyata “Ki” adalah sebutan khas (institusi) Taman Siswa. Muhammadiyah juga ada yg pakai sih. Semacam “kyai”, “kakek”, atau “aki-aki” gitu. Salah satu makna “syaikh” juga berarti seseorang yang sudah sepuh. Saking identiknya “ketuaan” dengan pengetahuan, sampai-sampai ada trainer yang memosisikan diri sebagai “Kakek”.

In short, orang disiplin akan kreatif dengan sendirinya. Inventor-inventor jaman sekarang juga kan sebenernya “disiplin” dengan habit mereka masing-masing. Then, lahirlah kreatifitas-kreatifitas mereka.

One thought on “Disiplin Pribadi Mendorong Tumbuh Kembangnya Kreatifitas

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s