Kapan terakhir pergi ke bank?


Kapan ya terakhir pergi ke bank? Oiya, hari selasa lalu sepertinya. Sepertinya lho. Saya udah hampir lupa harinya, tapi saat itu saya mau tanya ke Customer Service (CS) perihal kartu kredit saya. Ini uang plastik emang rumit. Sulit memahaminya. Harus menggunakan sambil mempelajari. Ya iya dong, bunganya tinggi lho kalau telat bayar. Makanya harus hati-hati. Kapan tercatatnya, kapan ditagihnya, kapan paling telat bayarnya.

Paling telat bayar tapi masih dalam bunga 0%, maksudnya. Jadi sebenarnya ada celah/jeda sejak ditagih hingga beberapa hari kemudian baru dibebankan bunga sekian persen. Nah, kerumitannya itu ada di jumlah harinya. Beda bulan bisa beda tanggal lho. Ngerti kan? Umpakan aja seperti februari dan maret. Gitu kira-kira.

Ini yang harus saya pelajari seksama. Karena bunga kartu kredit itu tinggi. Bisa sampai 40% setahun. Tergantung bank-nya memang, tapi ya sekitaran itu. Jadi bunganya memang mencekik. Maka harus berhati-hati. Soalnya celahnya ada banyak. Termasuk untuk mereka yang menunda pembayaran. Atau cuma bayar 10%. Dari sana, bisa kena bunga lagi lho. Ini dia kenapa harus berhati-hati.

Selain untuk bertanya ke CS, saya hampir engga punya alasan untuk pergi ke bank. Ya palingan setor tunai. Habisnya Cash Deposit Machine (CDM) belum tersedia banyak sih. Jadilah harus tetap ke bank. Tapi ya palingan dua itu doang. Sisanya udah engga ada lagi. Karena tinggal ke ATM. Hampir semua bisa dilakukan di ATM. Tarik tunai, beli pulsa, bayar kartu kredit, bayar tagihan listrik-air, dan sebagainya.

Bahkan bisa jadi saya akan semakin jarang ke ATM. Palingan untuk tarik tunai doang. Karena sisanya bisa pakai internet banking yang baru saya aktifkan beberapa hari lalu. Udah lama siy pegang tokennya, tapi ya karena ga sempat ke kantor cabang jadi ga kepakai-pakai deh. Nah, jadi rencananya saya mau shifting dari (doing most transaction in) ATM to internet banking. Ceritanya begitu.

Apalagi uang plastik ada beberapa macem di kantong. Kartu debit, kartu kredit, kartu prabayar. Kartu prabayar ini nih. Cuma selembar, tapi isinya bisa banyak bisa sedikit. Beda sama dompet. Kalau isinya tebal, (mungkin) banyak duit. Kalau isinya tipis, jelas uang tunainya cuma sedikit. Tapi jangan tertipu, dompet tebal bisa jadi kartu doang yang banyak atau nota pembelian yang banyak. Hehe😀

Yang jelas, tinggal gesek sih. Mau kartu yang mana pun ya tinggal gesek doang. Ga kerasa ngeluarin duit. Makanya perasaan jadi boros. Tapi koq keqnya perasaan doang yah? Habisnya mesti ketemu internet dulu baru terkonfirmasi. Daripada ke bank dulu kan. Cuma bisa senin-jumat, pagi sampai jam 2-an.

Ribet memang kalo mau tunggu bank buka. Jadi, kapan terakhir pergi ke bank?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s