Menanggapi Kenaikan BBM


Tadi malam (17/11/2014) pukul 22.00, Presiden Jokowi mengumumkan kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Untuk solar menjadi Rp7.500,- dan premium menjadi Rp8.500,. Menanggapi Kenaikan BBM ini, mari kita jadikan peristiwa ini sebagai sebuah studi kasus.

Dalam TOWS analysis, situasi seperti kenaikan BBM ini dimasukkan ke dalam kelompok threat (ancaman) dari lingkungan eksternal. Artinya, adalah kita harus melakukan tindakan antisipatif terhadap ancaman-ancaman semacam ini yang mungkin dapat meluluhlantakan bisnis kita.

TOWS analysis ini biasa menjadi bagian dari rapat besar mengenai strategi dan taktik perusahaan ke depan. Range waktu yang digunakan antara 1-3 tahun ke depan. Tentu ini menyesuaikan dengan seberapa cepat perubahan-perubahan terjadi di lingkungan usaha perusahaan anda.

Pasar (yang terdiri dari perusahaan kita, para pemain, dan para kompetitor) tidak akan bersikap wait and see menanggapi threat kenaikan BBM ini. Harga jual produk akan menyesuaikan dengan marjin laba yang ditargetkan dan persentase kenaikan barang modal. Tentu saja para kompetitor juga akan berpikir yang sama. Penyesuaian pasar terjadi sejak h+1 hingga 3 bulan ke depan.

Bagi yang sudah menyiasati kemungkinan ini dengan lebih strategis, harga-harga jual dinaikkan terlebih dahulu di awal tahun 2014. Satu pertimbangan paling utama dari yang sudah menaikkan harga jual adalah adanya pergantian kepemimpinan nasional, baik dalam kategori eksekutif (pemerintah yang dipimpin oleh presiden hasil pemilu langsung) maupun kategori legislatif (policy dari parpol pemenang pemilu yang menguasai parlemen).

Seorang rekan di kampus dahulu menyatakan rata-rata kenaikan harga di kisaran 5%-10%. Dan di hari kedua kenaikan BBM, harga-harga mulai menyesuaikan. Cabe, bawang, sayur-sayuran di pasar tradisional sampai ongkos angkutan umum sudah menaikkan harga. Nah, menyikapi informasi seperti ini, apa yang bisa kita lakukan kemudian?

Business is about surviving in the long competition but winning in every stage of it.

Menanggapi kenaikan BBM ini memang susah-susah gampang. Karena berimpak pada target marjin laba dan harga jual yang harus tetap kompetitif. Bila brand sudah kuat, harga yang tinggi tidak akan dipermasalahkan oleh our new & existing customer. Inilah pentingnya membangun brand sejak awal. Posisi merek yang kuat akan membuat klien bergantung pada bisnis kita.

Nah, bagi yang belum mempersiapkan diri sejak awal tahun 2014, mulai meraba-raba cost structure yang baru. Tidak hanya struktur biaya untuk produk saja, tetapi juga marketing budget yang komponennya sudah masuk ke dalam struktur biaya setiap produk/layanan. Prediksi saya, tidak semua langsung mencantumkan harga baru. Adakalanya mereka menunggu hasil riset yang lebih valid dari lembaga kredibel lalu merumuskan harga hasil penyesuaian.

Yang paling penting adalah cash perusahaan atau budget per produk/layanan yang harus dijaga. Cash jadi penting sambil melihat-lihat situasi, lha. Kira-kira akan seperti apa formula struktur biaya utama (biaya tetap & variabel), marjin laba, harga jual, biaya komunikasi pemasaran, biaya pengiriman barang (distribusi), dsb.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s