Darimana saya mendapatkan konten? Berikut tips yang bisa kamu lakukan


Saya berlangganan email dari mereka. Jadi saya ini adalah leads yang berupaya mereka konversi menjadi penjualan.

Kalau saya berminat dengan headline mereka, maka saya klik link yang mereka maksud. Isi email biasanya memang hanya pancingan saja.

Tujuan akhirnya tetap membawa saya (alias pelanggan email) berangkat ke website yang bersangkutan. Email marketing memang termasuk salah satu strategi untuk mendatangkan traffic ke website.

email-marketing

Dalam halnya kompetisi memperebutkan email subscriber, sekali lagi teori positioning terus berlaku dan menunjukkan kedigdayaannya. Bahwa para pemain online harus terus membangun perbedaan dengan kompetitor –langsung atau tidak langsung– supaya bisa terus eksis.

Buat yang gagal mempertahankan eksistensinya, unsubscribe adalah risiko hukuman dari para pelanggan. Sehingga pelanggan ini langsung berubah status sebagai orang asing.

Kelebihan berlangganan konten via email memang di situ: kita leluasa melakukan unsubscribe. Kapan saja kita bisa melakukannya. Dan prosesnya tidak ribet. Sama mudahnya seperti dahulu kita mulai berlangganan.

Kesimpulannya? Jangan takut untuk berlangganan konten dari mereka. Ini bukan langganan SMS yang tidak bisa un-reg (ke provider telko) itu.

Sebagian besar yang saya subscribe adalah para konsultan internet marketing. Di mana, fokus konten mereka memang berbeda-beda. Ada yang fokus di strategi, juga ada yang kuat di taktik.

Ah iya, saya jadi ingat branding dan selling. Branding adalah strategi, selling adalah taktik. Lengkapnya bisa dilihat lagi di sini

Berikut saya sampaikan website dari beberapa tokoh internet yang saya pelajari ilmu-ilmunya:

(1) fikryfatullah.com Beliau ini kuatnya di taktik. Penyampaian dalam bahasa kita sendiri, Indonesia, pastinya bikin kita enggak salah tangkap.

(2) neilpatel.com adalah blog pribadi Neil Patel. Blog dari korporatnya di quicksprout.com Karena berbahasa Inggris, maka bisa jadi kita salah interpretasi. Kekuatan beliau di level strategi. Yakni strategi yang bisa dieksekusi saat ini.

(3) mirandamarquit.com Miranda Marquit adalah guru saya dalam kelas menulis dan blogging. Menulis di internet bukan perkara yang sama dengan menulis di media yang lain. Sebab di internet ada faktor-faktor (SEO hanya salah satunya) yang harus kita perhatikan.

(4) briansolis.com Brian Solis Banyak memberikan ‘terawangan’ tentang dunia bisnis dan pemasaran digital ke depan. Beliau banyak mengulas inovasi-inovasi baru yang menurutnya akan menjadi tren di masa datang.

Karena masih berupa ‘terawangan’, belum tentu tren tersebut akan relevan sehingga harus dieksekusi sekarang. Itulah bedanya dengan Neil Patel yang strateginya sudah mendesak untuk dieksekusi saat ini.

(5) WPBeginner. Email yang dikirimkan oleh mereka biasanya adalah akumulasi dari artikel di website wpbeginner.com . Setiap sudah 3 artikel, mereka kirimkan email.

Kira-kira demikian yang saya ingat. Sebenarnya masih ada yang lain. Semisal HubSpot.com yang fokus di marketing, namun banyak cabang-cabangnya. Dan semuanya penting untuk kita kuasai.

Sebagai blogger yang fokus di tulisan, saya merasa cukup dengan informasi seputar pengoperasian WordPress –yang sederhana tentu saja. Tidak perlu sampai coding atau programming.

Kebutuhan saya yang sederhana itu memang sudah sesuai dengan promise “beginner” mereka. Ini namanya brand had deliver the promise. Coba cek juga analogi pemasaran yang lain

Kamu juga bisa melakukan hal yang sama. Belajar dari berbagai sumber online yang kompeten dan relevan.

Sebab di internet itu ada banyak sekali ragam konten. Penyedia kontennya juga banyak sekali. Parenting? Ada. Business? Jelas ada. Entrepreneurship? Ada juga.

Sekali lagi, yang perlu dilakukan hanya mengklik “subscribe” pada jenis konten yang kamu inginkan.

Saya pun berlangganan email dari dadandburied.com, karena mereka menawarkan sudut pandang yang menarik. Tagline mereka yaitu anti-parent parenting. Sebagai mas-mas yang sudah menjadi orang tua😀, saya perlu mengikuti blog tersebut.

Ya namanya juga sudah jadi orang tua ya. Fasenya sudah berbeda. Bukan lagi mikirin apakah dia jodoh yang dikirimkan oleh Tuhan untuk aku, bukan ya? Atau rangkaian acara pernikahan yang melelahkan tapi bikin bahagia itu.

P.S. Kalau kamu merasakan manfaatnya, kamu boleh banget share tulisan ini🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s