Profesi Idaman di Masa Depan


Saya punya sedikit prediksi dan analisis asal-asalan yang saya susun secara sembarangan tanpa didahului oleh riset yang sok-sok detil dan mendalam tanpa mempertimbangkan masukan dari para ahli di bidangnya *cuma mau bilang risetnya engga serius aja susah amat :p Prediksi ini cuma punya satu landasan yang menurut saya agak-agak punya pertimbangan filosofis nan fundamental, khususnya mengenai beberapa profesi masa depan yang sangat bergengsi untuk ditekuni dan (mungkin) dengan pendapatan yang tidak sedikit. Berikut adalah uraian-uraian profesi tersebut secara tidak terstruktur, tidak masif, dan tidak sistematis😀 *masih dalam suasana pemilu-pemiluan :p

Mungkin terawangan ngasal ini bisa kamu manfaatkan untuk shifting quadrant from your current job right now. Kami tidak mempertanggungjawabkan pada risiko apapun yang mungkin anda akan alami setelah menjadikan artikel ini sebagai dasar pengambilan keputusan shifting quadrant anda. Atau untuk kamu yang sebentar lagi lulus SMA dan masih mempertimbangkan akan memilih jurusan apa, nah artikel ini  bisa membantu sedikit dan sedikit membantu. *sebenarnya saya sih cuma sedikit berusaha supaya opening artikel saya jadi sedikit menghibur gapapa ya. Tapi habis dari sini udah tergarap agak serius koq *serius as usual😀

Desain
Ke depan, market di Indonesia akan didominasi oleh mereka yang ingin tampil beda dan mengekspresikan diri mereka. Not to impress, but only express their appetite on things. So, they will hire you, the designers untuk bantu mereka mengekspresikan selera-selera mereka terhadap berbagai hal. Sedikit di antaranya adalah arsitek dan desain interior. Belum lagi industrial designer, dan lain sebagainya. Intinya, profesi terkait desain akan menjadi profesi primadona di masa datang.

Teknik.
Indonesia sebagai negara berkembang tentu masih punya potensi untuk lebih maju lagi. Tengok saja hasil riset McKinsey bahwa perekonomian Indonesia akan menempati urutan ke-7 pada tahun 2030 nanti. Dalam proses perjalanan menuju negara maju tersebut, tentu akan ada banyak industri-industri dengan nilai tambah (added value) yang lebih tinggi. Dalam pada itu, kebutuhan akan pekerja teknik (engineer) tentu juga akan bertambah banyak dan meluas jenis pekerjaannya.

ICT (Information & Communication Technology)
Digitalisasi berbagai lapangan kehidupan menuntut penguasaan ICT yang mumpuni. Tidak hanya dari perusahaan maupun industrinya saja yang membutuhkan digitalisasi berbagai perangkat, namun juga dari permintaan pasar (terutama mass customer) pun demikian. Misalnya saja keberadaan generasi muda yang menuntut serba digital (dan tentu saja harus online!. Sehingga kebutuhan akan tenaga kerja yang mampu menterjemahkan menjadi bahasa digital, perangkat digital, maupun sistem digital menjadi sangat dibutuhkan ke depan.

Bahasa dan Komunikasi 
Di dunia yang sudah sangat terkoneksi ini (tidak hanya informasi saja, tetapi juga arus uang dan modal) maka penguasaan atas bahasa dan komunikasi sudah akan memberi anda tempat yang strategis. Jangan salah ya. Bahasa inggris tak lagi layak masuk kelompok bahasa asing. Karena film, musik, dan berbagai info di website sudah dalam bahasa inggris. Mestinya ini bahasa yang simpel dan mudah untuk kita. Kalau bahasa dan komunikasi sudah oke, tinggal perkuat di kemampuan teknis dan kompetensi bisnis saja.

Planologi
Dalam kurun waktu beberapa puluh tahun ke depan, kota akan semakin meluas. Ini bukan fenomena dunia saja sebenarnya, Indonesia ke depan pun akan seperti ini. Kota juga akan semakin padat karena urbanisasi yang berlangsung — dan di saat yang sama daerah rural (baca: desa) pun akan semakin jarang penduduknya (yes, because of modern urbanization). Terlebih lagi penguasaan aset-aset tanah daerah oleh orang-orang dari kota.  Dalam pada itu, perencanaan tata kota akan memegang peranan penting sehingga manusia (sebagai individu maupun keluarga) dapat tinggal, bekerja dan hidup dengan nyaman.

Kesehatan dan Pendidikan
Ada dua kategori industri yang tidak terkait dengan sumber daya alam, sifatnya ritel, tetapi pasti ada (dan menjadi bisnis besar) di daerah padat penduduk (baca: kota). Itu adalah bisnis terkait penyediaan jasa kesehatan dan jasa pendidikan. Profesi dalam dua industri tersebut tidak akan kurang permintaan bahkan cenderung bertambah dari waktu ke waktu seiring dengan pertumbuhan  penduduk (khususnya di negara-negar dengan penduduk usia muda masih mendominasi).

Bisnis
Ada demand, ada supply. Ada pasar, pasti ada bisnis yang bisa digarap di sana. Apalagi melihat potensi pasar konsumen Indonesia yang luar biasa besar. Begitu besarnya demand, sehingga pasti ada celah-celah demand yang mungkin belum tergarap oleh para pemain yang ada di sana. Di sisi lain, Indonesia sendiri memang tidak bisa hanya mengandalkan lapangan pekerjaan yang dibuka oleh pemerintah saja. Ini yang membuat masyarakat Indonesia itu demikian entrepreneurial.

Berbagai bisnis UMKM dapat terlahir di negeri ini, meski hanya dengan rerata statistik sebanyak 1-2 orang tenaga kerja. Bila jumlah pengusaha yang ribuan diikuti dengan pembukaan lapangan pekerjaan yang sama atau bahkan lebih banyak, maka posisi ekonomi negara kita tidak akan terlalu terganggu, bahkan secara riil berarti ekonomi mikro yang mampu survive di atas kaki sendiri.

Punya idaman itu tidak pernah salah. Yang mungkin salah adalah, apabila kita memutuskan untuk tidak mengejar impian kita. Toh, tidak ada salahnya dikejar. Dikejar pun belum tentu dapat, apalagi kalao tidak dikejar sama sekali. Hehehe. Maka itu, mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat ya😀

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s