David and Goliath


Judul di atas adalah karya terbaru akang Malcolm Gladwell. As usual, seperti sebelumnya, karya-karyanya selalu menghadirkan wisdom luar biasa dari beberapa fakta nyata yang terangkum di lapangan. Termasuk adalah kisah klasik “David and Goliath” itu sendiri.

Sebagaimana dikisahkan, David bertubuh kecil dengan senjata seadanya. David ini sebenarnya bukan dari kalangan tentara. Keberanian dan percaya diri yang dia miliki.

Kala itu, tentara Palestina sedang berperang dengan tentara Israel. David berasal dari Israel, Goliath dari Palestina. Kedua pasukan tersebut sepakat untuk menukar perang dengan pertarungan satu lawan satu. Di mana masing-masing pasukan menyerahkan prajurit terbaiknya.

Sebaliknya dengan Goliath, sudah berprofesi sebagai tentara dengan persenjataan lengkap, tubuhnya juga besar luar biasa. Bagi mereka yang memberikan prediksi pertarungan begitu cepat, mereka akan menilai kemenangan berada dalam genggaman sang prajurit Goliath.

Demikian pula dengan dunia pemasaran terkini. Seakan para pemain big company sangat kuat menghimpit pemain-pemain kecil (usaha bisnis seukuran UKM) lewat resources mereka yang luar biasa besar. Pemahaman pasar melalui riset ratusan juta rupiah, kepintaran SDM yang direkrut langsung dari kampus, dan seterusnya.

Para pemain UKM pun mengalami keresahan yang sama. Serangan dari big company begitu menghujam seakan hanya memberi ruang gerak yang begitu sempit untuk usaha bisnis sekelas UKM.

Di benak sebagian besar di antara kita, terbayang bahwa para pemain kecil-menengah (UKM) terjepit. Sudah resources hanya sedikit, kemampuan modal terbatas pula. Harus pintar memilah strategi tumbuh kembang yang sesuai dengan dana cekak nan terbatas. Bila tidak, darah segar kas perusahaan hanya cukup untuk operasional harian dan bulanan.

Banyak yang melihat seperti itu.

Kenyataannya  tidak. Masing-masing pihak, usaha besar ala big company maupun kecil-menengah sejenis UKM, memiliki kelebihan masing-masing yang bisa didayagunakan. Big company dengan big resources-nya, UKM bersama ke-small-and-medium-enterprise-nya.

Dan keadaan pasar (market) sekarang justru memberi ruang nafas dan kreasi yang lebih besar dibanding sebelumnya.

Mengapa? Karena pasar sudah berubah. Akibat globalisasi, arus informasi yang melimpah tapi cenderung mubazir, tiap individu customer di pasar memiliki selera yang semakin beragam. Customer yang semakin individual, menuntut pendekatan yang semakin personal. Dalam hal ini, posisi UKM sudah lebih menguntungkan dibanding saudara tuanya yang jauh lebih besar itu.

Para UKM business owner dengan mudah terjun ke lapangan bergaul dengan pelanggan, sementara direktur-direktur big company berkutat dengan hasil riset dan rapat-rapat yang menjemukan. Di saat wirausahawan UKM langsung menemukan business insight saat bercakap langsung dengan customer, bias informasi dialami para direktur dari para manajer di bawahnya.

Itu satu hal. Di sisi lain, kecepatan menjadi keunggulan UKM dibanding big company. Di perusahaan besar, economic of scale-nya harus dicapai dalam hitungan yang tepat, tidak bisa sembarang eksekusi karena mungkin tidak efisien dan memboroskan biaya. Pikiran cermat harus didahulukan daripada prinsip “langsung hajar” ala UKM. Konsekuensinya ada pada kecepatan produk/jasa tiba di pasar.

Sejarah selalu berulang. Ukuran yang terlalu besar ternyata menjadi hambatan gerak bagi big company. Sama persis dengan yang dialami Goliath, sang prajurit. Bagi David, di sinilah keberadaan posisi yang menguntungkan. Ukuran kecil ternyata memberikan keleluasaan gerak. Baik dalam riset maupun kecepatan.

Dua keunggulan inilah yang semestinya mulai disadari oleh para pelaku UKM. Khususnya jelang 2015, tahun pemberlakuan free trade area di regional Asia Tenggara.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s