[UPDATED] Kuliah S2 Sambil Kerja, Mengapa Tidak?


Tips ini untuk mereka yang sembari bekerja, akan mengambil s2. Bukan untuk mereka yang sedang “disekolahkan” oleh kantornya dan tetap menerima gaji seperti biasa (sehingga tidak bekerja rutin 8 am – 5 pm). Jadi harus bagi waktu dan bagi konsentrasi untuk bekerja+kuliah sehingga kuliahnya engga berantakan, apalagi lulus lebih dari waktu yang disediakan. Berbahaya kalau sampai terjadi, hehehe. Itu baru satu poin yg akan saya bahas di sini, masih ada poin yg lain.

Yang statusnya mahasiswa, dari dulu memang selalu mengalami godaan, siy. Mulai dari godaan turut berorganisasi (aktif di himpunan pagi-siang-sore-malam) sambil kuliah. Sampai ada becandaan, “kuliahnya di himpunan, UKM-nya di jurusan”😀 Atau godaan memulai bisnis kecil-kecilan (nawarin MLM ke teman masih jaman engga, ya?) sambil kuliah, sampai godaan main game terus-terusan (DOTA masih jaman engga, ya?). Status sebagai mahasiswa memang selalu banyak godaan yg datang menghadang menerjang. Makanya dari dulu sampai sekarang masih ada tuh alumni S1 yang menyesal kebanyakan engga fokus ke kuliahnya sendiri (terus lama pula lulusnya) :p

Dan kasus yang sama juga akan terulang ketika kuliah S2 sambil kerja. Karena ada yang menunggu dan menanti hasil pekerjaan serta keberadaan si bos sendiri, maka kerja selalu nomor satu. Yang nomor dua adalah kuliah S2-nya. Kuliahnya bisa jadi tidak fokus ketika tidak pernah menyempatkan belajar, tidak mengerjakan tugas atau yang paling parah: badannya di kampus tetapi pikiran masih memikirkan pekerjaan di kantor. Kacau sekali kan misal peristiwa-peristiwa tersebut terjadi sepanjang 4 semester?

Nah, let’s go back to the topic 

Pintar membagi waktu/konsentrasi.
Ini sih teknik paling klasik ya, hehe. Yang masih disarankan hingga sekarang. Memang banyak yang belum melakukannya dengan baik. Yang paling disarankan adalah fokus ke pelajaran ketika sedang di kelas. Karena waktu untuk belajar sangat sedikit. Senin – Jumat, pagi sampai sore kan pasti fokus untuk pekerjaan. Nah karena kuliahnya malam atau akhir pekan sabtu-minggu (jelas banget waktu sangat terbatas kan) maka fokuskan konsentrasimu ke kuliah ketika sedang berurusan dengan materi dan tugas kuliah.

Siap alokasi dana 
Kampus yang bagus memang tidak murah, hehe. Tapi pendidikan bukan “murah”-nya yang kita lihat. Melainkan seberapa bagus “investasi” tersebut untuk masa depan kita. Khususnya terkait karir dan pendapatan ke depan. Saat ini, beberapa perusahaan mulai mensyaratkan lulusan S2 untuk posisi tertentu. Jadi sebelum yang bersangkutan –termasuk kamu– masuk ke dalam bursa calon pengisi posisi itu, pastikan kamu sudah lulus S2. Dan sekali lagi, untuk ber-“investasi”, dana yang cukup harus disiapkan. Produk bank seperti tabungan rencana bisa kamu pakai untuk mencicil biaya pendidikan S2. Gengsi deh klo minta ortu padahal sudah bekerja :p

Karena kuliah itu mahal, apalagi yg bayar kamu sendiri. Maka prinsip “lebih cepat lulus, lebih baik” karena investasi kuliah kamu akan lebih cost-effective.

Cari teman belajar yang pas 
Namanya sambil kerja, kan bahan-bahan kuliah engga bisa ditengok terus-menerus ya. Jadi pas sekali waktu ada kesempatan, belajar lah bareng teman-teman kuliah yang nyetel. Ya nyetel di waktunya, nyetel di gaulnya, kalo perlu mpe nyetel tempat nongkrongnya. Hehehe. Tujuannya cuma satu: biar belajar itu ada temennya. Minimal ada yang ngingetin deh jadi biar bangkit lagi semangatnya pas kamu lagi loyo. Syukur alhamdulillah klo ternyata kantor kalian berdekatan, jadi belajar bareng bisa gampang.

Biasakan mencicil materi kuliah 
Kuliah itu staminanya jangka panjang. Minimal per semester lha. Materi ada sepanjang semester, sementara ujian mungkin hanya 1-2 kali. Di tengah dan akhir (semester). Belum lagi berbagai tugas panjang nan menyita waktu. Jadi mencicil dikit-dikit lama-lama menjadi bukit deh. Ini perlu kamu lakukan juga supaya engga kaget karena ada materi yg belum pernah tersentuh pas mau belajar untuk ujian, lalu malah menggumam, “koq bahannya banyak banget ya?”😀

Mudah-mudahan semua uraian ini memberikan “pencerahan” ya. Khususnya bagi kamu-kamu yang saat ini sedang bekerja dan mempertimbangkan ambil S2. Ingat, S2 itu investasi. Pendidikan baru setaraf S1 sudah terlalu umum, sekarang ini. Kompetisi kerja serta persaingan di kantor semakin ketat. Kalau mau lebih kompetitif, salah satunya bisa melalui gelar S2.

Untuk yang masih mahasiswa, paling tidak pertimbangkan dulu baik-baik apa yang mau dikerjakan setelah lulus s1? Atau kapan sebaiknya kuliah S2? Lengkapnya bisa dibaca di sini. Saya sendiri bukan termasuk mereka yang “kuliah s2 sambil kerja”. Saya adalah produk “ambil s2 setelah lulus s1, habis itu baru kerja”. Tapi animo tentang “kuliah S2 sambil kerja” tidak sedikit. Sebab itu saya uraikan di atas. Harus direncanakan memang, supaya engga asal-asalan. Minimal dipertimbangkan masak-masak, hehehe. kasihan kamunya kalau sekedar kerja karena sudah lulus S1, atau kuliah s2 karena bingung mau ngapain setelah lulus S1. Karena mengerjakan dua hal sekaligus seperti “kuliah S2 sambil kerja” memberi hidup kita beban yang lebih. Dan supaya tetap “survive” and “success” dalam dua hal tersebut, bukan perkara yg mudah.

Semoga kesuksesan jadi milik kamu, setelah membaca artikel ini🙂

Related Post: 
Kapan Sebaiknya Kuliah S2?
Memilih Program Studi S2

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s