cara menabung untuk S2


kesempatan untuk menempuh pendidikan S2 semakin terbuka. tawaran pendidikan S2 semakin beragam. datang dari dalam dan luar negeri. pilih jurusan berbeda dari S1 pun sangat mungkin dilakukan.

S2 sebagai salah satu jenjang pendidikan, adalah salah satu cara untuk melatih otak untuk berpikir. secara umum, pendidikan yang lebih tinggi memang memberikan nilai uang yang lebih tinggi — tapi berlaku jika dan hanya jika kita berhasil menemukan employer yang tepat pasca lulus.

ada beberapa cara untuk melatih otak berpikir. (1) ikut pendidikan tinggi: S1, S2, atau S3. (2) ikut bekerja proyek riset. bisa dari kampus, lembaga riset, atau perusahaan riset. (3) bekerja di kantor konsultan. pekerjaan konsultan pastinya menuntut kita berpikir keras.

boleh banget bercita-cita jadi lebih kaya dengan pendidikan yang lebih tinggi. tidak dilarang, kok. tapi sebelumnya ayo pastikan kita mengambil S2 dengan prioritas utama adalah untuk belajar. mari luruskan niat. bismillahirrahmanirrahim.

kalau belum lama lulus dari S1, biasanya kemampuan finansial pribadi belum mendukung rencana tersebut. sebab itu, ada kalanya lebih baik berhitung dulu. kapan sebaiknya kamu kuliah S2. begitu kamu sudah tahu kapan kamu akan mengambil kuliah S2, selanjutnya adalah persiapan biaya kuliah S2.

ada beberapa alternatif sumber pembiayaan S2: (1) biaya sendiri. hasil keringat dari bekerja atau berwirausaha (2) beasiswa. baik dari lembaga pemberi beasiswa. atau beasiswa dari kantor (3) yayasan ayah bunda. alias dana dari orang tua.

tidak heran generasi kekinian semakin banyak yang tidak buang-buang waktu dulu untuk langsung melanjutkan ke pendidikan S2 begitu mereka lulus S1. sebab begitu melimpahnya dana dari yayasan ayah bunda.

related post:
kuliah S2 sambil kerja, mengapa tidak?
memilih program studi S2

baik dari beasiswa, atau dengan dana sendiri, tentu kita harus melakukan perencanaan keuangan yang memadai dalam rangka memulai, menempuh, dan menyelesaikan pendidikan S2. lama pendidikan berkisar 1,5-3 tahun.

mudah-mudahan cukup 2 tahun saja ya untuk menyelesaikan S2. dengan salah satu aspek krusial dan sering ditanyakan adalah bagaimana cara menabung untuk S2. berikut kita bahas beberapa faktor yang relevan dengan topik tersebut.

tempat tinggal. kuliah di kota yang sama dengan tempat tinggal, berarti bisa sambil bekerja. ada tambahan dana untuk bayar kuliah. kalau beda kota? berarti pekerjaan harus direlakan untuk sementara karena kamu harus fokus dan menyelesaikan pendidikan S2.

macam biaya yang keluar. biaya pendaftaran kuliah, biaya buku, dan biaya lain-lain. ini penting diketahui sejak awal supaya pendidikan S2 tidak terputus di tengah jalan. sebagai akibat puncak dari kesalahan perhitungan dan antisipasi biaya pendidikan.

inflasi pendidikan itu besarnya 15%-20% setiap tahun. lebih cepat mengambil pendidikan S2 sebenarnya lebih baik. karena sudah ‘mematok harga’ di depan kan. analoginya mirip dengan pembelian/investasi rumah. harga sudah disepakati di depan dan tidak akan mengalami kenaikan.

berikut adalah cara-cara menabung untuk S2:

  1. menabung dengan tabungan rencana. karena autodebet, maka tidak mengganggu keuangan yang lain. ini dilakukan sembari bekerja. maksimal bagian gaji yang ditabung/diinvestasikan untuk S2 adalah 30%.
  2. pinjaman bank untuk sekolah/kuliah belum familiar di Indonesia. di Amerika Serikat, namanya student loan. selain AS, ada juga australia. tentu tidak ada pinjaman bank kalau S2 di Indonesia. tapi itu bisa jadi alternatif kalau kamu S2 di AS atau Australia.
  3. beasiswa dari kantor. persyaratan yang saya tahu adalah masa kerja 2n+1. dimana n adalah masa kuliah (dalam tahun). pastinya kantor punya perencanaan karir untukmu. sebab itu tidak sembarang jurusan bisa dipilih olehmu.
  4. beasiswa dari kampus. ada kalanya diikutsertakan dengan kewajiban bekerja di laboratorium atau pusat riset di sana. alias menjadi periset di sana. atau ada kewajiban menjadi asisten mata kuliah atau asisten dosen.
  5. Selain program beasiswa dari kampusmu, kamu harus mengecek program beasiswa DIKTI (khusus untuk tenaga pengajar universitas), beasiswa LPDP dari Kementerian Keuangan, dan program khusus Presidential Scholarship.
  6. Mau mencoba kuliah S-2 di luar negeri? Manfaatkan bantuan program Erasmus Mundus dari Uni Eropa, Chevening dari Pemerintah Britania, Fulbright dari Amerika, Australia Awards, Studeren in Netherland (StuNed), Korean Government Scholarship Programme, hingga Monbukagakusho.
  7. menyimpan emas sebagai bekal untuk membayar pendidikan S2. sejak saya mengenal perhiasan emas senilai Rp25 ribu per gram, hingga saat ini harga emas tidak pernah turun. jadi, seiring dengan inflasi pendidikan, tabungan dalam bentuk emas adalah solusi untuk kamu yang ingin membayar pendidikan S2 secara mandiri.

Demikian beberapa solusi finansial yang terbayang dalam benak saya. bila kamu pembaca blog ini ingin melanjutkan ke pendidikan S2. cita-cita besar memang tidak pernah salah. dan tidak salah juga bila kita ingin merealisasikan cita-cita tersebut.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s