Orientasi Jangka Panjang


Satu yang biasa menjadi pembeda antara bisnis luar biasa dengan bisnis biasa adalah visi. Visi itu cerminan bahwa bisnis tersebut memang berorientasi jangka panjang. Bukan hanya demi keuntungan sesaat maupun eksistensi sesaat. Visi juga yang (biasanya) jadi pembeda antara usaha kecil dengan usaha-usaha yang besar. Visi yang sederhana seperti “sekadar memenuhi kebutuhan hidup yang punya bisnis saja” justru menjebak usaha bisnis menjadi tidak bertumbuh besar.

Branding
Usaha-usaha branding adalah usaha-usaha berorientasi jangka panjang. Usaha bisnis, bila hanya mengandalkan program-program sales promotion seperti cashback, discount, dan sejenisnya hanya akan bertahan sesaat. Hanya sependek kebutuhan konsumen akan barang/jasa dengan harga yang terjangkau. Customer engagement yang akan membuat hubungan dengan brand menjadi jangka panjang. Karena bukan sekedar harga murah yang dicari customer, melainkan juga keberadaan brand yang senantiasa ada di hati dan pikiran mereka. Maka dari  itu branding menjadi penting. Tentang branding, sudah saya bahas di CSA Branding.

Investasi SDM
Kemampuan teknis penting, tapi yang lebih penting adalah spirit. Kemampuan teknis  itu penting untuk saat ini, tetapi dalam jangka panjang requirement-nya bisa jadi berubah. Karena industri dan perusahaan bisa saja ikut berubah. Maka kemampuan teknis yang dibutuhkan juga akan berubah.

TELKOM adalah contoh kasus terbaru bagaimana human spirit menjadi sumber energi handal untuk menggenjot kinerja Sumber Daya Manusia (SDM). Lewat buku terbarunya, Great Spirit Grand Strategy, pak Arief Yahya selaku Direktur Utama TELKOM menjelaskan bagaimana peran penting spirit dalam menggenjot kinerja karyawan.

Pak AY, demikian beliau biasa dipanggil, mengkampanyekan “Berpikir Mega” di perusahaan yang dipimpinnya. Katanya dengan Mega Thinking maka Macro Thinking dan Micro Thinking. Urusan profit/loss dan growth perusahaan termasuk Micro Thinking. “Berpikir Mega” itu contohnya seperti Google. Alih-alih berorientasi bisnis, lebih berorientasi pada kebaikan umat manusia. At least, Google sudah membuktikan hal tersebut dengan search engine mereka yang terbaik di dunia.

http://www.gramediapustakautama.com/uploads/dirimg_buku/re_buku_picture_87351.jpg

Clock Builder
Dalam bukunya, Built to Last”, Pak Jim Collins dan Pak Jerry Porras menjelaskan bahwa ada perbedaan besar antara perusahaan yang time teller dengan clock builder. Bisnis yang bisa memberi manfaat kepada konsumen, dengan fungsi  “memberitahukan sekarang jam berapa” itu bagus. Tapi lebih bagus lagi adalah, bisnis yang “membuat jam, sehingga orang bisa melihat sendiri jam berapa sekarang”.

Ada perbedaan yang sangat mendasar, antara time teller dengan clock builder. Yang satu “membuat jam”, yang satunya lagi “menjadikan orang yang melihat jam, sehingga bisa menginformasikan kepada orang lain, jam berapa sekarang”. Yang satu membuat produk yang eksis dalam waktu lama, satu lagi membikin produk yang dalam waktu singkat segera ditiru oleh kompetitor.

Para clock builder meninggalkan legacy di organisasi yang dibangunnya. Bukan bisnis dengan captive market yang dia tinggalkan, bukan pula extraordinary product yang tak bisa ditandingi oleh produk milik kompetitor. Melainkan adalah organisasi yang hebat dengan budaya organisasi yang kuat. Organisasi ini yang diibaratkan oleh kedua penulis Built to Last sebagai “clock” dan pemimpin hebat di dalamnya sebagai “clock builder“.

http://ecx.images-amazon.com/images/I/61QTVoBPbIL.jpg

One thought on “Orientasi Jangka Panjang

  1. Makasih banget atas tulisannya.. banyak banget yang aku dapatkan dari secuil resensi di atas.
    Saya suka ini: 😀
    “Satu yang biasa menjadi pembeda antara bisnis luar biasa dengan bisnis biasa adalah visi. Visi itu cerminan bahwa bisnis tersebut memang berorientasi jangka panjang. Bukan hanya demi keuntungan sesaat maupun eksistensi sesaat. Visi juga yang (biasanya) jadi pembeda antara usaha kecil dengan usaha-usaha yang besar.”

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s