tips hidup hemat di jakarta


saya coba share pengalaman saya hidup di jakarta. jadi ceritanya saya langsung bekerja di jakarta tidak lama setelah lulus dari program S2. sebagai fresh graduate yang baru bekerja, tentu saja gaji belum banyak-banyak amat.

Live Simple aja. Ga usah banyak gengsi.

jadi belum bisa beli yang kurang-kurang penting. semisal smartphone, atau tablet yang belum tentu perlu. harus perbanyak menabung supaya bisa berinvestasi. apalagi nantinya pastinya harus beli rumah kan. mosok mau tinggal di rumah kontrakan terus?

jadi saya coba share di sini mengenai cara hidup hemat di jakarta.

tentang tempat tinggal 

saya pilih kost dengan layanan yang saya butuhkan saja. terlalu dingin kalau pakai AC. saya bisa kedinginan dan masuk angin. jadi pakai kipas angin saja. malah kipas anginnya lebih sering tidak dinyalakan daripada dinyalakan.

tinggal di apartemen belum tentu murah lho. kalaupun harga sewa dari pemilik apartemen kita dapat yang murah, bisa jadi ongkos pemeliharaan apartemen tersebut — sampah, kebersihan, dll — juga masih tinggi.

menurut hemat saya, tetap lebih baik sewa kamar kost. karena tidak dua kali bayar seperti sewa apartemen. sebelumnya saya sudah pernah menulis tentang tips memilih kamar kost.

mengenai transportasi 

cari tempat tinggal dekat. yang disebut dengan dekat adalah terjangkau dengan jalan kaki. maksimal 15 menit kalau dengan sepeda motor. bagus juga lho kalau agak jauh tapi bisa terjangkau dengan busway, angkot atau metromini.

yang terakhir ini hati-hati dengan pencopet. saya pernah mengalami kecopetan karena waktu itu saya bolak-balik mengeluarkan handphone dari kantong baju sambil mengantuk. jadilah pada suatu titik waktu, handphone saya tidak lagi di kantong.

saya pernah tiga kali pindah kost — total ada 4 kost. dari yang dekat sekali juga ada. tidak sampai 5 menit dari tutup pintu kost sampai duduk di kursi kantor. perlu naik metromini juga ada — tapi masih terjangkau dengan jalan kaki. sekitar 25 menit jalan kaki.

macetnya jakarta, terutama di jam berangkat kantor dan jam pulang kantor, bisa bikin stress. aspek psikologis kita jadi enggak karuan.

related post: 
cara mengatasi stress 
cara mengelola stress 

selama waktu tersebut, saya bekerja di sebuah kantor konsultan. saya pilih pekerjaan konsultan karena beberapa alasan: (1) jadwal pekerjaan yang relatif fleksibel sekaligus menghindari macet — pergi bisa agak siang pulang bisa agak malam

(2) kantor konsultan biasanya tidak di tengah kota banget; jadi tidak di segitiga emas thamrin – sudirman – kuningan. malah dekat dengan daerah perumahan — kalau pusat belanja di jakarta kan ada di mana-mana ya.

(3) gaya hidup. konsultan, selain bekerja di kantor sendiri, juga ada kalanya bekerja di kantor klien — which is tidak mungkin diberi suguhan yang biasa saja. atau meeting dengan klien di cafe atau restoran. baik yang stand alone ataupun berada di dalam mall.

tentu semua gaya hidup tersebut adalah bagian dari pekerjaan. jadi pasti di-reimburse kantor. sebab kerjaan konsultan harus dikerjakan dengan mood yang lagi asyik. atau harus di-support dengan menu yang asyik-asyik pula.

soal makan 

pagi cari sarapan yang murah. kebetulan dekat kantor ada nasi kuning (tanpa gorengan) seharga Rp5000,-. siang makan warteg. saya incar sayur dan pisang, biasanya. supaya pencernaan tidak terganggu karena kurang serat (fiber). malam tidak harus makan.

kalau saya makan terus, terutama makan nasi terus, perut saya bisa buncit. itu salah satu diet saya. diet yang lain adalah mengurangi gorengan atau junk food. bukan menghindar sama sekali, tapi benar-benar tahu batas.

kebanyakan gorengan sedikit aja bisa bikin batuk. junk food juga biasanya sepaket dengan minuman karbonasi, ‘kan? hati-hati lho itu kandungan gulanya tinggi. ya sama sih dengan minuman kemasan yang lain. semua bergula tinggi.

related post: 
my mindful eating 

sering-sering main ke hypermarket atau supermarket. cari dan kejar barang-barang diskon. biasanya karena sudah mulai membusuk. tentu jangan beli banyak-banyak. secukupnya saja. yaitu, jangan sampai kita makan ketika benar-benar sudah membusuk.

nah, yang satu ini ada hubungannya dengan kamar kost. carilah kost yang memiliki dapur bersama. bisa tanggung bersama, bisa pula sudah include dengan biaya kost. supaya habis belanja di hypermarket, bisa masak di dapur kost.

mengapa? karena secara hitung-hitungan akan lebih murah. apalagi sekali masak bisa untuk 2-3 kali makan. kalau kamu tipe yang suka eksperimen di dapur, oke banget tuh cari kost yang ada dapurnya.

jadi kira-kira demikian mengenai cara hidup hemat di jakarta. mudah-mudahan berguna untuk kamu yang membutuhkan. khususnya kamu-kamu pembaca blog ini yang merupakan fresh graduate (belum lebih dari 3 tahun bekerja).

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s