New Year Resolution Marketing


Beberapa hari terakhir di bulan Desember dan beberapa hari di bulan Januari biasanya jadi waktu monumental untuk kontemplasi. Mengingat apa saja yang terjadi selama setahun kemarin dan evaluasi tercapai atau tidaknya segala resolusi tahun baru (2014). Di saat yang sama, biasanya jadi momentum juga untuk menyusun resolusi tahun baru (2015).

Nah, alangkah “oke”-nya kalo kita sebagai marketer bisa memanfaatkan momentum ini. Salah satu tugas marketer memang “riding the wave of consumer trends”. Berikut ini juga termasuk hasil “kontemplasi” saya😀

Perhatikan tren yang sedang berlangsung di sekitar kamu. Resolusi tahun baru biasanya dapat kita bagi dalam  empat kategori berikut: 
1. Pengembangan diri/pendidikan: Belajar sesuatu yang baru/menarik. Belajar mengelola waktu lebih baik. Belajar mengelola pekerjaan. Mengambil program MBA. Mengejar passion. Atau misalnya pergi ke daerah/negara lain yang belum pernah dikunjungi. Di Indonesia, masih banyak lho daerah wisata yang belum kita tahu dan belum kita kunjungi. Mungkin juga ada yang sedang memimpikan profesi idaman-nya🙂
2. Kesehatan: Mindful eating. Turunkan berat badan. Hindari StressStay fit and healthy. Intensif berolahraga di rumah.  Atau daftar dan berolahraga rutin di gym. Rutin “bermain” di car free day (CFD)  :)
3. Keuangan: Spend less, save more. Mulai berinvestasi. Mewujudkan mimpi kebebasan finansial. Buka account Reksa Dana atau mulai “bermain” saham. Lebih sering bersedekah. Tambah jumlah keping emas untuk tabungan haji.
4. Relationship: Jatuh cinta (dan menikah). Mudah-mudahan segera ketemu jodoh-nya masing-masing ya🙂 Tentu saja, ini adalah resolusi tahun baru bagi para jomblo (kena lagi deh jomblo-ers😀 ). Habiskan waktu lebih banyak untuk keluarga (biasanya bagi yang sudah bekerja).

Ciptakan kampanye berdasar tren tersebut. Dalam setahun ke depan, buat brand kamu menjadi brand yang membantu/mengantar/berkolaborasi dengan konsumen dalam menjadi versi terbaik mereka. Format kontes menjadi format paling tepat. Manfaatkan social media untuk menciptakan buzz-nya. 9% dari responden menyatakan berbagi di social media membantu mereka tetap fokus dengan resolusi mereka. 17% di antaranya berkolaborasi dengan teman, keluarga, atau grup online. responden Supaya low budget high impact, gandeng komunitas yang sudah ada.

Bicaralah dalam bahasa konsumen. Orang-orang akan mencari solusi jangka panjang (minimal setahun) yang mampu membantu mereka mewujudkan resolusi tahun 2015. Hindari tujuan yang kurang realistis. Sebaliknya, dukung resolusi yang masuk akal agar tidak merusak “promise” brand kamu.

Hubungkan dengan penjualan. Pastikan kampanye tersebut terkait langsung dengan penjualan produk atau jasa yang kamu tawarkan. Misalnya lewat diskon promo, atau product bundling, atau format yang lain.

Orang-orang yang menyampaikan resolusi mereka secara eksplisit 10x lebih mungkin dalam mencapai tujuannya daripada mereka yang tidak menyuarakan resolusi secara lebih eksplisit.

Artikel ini diinspirasi dari link ini.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s