Mewujudkan Mimpi Kebebasan Finansial


Potensi besar pasar kelas menengah muslim Indonesia memang tidak main-main. Penduduk muslim berjumlah hampir 90%. Kegairahan peradaban muslim juga terjadi di berbagai bidang: finansial syariah, fesyen hijab, seni & budaya, makanan halal, travel umrah/hajj. Sebagai bagian dari menyemarakkan potensi besar ini, kami dari Inventure, CMCS (Center of Middle Class Studies) dan Majalah SWA akan menyelenggarakan konfereksi terkait moslem middle class ini. Jangan lupa, waktunya adalah Selasa, 15 Juli 2014. Bertempat di Hotel Intercontinental.

Salah satu yang menarik untuk kita cermati adalah bagaimana industri asuransi dan investasi syariah semakin berkibar bersama segmen kelas menengah muslim. Asuransi sebagai alat proteksi, dan investasi sebagai alat memajukan ekonomi keluarga. Keduanya merupakan buah dari makin meleknya kelas menengah akan produk-produk keuangan. Terlebih, sudah ada discretionary income (pendapatan berlebih) yang dapat digunakan untuk membeli kedua jenis produk tersebut. Kedua produk tersebut merupakan jalan bagi kelas menengah dalam mewujudkan mimpi-mimpi kebebasan finansial (financial freedom).

Berikut ini adalah temuan-temuan kami bagaimana kelas menengah muslim memberikan respon yang berbeda, untuk produk asuransi maupun investasi yang patuh dengan nilai-nilai Islam (syariah).

Asuransi Takaful
Secara muamalah (hubungan antar manusia yang diajarkan menurut Al Quran), takaful berarti saling memikul risiko di antara sesama muslim sehingga yang satu berperan sebagai penanggung jawab atas risiko bagi yang lain. Asuransi takaful dijalankan dengan akad tabarru’ yang prinsipnya adalah ta’awun yaitu tolong-menolong. Dengan begitu sesama muslim dapat meringankan berbagai bencana yang dialami oleh mereka yang tergabung dalam grup asuransi syariah.

Unit Link Terfavorit
Selain asuransi, ada juga produk unit link yang kian menjadi favorit di mata kelas menengah muslim. Produk ini merupakan produk unggulan pilihan nasabah, khususnya bagi mereka yang ingin mendapat dua manfaat sekaligus, yakni manfaat asuransi dan investasi. Dengan premi yang ditawarkan, memperoleh dua manfaat sekaligus berarti membeli produk yang dibundel dengan produk lainnya.

Kelas menengah muslim yang hypervalueoriented sangat memperhatikan value apa saja yang diterima setelah membayar sejumlah price. Jadi unit link memang lebih menarik karena berfungsi asuransi dan investasi. Tidak perlu melakukan pembelian produk asuransi dan produk investasi secara terpisah. Unit link syariah adalah alternatif bagi kelas menengah muslim. Dengan menghindari unsur-unsur gharar, maisir, riba, haram, dan bathil, insya Allah mereka akan beroleh ketenangan hati dan pikiran.

Sebagian dana sisa dari premi kemudian ditempatkan ke berbagai instrumen investasi yang lain, terutama instumen investasi berbentuk surat berharga. Contohnya adalah saham (yang pengelolaan perusahaannya harus syar’i), reksadana syariah (reksadana tanpa portfolio obligasi yang mengandung riba), ataupun sukuk (suatu obligasi syariah). Keuntungan investasi dibagi dua antara pemilik dana dengan perusahaan selaku pengelola dana nasabah.

Dari Tradisional ke Modern
Generasi terdahulu berinvestasi melalui emas dan properti yang unggul dalam hal kenaikan imbal hasil. Memiliki rumah utuh untuk dikontrakkan kepada keluarga atau kos-kosan untuk dikontrakkan kepada mahasiswa merupakan impian mereka. Perbedaannya adalah generasi kelas menengah yang lebih knowledgeable mulai mengenali instrumen investasi yang lebih modern seperti saham, reksadana, atau obligasi. Instrumen modern ini adalah solusi alternatif bagi kelas menengah muslim dalam berinvestasi.

Keunggulannya adalah harganya yang relatif terjangkau dan dapat dimulai dengan nominal kecil. Bahkan bisa dilakukan dengan dana kurang dari 1 juta perak. Investasi modern cenderung membutuhkan kemampuan lebih dalam mengukur risiko. Prinsipnya standar: high risk high return. Jadi meski risikonya lebih tinggi dibanding emas atau properti, tetapi mereka yang berinvestasi di surat berharga ternyata juga memiliki kemampuan yang baik dalam mengukur risikonya.

Investasi Syariah Nan Riil
Selain di sektor finansial, kalangan kelas menengah muslim juga melakukan investasi riil. Pertama yang favorit adalah investasi penggemukan sapi atau kambing. Captive market-nya sudah jelas. Bila musim kurban (hari raya Iedul Adha) tiba, komoditi ini hampir pasti laku terjual. Karakteristik permintaan dari sapi dan kambing menjadi alasan utama bagi mereka yang berinvestasi syariah seperti ini. Ada pula yang menawarkan investasi kos berjamaah. Artinya bersama-sama membangun rumah kos untuk mahasiswa atau karyawan kantor.

Selain unsur bagi hasil, faktor syariah yang menjadi penarik investor kos jamaah biasanya adalah tidak mencampur jenis kelamin penghuninya. Cukup perempuan saja, atau cukup lelaki saja yang menjadi penghuni. Berbagai produk asuransi dan investasi syariah di atas untuk mencapai satu tujuan: mimpi kebebasan finansial. Di samping adanya kegelisahan akan masa depan, kelas menengah muslim juga punya impian-impian besar yang tidak dapat terwujud dengan hanya satu bulan penghasilan. Misal: rumah besar, mobil baru, dst. Sehingga asuransi dan investasi sebagai instrumen keuangan digunakan secara maksimal untuk mewujudkan tujuan-tujuan keuangan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s