Going Healthy


Pada artikel edisi sebelumnya kami banyak menyinggung perubahan psikografi kelas menengah di bidang kesehatan. Kami sebutkan bahwa kelas menengah yang knowledgeable, socially connected, dan more resources kini memiliki “health consciousness” yang tinggi. Psikografi segmen kelas menengah ini merentang dari sekedar sadar untuk memilih dan membeli produk/layanan (yang dipersepsikan sehat) hingga menerapkan gaya hidup sehat ke dalam kebiasaan sehari-hari.

Tentunya kebiasaan sehari-hari yang merujuk gaya hidup sehat ini harus menjadi acuan para brand manager atau brand owner dalam mengembangkan program-program pemasaran yang terkait. Sehingga aktivitas pemasaran juga harus naik kelas. Dari sekedar mengkomunikasikan asosiasi terhadap brand menjadi implementasi gaya hidup sehat sehari-hari. Untuk kepentingan tersebut, mari kita kupas satu demi satu strategi-strategi pemasaran yang dapat dilakukan oleh brand terkait dengan kebiasaan gaya hidup sehat tersebut.

Preventive-focused
Bicara prioritas, salah satu aspirasi kelas menengah terkini dalam bidang kesehatan adalah menjaga daya tahan tubuh. Jadi tidak perlu menunggu sakit lalu berobat. Melainkan sudah sejak awal mencegah sakit. Fokus pada pencegahan penyakit inilah yang layak menjadi perhatian serta prioritas bagi brand manager. Apalagi kesibukan yang semakin padat bisa jadi penyebab datangnya sakit. Contoh produk yang fokus mencegah penyakit: multivitamin, vitamin C, nutrition water, dsb. Contoh layanan dengan tujuan sejenis: pemeriksaan laboratorium, konsultasi diet dan olahraga, dll.

Aspiration Facilitators
Brand harus dapat berperan sebagai fasilitator untuk mewujudkan aspirasi kesehatan kelas menengah. Aspirasi kesehatan kelas menengah adalah “stay fit and healthy”. Aspirasi ini datangnya dari lubuk hati yang paling dalam. Peran brand sebagai “aspiration facilitator” ini harus tampak sejak awal melalui berbagai touch point dengan segmen yang menjadi target market. Tidak hanya lewat produknya saja, tetapi juga berbagai layanan yang menyertainya.

Mari kita dalami sedikit aspirasi “stay fit and healthy” tersebut. Jadi kehidupan yang “tetap fit dan sehat” adalah perjalanan berat menuju kehidupan yang lebih indah. Dari sanalah datangnya kebahagiaan yang diidam-idamkan oleh kelas menengah. Dimana, keindahan hidup yang tidak diwarnai dengan anggota keluarga yang sakit. Sebab sakit adalah kesengsaraan yang harus dihindari dan dicegah dalam waktu bersamaan. Sebab lain seperti stress akibat tekanan pekerjaan atau berbagai pikiran negatif juga menjadi sumber ketidakbahagiaan.

Lifestyle Marketing
You are what your habit. Perubahan menuju kesehatan yang lebih baik diawali dari perubahan kebiasaan sehari-hari. Life style biasanya identik dengan asosiasi cool (keren) di mata segmen pasar tersebut. Dan sebagai segmen yang knowledgeable, coolness itu penting bagi kelas menengah. Akibatnya, isu life style adalah isu penting dalam menyasar kelas menengah. Para marketer semestinya memanfaatkan gaya hidup (life style) dalam memasarkan produk dan layanan mereka.

Bagi kelas menengah, sehat tidak hanya untuk diri sendiri saja. Sehat juga merupakan modal awal dalam membangun percaya diri untuk bergaul dan berkoneksi secara sosial. Contoh, langsing yang terlihat oleh mata. Lalu, tubuh berotot yang bisa dipamerkan ke rekan-rekan dan komunitas. Perut six pack yang tidak “merusak” penampilan ketika sedang groufie. Intinya adalah kelas menengah memiliki kebutuhan akan penampilan yang lebih baik di mata orang lain. Semua kebutuhan tersebut merupakan bukti nyata bahwa kelas menengah menghendaki healthy life style.

Your Brand as Movement
Movement identik dengan kampanye. Tapi movement bukan sekedar kampanya yang berisi ajakan semata. Brand movement yang cool adalah brand movement yang sifatnya edukatif serta turut mengatasi masalah-masalah kesehatan di masyarakat. Sehingga akan berimpak positif pada brand produk atau layanan kesehatan itu sendiri. Di samping itu akan melahirkan para advocator yang tulus ikhlas turut meramaikan dan menyebarluaskan kampanye dan gerakan yang cool tersebut.

Jadi saran kami, para marketer tidak hanya berkampanye mengenai betapa penting, keren dan bermanfaatnya gaya hidup sehat. Melainkan sudah membawa brand yang dibesut ke dalam format gerakan yang mengedukasi dan mengajak kelas menengah kebanyakan. Kelas menengah memiliki kebanggaan tersendiri manakala dirinya dianggap sebagai inspirator untuk gaya hidup sehat di lingkungan keluarga, kolega, maupun rekan kerja. Tujuan akhirnya adalah menciptakan inspiring advocator.

Maximize Content Marketing
Isunya adalah informasi yang diberikan harus kredibel, lengkap nan terpercaya. Sekali lagi, tidak lain dan tidak bukan karena kelas menengah adalah segmen yang knowledgeable. Para content-based marketer harus tekun dalam men-deliver konten. Targetnya adalah membuat kelas menengah berlangganan artikel/status/post/tweet mengenai kesehatan dari brand anda. Tidak hanya melalui social media, website sebagai “rumah brand di dunia maya” juga harus oke punya. Ujung-ujungnya adalah agar brand search-able di lanskap yang serba digital ini.

Facilitate Social Connection
Brand yang memfasilitasi gaya hidup sehat harus turut serta dalam memfasilitasi salah satu kebutuhan utama kelas menengah: social connection. Brand dapat ikut mensponsori atau berkolaborasi dalam menciptakan ruang-ruang bagi kelas menengah untuk bersosialisasi dan bergaul dengan sesamanya. Misalnya lomba lari marathon atau futsal antar komunitas. Meski ada unsur “fake healthy lifestyle” di sana. Yaitu keinginan eksis dan narsis di lingkungan teman-teman. Fasilitas “social connection” menjadi penting agar kelas menengah merasa “cool” dalam mengikuti berbagai event dan aktivitas tersebut.

Related Post:
Healthy Life Style

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s