Passionate


Artikel saya kali ini terinspirasi dari seorang kawan. Beliau adalah rekan saya sesama staf di unit koperasi kampus. She found that being a SAHM is a passionate profession. Itu simpulan saya setelah menengok kembali blog dia yang muncul dalam laman Reader WordPress saya.

Katanya, bahwa mendidik anaknya sendiri adalah passion-nya saat ini. Hal ini memang tidak mudah. Dan seperti pengakuannya sendiri: very tiring (baca: sangat melelahkan). Ada challenge yang terus-menerus hadir, terutama ketika memasak untuk keluarganya. Her cooking don’t always good but they taste good, as she said. Setiap tantangan (challenge) untuk memasak datang menghadang. Bersama dengan keterampilan (skill) yang dimiliki saat ini, ternyata hasil yang diperoleh (result) hampir selalu baik.

Kedua hal tersebut (challenge and skill) sejalan dengan temuan profesor Mihaly Csikzentmihaly, penulis buku Flow: The Psychological of Optimal Experience. Bahwa terdapat “optimal experience” (pengalaman pekerjaan yang terasa optimal) manakala kita dihadapkan pada sesuatu yang sangat menantang (very challenging) dengan keterampilan tingkat tinggi (high level of skills) yang kita miliki saat ini. Sebagai catatan, kondisi optimal yang dirasakan oleh setiap orang bisa jadi sangat berbeda dengan orang lain.

Flow
Dalam riset yang dilakukannya, Prof Mihaly menemukan beberapa kondisi mental dalam grafik yang menunjukkan hubungan antara tantangan yang semakin berat dengan keterampilan yang semakin tinggi. Jadi, flow itu adalah kondisi mental ketika kita sedang passionate terhadap sesuatu. Gambar berikut ini (dari wikipedia) akan lebih menjelaskan apa itu kondisi mental Flow.

Flow adalah kondisi mental psikologi di mana tantangan tingkat tinggi (high level challenge) dan keterampilan tingkat tinggi (high level of skills). Kita ambil contoh mahasiswa. Apabila tugas yang diberikan terlalu berat dibandingkan dengan kemampuan mahasiswa, maka yang bersangkutan jadi gelisah (anxious). Tapi bila tugas tersebut terlalu mudah untuk dikerjakan, maka mahasiswa itu jadi bosan (bored). Jadi, syarat flow mental state bisa dicapai bila tantangan (challenge) pekerjaan/tugas memang sesuai dengan keterampilan (skills) yang bersangkutan. Seperti diuraikan oleh Prof Mihaly dalam “Beyond Boredom and Anxiety”. Mungkin kamu bisa menerapkan tips-tips dalam video ini.

Flow Characteristics
Ciri yang utama adalah ketika waktu terasa begitu cepat berlalu. Misalnya, pada para peneliti yang datang pagi hari di laboratoriumnya yang kemudian –entah bagaimana– merasakan waktu cepat sekali berlalu. Ciri lainnya adalah pekerjaan/kegiatan yang ditekuni terasa sangat mengikat (engaging). Konsentrasi tinggi juga termasuk ciri flow mental state. Tidak heran dalam konsentrasi dan ikatan pekerjaan yang demikian, waktu bisa sangat cepat berlalu. Mereka yang diam dan tekun dalam pekerjaannya, akan mengalami beberapa keadaan di atas. Khususnya pada profesi-profesi seperti peneliti, seniman, atlit, dsb.

Saya ingin mengulas “passion” ini secara khusus karena (1) beberapa orang tertangkap dalam rutinitas mereka. Baik itu bersekolah, maupun bekerja. Masalahnya adalah, banyak di antara mereka tidak bahagia dengan jebakan rutinitas tersebut (2) banyak kesuksesan (baik dalam karir dan pekerjaan, ataupun ketika bersekolah) terjadi pada pribadi-pribadi yang sangat passionate dalam pekerjaannya.

Authentic Happiness
Salah satu yang akan membahagiakan kita, menurut Prof Martin Seligman adalah “Good Life”. Engagement (keterikatan) kita terhadap pekerjaan yang kita lakukan–termasuk flow–adalah salah satu sumber kebahagiaan dalam hidup. Jadi bagaimana kita memandang pekerjaan (work) kita sebagai suatu “play“, yaitu aktivitas yang menyenangkan ibarat rekreasi. Dan perspektif ini lahir seiring dengan kita yang passionate terhadap pekerjaan/aktivitas yang kita lakukan. Saya pribadi bahkan tidak bisa melepaskan diri dari aktivitas tulis-menulis. Karena ini adalah passion saya.

Mengejar passion berarti mengejar kebahagiaan

Excellent Performance
Mengapa kinerja (performance) bisa ditingkatkan ketika kita passionate dalam pekerjaan kita? Karena dalam keadaan flow mental state, kenikmatan pekerjaan kita rasakan. Passion akan membuahkan kinerja yang bermanfaat dan bermakna. Inilah kinerja (yang mendatangkan kesuksesan) yang sesungguhnya.

Find Your Flow
Passion itu hanya bisa ditemukan oleh diri kita sendiri. Bukan dengan menjawab pertanyaan career counselor “apa passion anda?”, tapi melalui perenungan atas aktivitas-aktivitas yang membuat kita senang/bahagia atau berada dalam kondisi mental yang terbaik. Mengapa hal ini penting? Karena motivasi itu datang dari dalam diri. Jangan heran mengapa para introverts tampak lebih banyak memiliki passion-nya ketimbang para extroverts. 

Authentic Brand is Passionate Brand 
Being passionate is being authentic. Punya passion berarti ingin menjadi pribadi yang apa adanya tapi ada kualitasnya. Alias otentik; original; genuine. Bukan yang palsu, tapi meniru-niru. Bukan ikut-ikutan, tapi adanya memang demikian. Makanya dalam personal brand, mereka yang authentic adalah mereka yang passionate di bidangnya. Lihat beberapa musician brand berikut: Yovie Widianto, Iwan Fals, Ahmad Dhani. Nama besar mereka dalam bidang musik, memang ditunjang oleh passion mereka dalam bermusik.

Brand yang authentic adalah brand yang berusaha mengembangkan keterampilan (skill)-nya, sekaligus selalu berusaha mengatasi tantangan (challenge) yang lebih sulit lagi. Maka dari itu, mulailah passionate dalam pekerjaan sejak sekarang. Kalau bukan dari sekarang, kapan lagi?🙂

One thought on “Passionate

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s