Menikah


Bagaimana sepasang manusia akan menikah tanpa aturan agama, padahal semua rukun nikah itu diatur oleh agama?! (1) pengantin pria (2) pengantin wanita (3) wali pengantin wanita (4) dua orang saksi lelaki (5) ijab dan qabul.

Betapa egoisnya orang yang mau menikah dengan prosesi agama tapi tidak ikuti aturan agama dalam mencari jodoh. Ingat lagi cara mencari jodoh: karena hartanya, karena nasabnya (keturunannya), karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka utamakan memilih istri karena agamanya. (H.R. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)

Oleh karena itu, meninggalkan aturan agama dalam pernikahan adalah absurd. Ikuti panduannya sejak mencari jodoh, hingga pelaksanaan akad dan resepsi.

Orang yang sudah menikah juga disebut sudah menggenapkan separuh diin. Ini tidak main-main. Separuh agama ini digenapkan dengan menikah. Bagaimana kalau seorang Muslim menikah tanpa agama?

Dalam Islam, sampai kapan pun orang tua memiliki hak atas anak-anaknya. Tidak ada yang ‘jalan sendiri-sendiri’. Silaturahmi ke orang tua (sendiri dan mertua) harus dirutinkan. Apalagi ketika orang tua masih ada. Oleh karena itu, pernikahan pada hakikatnya bukan perjanjian antara 2 insan saja, melainkan juga 2 keluarga.

Apa ikatan yg lebih kuat daripada agama? Nah, itulah sebabnya pernikahan tdk mungkin dilakukan tanpa agama.

Selain itu, dalam Islam, pernikahan sejak awal sudah harus mempertimbangkan adanya keturunan. Memang fitrah manusia menghendaki keturunan, dan jalan sah utk mendapatkannya hanya pernikahan. Jangan DINKs (double income no kids), yaitu menikah tetapi tidak berharap hadirnya keturunan.

Tapi janganlah menjadikan keturunan sebagai beban. Keturunan semestinya menjadi pemicu semangat untuk bekerja lebih giat lagi. In shaa Allah, turut berkontribusi lewat penambahan jumlah segmen pasar (baca: menambah anggota keluarga) juga berarti menambah rezeki keluarga.

Akan tetapi, tidak wajar jika seorang Muslim membiarkan begitu saja anggota keluarganya menjadi mangsa api neraka. Silakan cek QS. 66:6 utk melihat pesan Allah SWT agar kita menjaga anggota keluarga kita dr neraka.

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (QS.66:6)

Semoga Allah SWT melindungi kita dan keluarga kita dr kekafiran, aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin…

(sebagian tulisan di atas merupakan tweets dari kang @malakmal). Semoga beliau keep inspiring.

Kalau mau nyambung-nyambungin menikah sama marketing juga bisa lho.😀 Kita pake STP (segmenting-targeting-positioning) ya. Jadi pasarnya (baca: calon-calon suami/istri) kita bagi dulu ke dalam segmen-segmen. Kalau sudah pilih yang dimaui, berarti targeting udah selesai. Tinggal positioning nih. Cek ke diri kamu ya. Apakah ‘posisi’ kamu udah pas sama ‘posisi’ dia? hehehe😀

Cek juga blog teman saya ini, katanya “menikah itu ibarat mengerjakan TA (tugas akhir)”. Jadi ada latar belakang & tujuan, sistematika, landasan teori, metodologi, pengumpulan & analisis data, hingga kesimpulan. (weekkk banget ya per-ibarat-annya :p )

Single dalam konteks bisnis dan ekonomi itu memang oke. Cek artikel “singlenomics” ini untuk pemahaman lebih mendalam. Bagaimanapun juga, kasihan para jomblo ini. Duit udah punya, tapi pasangan belum punya :p *ngeledek mode ON*😀 Mudah-mudahan mereka bisa segera menikah dalam waktu dekat. *teteup ngadoakeun*

Dan jangan bosan bila ditanya, “kapan? kapan? kapan?” karena sebenarnya itu adalah doa dari mereka agar kamu segera dan menyegerakan menikah. *diplomatis dikit* :p Jangan lupa untuk menindaklanjutinya dengan kosakata penutup yang termasyhur itu: “aamiin..”🙂

Pas masih single nan jomblo, saya juga udah pernah tulis tentang ‘menikah’, lho. Boleh cek di mari.

sumber gambar: http://sukmadyu.wordpress.com

Related Post:
Singlenomics
Jodoh

2 thoughts on “Menikah

  1. Ping balik: Parenting Indonesia | Authentic Marketing

  2. Ping balik: Darimana saya mendapatkan konten? Berikut tips yang bisa kamu lakukan | Authentic Marketing

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s