(short) Story of My Life


Saya dulu kuliah S1 farmasi. Tetapi tidak sampai menjadi apoteker. Kenapa? Alasannya saya paparkan di sini. Mungkin kalau saya meneruskan apoteker lalu bekerja di pabrik/industri farmasi, saya bisa merilis produk-produk tersayang industri farmasi, kali ya 😀

Bukan berarti profesi apoteker itu buruk ya. Malah sangat baik. Ketidakcocokan hati saya saja yang melarang saya menjadi apoteker. Bahkan hipwee.com pernah membahas profesi apoteker di sini. Ada juga blog apotekerbercerita.wordpress.com. Sayang blog tersebut lama tidak di-update.

Lanjut ya. Saya sempat bimbang pada awalnya, apakah mau S2 atau kerja lalu segera menikah. Akhirnya saya memilih S2. Saya ambil jurusan manajemen.

Saya sempat renungkan juga kenapa saat itu pilih S2 dulu. Padahal S2 bisa kapan saja. Jadi saya waktu itu masih fresh graduate, belum ada pengalaman bekerja, dan langsung mengambil S2.

Sekarang, setelah 3 tahun bekerja, saya punya kesimpulan tersendiri. Teori sebagai fondasi itu penting. Sebab itu kita kuliah kan. Atau minimal kuliah diploma. Selanjutnya di dunia kerja kita jadi tahu teori mana yang aplikatif, atau teori mana yang sudah ditinggal jaman. Tentu saja kita bisa lakukan kreasi, modifikasi, dan inovasi.

Lanjut lagi. Apakah kamu mau mengambil S2 saja, supaya fokus sama pendidikan, atau kamu mau S2 sambil kerja? Silakan saja pilih salah satu. Masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya kok.

Bisa juga S2 sambil freelance. Masih dapat duit, tetapi tidak terbebani dengan pekerjaan. Fokus tenaga dan pikiran bisa diutamakan ke kuliah.

Related Post(s): 
cara menabung untuk S2 
memilih program studi S2   

Dalam perjalanan, saya ingin fokus di konsentrasi pemasaran. Tidak dalam sih, namanya juga MBA. Semua serba sedikit. Kalau konsentrasi pemasaran ini hanya 9 sks — dari total 39 sks MBA.

Saat itu saya lebih memilih pemasaran, dan bukan memilih keuangan. Untuk memperkuat kamu yang tertarik manajemen keuangan, kamu bisa baca di sini.

Dari menggeluti pemasaran, saya jadi paham betapa stratejiknya pemasaran itu. Tapi memahami pemasaran juga membuka wawasan saya bahwa fungsi penjualan (sales/selling) demikian penting.

Jadi yang satu penting, yang satu stratejik. Fokus di salah satu saja, dapat menciptakan gap komunikasi pemasaran. Dan ini tidak baik. Keduanya harus ditekuni. Marketing itu stratejik supaya usaha bisnis bisa berumur panjang. Sales itu penting karena kita dapat duitnya dari situ.

Dalam perjalanan mempelajari pemasaran, saya menemukan bahwa lapangan bermain big company dengan UKM itu sangat berbeda. Bukan sekedar beda modal, tetapi beda kapasitas pemasaran. Saya kira, ada 4 masalah pemasaran UKM.

UKM itu bisa memanfaatkan internet sebagai channel marketing. Untuk berjualan di marketplace seperti tokopedia, bukalapak, lazada, dan sejenisnya. Sejak ada internet, entry barrier untuk UKM sudah berkurang satu.

Bagi para UKM berbasis produk, hanya langit yang membatasi potensi omzet mereka. Sekarang sudah ada beragam jasa kurir yang dapat mengantar produk mereka hingga ke pelosok nusantara. Tinggal lakukan internet marketing saja.

Untuk kamu yang mau memperdalam bisnis UKM dengan bantuan internet marketing, kamu bisa baca beberapa buku –yang UKM banget– berikut ini:
Jago Jualan di Instagram 
Line Marketing 
7 Langkah Jitu White Hat SEO  
Optimasi Toko Online 
Bisnis Online Milyaran  

Bahkan beberapa cabang jasa kurir bela-belain memberikan layanan pick-up untuk online shop yang laris manis tanjung kimpul 😀

UKM berbasis layanan juga mendapat keuntungan dari internet. Website sebagai “kartu nama”, atau “banner”. Dan social media sebagai cara memancing internet user untuk berkunjung ke website dan memberikan identitasnya.

Sementara demikian dulu ya, short story of my life. Saya coba lanjutkan tulisan saya di blog yang lain.

One thought on “(short) Story of My Life

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s