Palugada!


Seiring dengan bertumbuhnya kelas menengah, beberapa profesi baru pun bermunculan. Salah satunya adalah broker. Buktinya ada buku dengan judul “brokerpreneurship”. Artinya, profesi broker pun sudah dianggap profesi yg nyerempet-nyerempet entrepreneur. Makanya buku tersebut lahir. Sekarang ini segala profesi bisa dikaitkan dengan kewirausahaan, spirit of entrepreneurship, sampai mendapat imbuhan “–preneur” segala.

Senjata brokerpreneur hanya satu: palugada! Pa lu mau, gua ada! Komitmen ini diteriakkan keras sambil berusaha memenuhi keinginan pelanggan. Namanya broker kan, ga pegang barang alias barang engga di tangan sendiri. Barang yang dijanjikan juga belum pasti. Adakalanya broker membayar uang muka duluan, baru merealisasikan penjualan kemudian. Ada risiko? Jelas banget karena mungkin saja pemesan tidak jadi membayar barang sudah kita beli. Cash melayang dari dompet, tapi engga ada tunai yg masuk!

Customer Centric Approach

Pendekatan Palugada! Ini adalah pendekatan yg customer-centric. Semata berfokus pada kebutuhan dan keinginan pelanggan saja. Apa yang kira-kira diinginkan pelanggan, maka disediakan. Baik yang sifatnya berhubungan langsung dengan bisnisnya, maupun sekedar membangun hubungan baik yang sifatnya personal dengan staf pengadaan atau dengan pihak yang kira-kira berhubungan. Semua ini jelas dilakukan untuk  mengikat pelanggan tetap dekat dengan kita, yaitu para supplier/provider-nya.

Isu-isu tentang customer centric ini tidak hanya berkisar pada end customer saja, atau sekedar sales and marketing, melainkan bagaimana back office atau bagian operasional akan bekerja. Restoran yang ramai pengunjung hebat bukan semata rasa yang enak dan pelayan yang ramah saja, melainkan juga koki-koki handal yang bisa segera meracik makanan sesuai standar rasa yang ditetapkan hingga tersaji dalam batas waktu tunggu yang masih bisa ditolerir oleh pelanggan!

Matrix Organization

Isu lain dari palugada! adalah bagaimana menyusun struktur organisasi serta job description yang dapat mendukung keberjalanan sistem palugada! ? Isu ini adalah isu turunan setelah isu back office di atas. Tim pendukung di belakang meja harus disusun rapi untuk  memudahkan pelaksanaan pekerjaan. Mengingat palugada! adalah prinsip penjualan (selling principles) yang berada di garis hilir dari proses bisnis perusahaan. Sementara, back office yang berada di garis-garis hulu harus mendukung semua proses palugada! tersebut.

Organisasi matriks adalah salah satu jawabannya. Matriks akan meningkatkan efisiensi pekerjaan hingga titik tertingginya. Syaratnya adalah koordinasi antar orang harus ditingkatkan. Penanggung jawab pekerjaan jelas ada, tetapi dia harus bekerja sama dengan orang lain yang turut berperan dalam pekerjaan tersebut. Contoh dari penerapan organisasi matriks adalah sebagai berikut: hanya dengan 3+3+3=9 orang, bisa mengerjakan workload untuk 3x3x3=27 orang. Kuncinya ada di koordinasi.

Jadi bagi generasi pencari kerja, jangan heran mengapa keahlian berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain menjadi penting. Karena sebagian besar perusahaan kini mengadopsi organisasi matriks. Kemampuan koordinasi menjadi faktor penting bagi keberhasilan individu dan tim. Fleksibilitas ruang gerak dihadirkan oleh organisasi yg rajin menyelaraskan arah perjalanan mereka lewat kebiasaan koordinasi.

One thought on “Palugada!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s