[UPDATED] Mini Drama AADC dari LINE – dan Sedikit Komentar Saya


Sebagai anak beranjak gede yang hidup di jaman mewek era Rangga yang harus berpisah dengan pujaan hatinya bernama Cinta (halah), promo fitur “Find Alumni” dari LINE ini kena banget buat saya. Ini film emang pas banget. Emang gw banget. Di sini, LINE berhasil beriklan lewat mini drama.

Di samping karena saat itu cerita cinta dalam film ini menjadi secercah harapan baru akan film Indonesia yang mati (iya, saat itu film-film bukannya engga ada, tapi kualitasnya engga banget dibanding film yang satu ini. Alasan finansialnya emang ada, tapi kali lain saya ceritakan ya), film ini juga menimbulkan tanda tanya besar bagi saya (dan mungkin banyak orang. Asal main klaim. hehehe)

Kirain bakal ada sekuel-nya atau gimana gitu ya versi layar lebarnya. Eh ternyata cuma ada versi sinetron. Itu pun ga bagus-bagus banget saya kira. Setelah tiada gosip, pun bertahun-tahun kemudian memang tidak pernah dimunculkan kembali film yang “akan kembali dalam satu purnama” itu :p

Nah, back to the “marketing” topic.

Sukses LINE mem-viral-kan fitur barunya tiada lain dan tiada bukan adalah berkat kesan mendalam yang pernah dirasakan oleh generasi AADC (sebut sajalah demikian ya). Jadi kesan yang pernah hilang itu muncul kembali berkait mini drama ini. Meski hanya 10 menit, tapi alur ceritanya memang pas banget untuk mengenang kembali sekaligus me-“reuni”-kan “mereka” yang sempat terpisah (halah bahasa gw😀 )

Dan social media memang tempat untuk hal-hal semacam itu (baca: mengenang dan reunian). Social media itu kan “media” untuk ber-“social”. Karena formatnya yang digital, maka yang lalu-lalu bisa kita “temukan” kembali di masa kini. Teman SD yang dulu pindah pasca lulus, eh ternyata ketemu lagi di facebook, misalnya. Atau teman SMP yang gada kabarnya, eh ternyata sedang mengambil program S3 di Inggris, contoh lain.

Dalam mini drama tersebut kembali kita diingatkan bahwa antara Cinta dan Rangga memang pernah ada apa-apanya. Dan Rangga yang sedang balik ke Jakarta itu masih mau ketemu langsung dengan si Cinta yang cintanya itu.

Akhirnya, kembali ke khittah bahwa kita-kita ini adalah konsumen yang social consumers banget. Yakni tipikal konsumen yang saat ini sangat dipengaruhi oleh internet dan social media. Tidak hanya twitter, facebook, dan blog tetapi juga social chatting semacam LINE, WhatsApp, Blackberry Messenger (BBM) dan sejenisnya.

Meski demikian digitalnya kita, terlalu online-nya kita, tapi kita (khususnya manusia Indonesia) bukan tipikal yang an-sos, koq. Justru kalau sudah ngobrol di online, maka harus ketemu langsung. Tatap muka, face to face, empat mata, atau apapun istilahnya ya😛

Cinta, yang meski tidak membalas sama sekali chat dari Rangga, eh ternyata tetap datang dong ke bandara. Persis seperti dulu, 12 tahun sebelumnya. Inilah yang namanya meski sudah online, tetap harus kopi darat dong (hahaha, dari istilah barusan ketahuan ya umur gw😀 ).

Terakhir, meme marketing dari brand-brand lain turut mem-viral-kan AADC kembali. Meme marketing ini belakangan mulai marak mengikuti meme-meme yang jadi konten bercanda satir. Misalnya meme marketing dari Indomie, “gak perlu nunggu satu purnama untuk bikin Indomie saat hujan”. Lain-lainnya bisa dilihat di artikel ini.

Cem beginian nih iklan yang layak dibuat oleh para marketer. Sederhana, tapi menyentuh. Gak perlu rumit dijelaskan, karena sudah jadi bagian dari (masa lalu) kita. Harus menyentuh, karena kita ini makhluk yang sosial (di online dan di offline).🙂

Related Post:
The Years of Social Connection

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s