Pekerjaan Konsultan


saya ingin meluruskan beberapa mitos mengenai pekerjaan konsultan. Khususnya mitos-mitos consulting job yang sering dibahas di Indonesia.

1) Pays a lot of money. Jangan pilih consulting karena uang. Sama seperti profesi yang lain, pekerjaan konsultan menurut saya sangat terkait dengan passion. Kualitas pekerjaan yang dihasilkan sangat bergantung dari passion/tidaknya yang bersangkutan. Mau sudah profesional seperti apa pun juga, tentu hasilnya akan berbeda kalau dikerjakan dengan passionate. Kantor-kantor konsultan sebagian besar ada di ibukota negara—atau kota yang dijadikan pusat bisnis. Basic salary di industri konsultan cukup ok dibanding industri lain. Salah satu alasannya adalah tidak ada uang lembur – maka basic salary langsung besar.

Kalau dapat proyek di luar negeri, bisa dapat tambahan per diem yang lumayan. Tapi ya itu aja. Konsultan itu cuma bawa laptop, telepon, dengan otak – enggak ada yang lain. Kalau berharap dapat mobil, apartemen, etc dari perusahaan, silakan bermimpi saja. Hehe. At least gaji kamu engga akan dipotong untuk dana pension – karena memang gak ada dana pension. Hanya untuk benefit seperti asuransi, cuti, dan lainnya ya kira-kira sama dengan industri yang lain.

Simpulannya adalah, salary-nya tidak begitu buruk, tapi – sebagaimana pekerjaan yang lain — tolong pilih consulting job karena suka dengan pekerjaannya, bukan karena uangnya.

2) Much traveling. Sometimes yes, sometimes not. Karena traveling atau tidak tergantung dari posisi headquarter klien. For big ‘boutique consultants’ seringkali mereka perlu ditempatkan di kantor konsultan di negara lain. Tentu ada allowance and transportation. Untuk konsultan lokal, sometimes bila ada ‘produk’ baru, traveling ke berbagai kota mungkin saja dilakukan. Traveling ini dalam rangka kampanye ‘produk’ tersebut.

Di berbagai kantor konsultan, ‘produk’ yang banyak ditawarkan kepada publik, adalah hasil riset (dalam bentuk presentasi atau report), atau training mengenai suatu topik tertentu. Untuk customized ‘produk’, selain dua di atas ada juga pekerjaan konsultasi. Jadi basis ‘produk’ di kantor konsultan adalah ketiga ‘produk’ tersebut.

3) Unbalance worklife. It depends. Setahu saya hal tersebut memang terjadi di ‘boutique consultants’. Tapi di kantor konsultan lokal, hal ini tidak terjadi. Yang jelas akan kamu alami di kantor konsultan lokal adalah waktu kerja yang lebih fleksibel. Tidak harus datang ke kantor pagi, meski belum tentu pulang on time dari kantor. Lokasi kerja juga fleksibel, karena tidak harus di kantor. Bisa juga di rumah, di kantor klien, kafe, dan lainnya.

Datang ke kantor wajib untuk koordinasi dengan rekan-rekan satu proyek. Jadi konsultan itu engga berarti engga ada worklife balance, hanya saja waktu kamu jadi jauh lebih fleksibel. Baik dalam arti positif atau negatif. Most of the time, konsultan kerjanya sangat fleksibel. Suatu waktu bisa pulang jam 9 malam, di hari yang lain bisa pulang jam 5 sore. Hal tersebut tidak masalah karena kehilangan waktu pribadi hari ini, tapi dapat ganti waktu di lain hari.

Lagipula PowerPoint adalah salah satu hal terbaik dalam hidup saya. Minimal engga membosankan, hehe. Yang selalu saya lakukan adalah memikirkan, menulis, mempresentasikan, dan merevisi pekerjaan saya di PowerPoint. Oiya, sebagai konsultan, ada kalanya kita “on the beach”, santai alias gak ada proyek. Mungkin totalnya sekitar beberapa minggu dalam setahun. Mostly, saya habiskan dengan blogging.

4) You need an MBA degree. Pertanyaan ini biasanya terkait dengan pekerjaan management consulting. Apakah modal s1 dari perguruan tinggi negeri sama saja dengan modal s2 MBA? Seperti banyak perusahaan yang lain, kalau sudah di dalam, tingkat pendidikan kamu akan dianggap sama saja. Untuk masuk kantor konsultan, pengalaman bekerja kamu (misal sudah pernah bekerja sebelumnya), akan memberi back-up pada kamu.

Buat mereka yang nol pengalaman tapi udah punya gelar MBA, itu akan memberi back-up (juga). Kalau kamu sudah punya keduanya, nah itu bisa banget jadi alasan kamu untuk bernegosiasi posisi dari awal. Intinya punya gelar MBA akan bermanfaat, tapi ternyata tidak harus dan tidak mendesak.

5) You will receive a lot of training. Jawabannya adalah tidak. Dan jangan berharap mereka akan menyekolahkan kamu di sebuah sekolah bisnis ternama. Tapi kamu akan mendapatkan mentorship setiap pekan. Karena sebagian besar konsultan memang suka berbagi ilmu—baik ke pihak internal maupun klien. Kedua, sebagai besar pembelajaran kamu peroleh langsung ketika mengerjakan proyek – on the job training (OJT).

Di sisi employer, ada kalanya alasan mereka merekrut adalah background pekerjaan kamu sebelumnya. Dengan konsultan dari beragam background, tentu akan membantu mereka dalam mengeksekusi consulting job dari klien. Triknya adalah belajar secepat-cepatnya dengan berbagai referensi yang pernah mereka kerjakan sebelumnya. Terutama ketika proyek pertama kamu masih dalam fase-fase awal. Selanjutnya? Akan selalu ada pelajaran baru dalam setiap consulting job dari setiap klien yang kamu bantu.

6) Konsultan bukan cuma memberi rekomendasi. Sebab change management di perusahaan klien itu tidak mudah. Konsultan bukan sekedar bertanya masalah klien, merumuskan solusi, lalu memberikan final recommendation. Tidak hanya itu. Karena itu baru head-nya saja. masih ada heart dan hand yang (sebaiknya) juga dibantu oleh konsultan. Head: logika, analisis, dan rekomendasi. Heart: mengapa klien harus berubah. Jawaban filosofis ini yang dinanti oleh teman-teman karyawan di level eksekutor. Hand: menyederhanakan dan memudahkan implementasi perubahan ke dalam aktivitas sehari-hari.

Related Website:
Pekerjaan Konsultan
Consultans Mind

2 thoughts on “Pekerjaan Konsultan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s