Kelas Menengah dan Motor Sport


Berdasarkan data asosiasi sepeda motor Indonesia (AISI) pada tahun 2014, penjualan motor bebek telah turun drastis hingga mencapai 54% dalam rentang waktu 5 tahun (2009-2014). Sementara itu, motor sport naik tajam mencapai 133% pada periode yang sama. Jadi, kehadiran motor sport ini telah mengisi penurunan penjualan motor bebek dengan signifikan. Apa itu motor sport? Motor sport adalah kategori kendaraan roda dua dengan volume ruang bakar lebih dari 150 cc.

Apabila kita amati, baru-baru ini, motor sport telah menjadi pilihan baru kelas menengah Indonesia untuk berkendara. Ini terbukti sangat larisnya penjualan motor-motor sport keluaran Yamaha, Honda, Kawasaki, Suzuki, dan bahkan Ducati. Di mana, kami mendefinisikan kelas menengah Indonesia (Consumer 3000) memiliki tiga ciri utama. Pertama, memiliki daya beli lumayan tinggi (high resources). Kedua, pintar (more knowledgeable). Dan ketiga, secara sosial mereka terhubung satu sama lain (sociallyconnected).

Kelas menengah dengan tiga ciri utama tersebut memiliki kaitan yang sangat erat dengan motor sport. Berikut ini kita ulas beberapa poin menarik dari keterkaitan tersebut.

Emotional Benefit
Kami haqulyakin bahwa alasan utama larisnya motor sport di Tanah Air adalah emotional benefit. Artinya, kelas menengah membeli dan menggunakan motor sport bukanlah semata-mata untuk kebutuhan berkendara dari satu tempat ke tempat lain saja. Kelas menengah membutuhkan barang konsumsi seperti motor sport yang mampu mendongkrak imej mereka di mata kolega agar terlihat lebih keren, elegan, dan gagah.

Selain itu, motor sport termasuk kategori kendaraan dengan teknologi tinggi untuk menjamin keamanan berkendara. Para pembeli dan pengguna motor sport tentu feel safe mengenai keselamatan mereka di jalan raya. Di samping itu, mereka juga merasakan sense of success kala mengendarai jenis motor tersebut di jalan raya. Sebab para motor sport rider tersebut menggunakan motor berkelas tinggi dengan harga yang mahal pula. Feel safe dan sense of success merupakan emotional benefit yang dihadirkan oleh brand-brand motor sport.

Taste of Design
Sebagai segmen ekonomi-sosial yang berwawasan (knowledgeable), kelas menengah bisa dikatakan mengamati berbagai perkembangan desain di sekitarnya. Pengamatan ini kemudian berujung pada pemahaman serta preferensi konsumen terhadap produk-produk dengan desain yang berkualitas. Khusus untuk motor sport, desain dengan komposisi warna dan bentuk yang menarik mereka pandang sebagai suatu keindahan tersendiri.

Namun demikian, “taste of design” tidak melulu mengenai tampilan warna dan bentuk yang indah dari produk. Tetapi juga bagaimana produk tersebut didesain untuk “bekerja” bagi pengendaranya. Dengan desain yang lebih atraktif, sporty, suara knalpot cukup kencang, tarikan gas (akselarasi) lebih tinggi, warna elegan, dan harga yang mahal memberikan kenyamanan dan kepuasan berkendara tersendiri. Semua hal tersebut menunjukkan “taste of design” pengguna motor sport tersebut.

Massclusivity
Kepemilikan barang yang hanya dimiliki oleh kalangan terbatas akan menghadirkan rasa “diistimewakan” para konsumen pengguna brand. Perasaan eksklusif inilah yang dialami oleh para pemilik motor sport. Lebih lanjut, para konsumen ini merasakan keunikan serta kekhususan yang berbeda dari kebanyakan konsumen sepeda motor (terutama motor bebek dan matic). Meski demikian, hak yang istimewa ini kemudian berkembang menjadi eksklusifitas massal (mass exclusivity atau singkatnya massclusivity).

Sebab dalam rangka meningkatkan penjualan, brand pun tidak segan-segan untuk terjun dan menarget segmen ekonomi yang lebih massal. Seperti misalnya yang pernah dilakukan oleh produsen motor kelas dunia: Ducati. Perusahaan otomotif asal Italia ini merilis motor sport untuk kelas 800 cc dengan harga sekitar Rp 225 juta yang diyakini cukup murah serta lebih mudah dijangkau oleh kelas menengah.

Intinya, kami melihat produsen global seperti Ducati pun ingin menggarap pasar kelas menengah Indonesia yang telah tumbuh secara eksplosif, tetapi karena daya beli kelas menengah belum terlalu besar, sehingga Ducati menerapkan strategi value innovation.

Value Innovation
Sebagaimana yang disebut Prof. Chan Kim (ingat buku Blue Ocean Strategy) inovasi nilai (value innovation) adalah kemampuan menghasilkan extraordinary value dengan cara meningkatkan benefit, sekaligus menurunkan cost yang harus dibayar konsumen. Kelas menengah memang paling rajin menuntut adanya inovasi nilai. Segmen yang kian knowledgeable ini semakin men-drive berbagai pemain di seluruh industri untuk melakukan berbagai inovasi nilai.

Tidak terkecuali pada kategori motor sport. Inovasi nilai dilakukan lewat penerapan skema harga yang menarik untuk menopang berbagai benefit yang tercakup dalam satu unit motor. Dengan inovasi nilai seperti ini, motor sport kemudian laris di kalangan kelas menengah. Buktinya adalah banyak warga kelas menengah yang bela-belain memiliki motor sport dari berbagai brand. Meskipun harga motor jenis ini terbilang cukup tinggi, tetapi daya serap kelas menengah terhadap kategori ini menjadikan produk ini “laris manis tanjung kimpul”.

Dengan demikian, motor sport bukan lagi menjadi barang mewah, melainkan sudah masuk kategori mass luxury. Yakni produk-produk mewah (luxurious) tetapi dimiliki secara massal oleh masyarakat umum.

Berdasar semua ulasan ini, kami meyakini bahwa pasar motor sport ke depan akan sangat dinamis dan bergairah. Ini adalah kategori yang relatif baru dan tetap bertumbuh ke depan mengingat kelas menengah masih akan bertumbuh; baik secara jumlah maupun daya beli. Sehingga perlu eksplorasi dan pendalaman lebih lanjut oleh para pemain di kategori ini.

Related Post:
Akik
Value Innovation
Going Healthy

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s