Strategi Kolam Kecil


Di kota metropolitan seperti Jakarta, dengan penduduk yang begitu heterogen dan diversified, hampir semua bisnis masih bisa berjalan. Bila ada teknologi yang lebih modern, tidak lantas teknologi lama ditinggalkan lalu dilupakan. Bila ada merek yang lebih baru dan lebih bonafid, yang komoditi pun tidak lantas menghilang begitu saja. Semua seperti mendapat tempat dan posisi di masing-masing pelanggannya.

Di era internet yang semakin mobile ini, saya kira warung internet (warnet) akan tutup dengan sendirinya. Bagaimana tidak, karena berselancar di dunia maya (browsing) bisa dilakukan via smartphone terbaru keluaran china sekalipun. Belum lagi perangkat laptop ditemani modem internet memberikan kepuasan yang lebih dibandingkan dengan berinternet via mobile device.

Tapi ternyata di kota yang pasarnya begitu tersegmen-segmen seperti Jakarta, ternyata warnet masih bisa kita temui. Tidak lantas warnet mati dan menghilang begitu saja, berganti dengan jenis bisnis yang lain. Bahkan di tengah gencarnya si merah Alfamart dan si biru Indomaret membuka outletnya di mana-mana, ternyata masih ada warung-warung kecil yang bisa hidup di gang-gang kecil, di sudut-sudut jalan.

Mungkin tipe-tipe bisnis seperti keduanya, yang seakan tertinggal perubahan arus teknologi, tertinggal zaman, bahkan kita lihat seakan tergencet kompetisi, nyatanya masih bisa hidup. Mungkin tidak bisa bertumbuh dan ekspansif, tapi kenyataannya juga tidak mati sama sekali. Sepertinya selalu ada ruang-ruang kecil (niche) di pasar yang menjadi bukti kongkrit eksistensi mereka.

Mungkin mereka bukan ikan-ikan besar, bahkan bukan ikan-ikan sedang. Jelas-jelas mereka adalah ikan-ikan kecil. Tapi mereka punya kolamnya masing-masing. Ikan-ikan besar nyata sekali berenang di kolam-kolam besar. Tapi si ikan kecil juga punya kolamnya. Begitu kecilnya kolam tersebut sehingga tidak satu pun ikan besar ada di sana. Para ikan besar ternyata terlalu besar untuk merebut “jatah” di kolam kecil.

Sama juga dengan bisnis anda. Ada banyak bisnis-bisnis besar di luar sana yang mungkin akan mengancam kelangsungan usaha anda. Tapi anda tetap bisa bertahan, koq. Anda hanya harus menjadi ikan yang cukup besar, atau bahkan ikan paling besar di kolam anda sendiri. Jadi kolam (pasar) tersebut harus cukup besar untuk memberi ruang bernafas dan bergerak bagi usaha anda, tetapi harus cukup kecil untuk menghindarkan anda dari kompetisi yang terlalu ketat, menghimpit dan berdarah-darah.

2 thoughts on “Strategi Kolam Kecil

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s