Brand Klub Sepak Bola


Sepeninggal Alex Ferguson, Manchester United belum pernah mencapai sukses seperti di era si kakek. Meski Louis Van Gaal (LVG) berhasil menjuarai FA Cup musim 2015/2016. Selain itu, rasanya sudah lama sekali MU tidak bermain di UEFA Champions League (UCL).

Namun demikian, bulan Januari 2017 lalu, mereka malah berhasil melampaui omzet tahunan Real Madrid. Persisnya di angka 515,3 juta poundsterling. Sekitar penjualan Big Mac-nya McDonald sebanyak 225 juta pcs dalam setahun. Omzet, sebagaimana nilai nominal sebuah brand, adalah tolok ukur pencapaian upaya-upaya marketing. Informasi ini dilansir oleh Deloitte, sebuah kantor konsultan manajemen, yang salah satu topik “permainan” mereka ada di industri olahraga. Dan sebagaimana kita tahu, industri sepak bola di Eropa, merupakan salah satu industri olahraga dengan nilai pasar yang besar di tingkat dunia.

Industri sepak bola yang komersil dan dikelola secara profesional telah menjelma menjadi industri pertunjukan. Tidak ada bedanya dengan industri perfilman Hollywood, Bollywood, bisnis sirkus keliling, film-film thriller, pertunjukan bioskop, dan sebagainya. Intinya semua itu ialah show business (bisnis pertunjukan). Saat ini, biasanya ada 3 sumber pemasukan, bagi sebuah perusahaan klub sepak bola.

  1. Penjualan tiket (including merchandise).
  2. Penjualan hak siar.
  3. Komersil.

Penjualan tiket.

Baik tiket terusan maupun tiket per pertandingan. Penonton domestik (penduduk kota) memang captive market bagi klub. Demand nya relatif stabil. Sering kalah atau selalu menang, mereka akan selalu membeli tiket dan datang ke stadion. Tidak heran kan kota-kota besar dunia (ibukota pemerintahan, kota bisnis, dst) memiliki klub lebih dari satu. Madrid, Roma, London, Manchester, hanya sedikit contoh. Kota seperti London memberikan kebebasan bagi klub-klub Premier League di sana (Arsenal, Chelsea, West Ham, Tottenham Hotspurs) untuk memiliki stadion sendiri.

Penjualan hak siar.

Termasuk pertandingan domestik, maupun pertandingan antar negara seperti Europe League + Champions League. Di pertandingan El Classico-nya La Liga Spanyol, Real Madrid vs Barcelona, reaksi-reaksi emosional dari penonton di benua Asia bahkan turut ditayangkan di saluran televisi kabel di mana kita menonton.

Komersil.

Di indonesia, pemain-pemain Manchester City menjadi model iklan Extra Joss. Sedangkan para punggawa Manchester United membintangi iklan You C1000. Chelsea pernah bekerja sama dengan BNI.

Jersey yang disponsori oleh perusahaan apparel seperti nike, adidas, kappa (dari italia), umbro, under armour tidak hanya berupa seragam gratis saja. Tetapi juga berupa uang tunai.

Tidak hanya sponsorship, tetapi juga stadium tour (tur di dalam stadion), merchandising, dan aktivitas lainnya yang bernilai komersil. Sebagai contoh saja untuk merchandise, penjualan jersey Real Madrid bernama punggung Cristiano Ronaldo sudah menutupi nilai yang dibayarkan oleh Real Madrid kala merekrut dari Manchester United. Yaitu sebesar 80 juta poundsterling. Pengeluaran Los Merengues ditambah lebih dari 106 juta poundsterling untuk menggaji CR7 selama 6 tahun sejak 2009.

Building the brand of football club

Brand building klub sepak bola adalah dengan membuat klub selalu berada di hati mereka para pendukung.

Strategi Pertama: Buat Kehebohan Melalui Rekrutmen Anyar

MU memang tidak pernah main-main soal brand building ini. Salah satu buktinya manakala tetangga mereka yang berisik (noisy neighbor) menghadirkan Guardiola sebagai pelatih, United tidak mau kalah langkah. Jose Mourinho diperkenalkan sebagai head coach.

Keduanya pernah “berseteru” selama di La Liga Spanyol. Dan demi mendapatkan untung lebih banyak, manajemen MU bersedia meramaikan hingar-bingar Premier League melalui rekrutmen pelatih kepala yang baru. Secara tidak langsung, para pemilik/pengelola klub memang “bertanggung jawab” untuk membuat penonton Premier League menjadi berlipat dibandingkan sebelumnya.

Analogi yang sama justru lebih banyak berlaku dalam rekrutmen pemain. Real Madrid seringkali berusaha memecahkan rekor transfer fee mereka sendiri dengan tujuan brand building.

Strategi Kedua: Membangun Basis Fans yang Baru

Park Ji Sung (Korea Selatan) di Manchester United.

James Rodriguez (Kolombia) di Real Madrid.

Dengan merekrut keduanya, kedua klub tersebut berhasil mencuri perhatian dan menarik engagement dari para pecinta sepak bola di negeri asal sang pemain. Hal ini, paling tidak bisa diukur dari berapa banyak jersey atas nama dan nomor pemain tersebut, di negara asalnya.

Strategi Ketiga: Merangkul Media

Media adalah komponen yang tidak kalah penting dalam industri sepak bola modern. Media yang tidak dimiliki saja dapat turut berkecimpung, mengeruk pundi-pundi uang, apalagi media massa yang dimiliki sendiri. Kepemilikan media akan menunjang panasnya pemberitaan soal klub tersebut.

La gazzetta dello sport memang memiliki hubungan khusus dengan juventus. media lokal yang selalu membahas sepak bola setiap hari.

Strategi Keempat: Kontrak Pemain Berkualitas

Chelsea membangun tim juara tersebut tidak murah. Tetapi pemain-pemain mahal dapat mendatangkan kesuksesan dengan instant. Saya bisa simpulkan bahwa pembelian pemain mahal (yang biasanya berbanding lurus dengan kemampuannya) adalah strategi yang tepat dalam membangun brand klub. Nilai brand klub ini semakin baik mengingat prestasi-prestasinya belakangan ini. Misalnya 4x juara EPL. Fa cup. Europa league (2013) Champions League (2012).

Terbukti, brand Chelsea FC semakin baik dalam 10 tahun terakhir.

https://www.theguardian.com/football/2017/jan/19/manchester-united-record-revenue-deloitte-football-money-league-rich-list-real-madrid

 

2 thoughts on “Brand Klub Sepak Bola

    • in shaa Allah betul, uda. Karena Persib adalah brand berbasis kota bandung, tetapi sudah menjadi jiwa bagi Jawa Barat.

      Dengan kata lain, brand persib sudah berada di hati para penggemarnya.
      berada di hati, itulah tujuan branding yg sebenar-benarnya.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s