Paradoks Kelas Menengah


volume penjualan kendaraan bermotor naik berlipat-lipat karena keberadaan kelas menengah

Kemarin pas lagi ngobrol ma temen, dia nanya “Kelas menengah itu definisinya apa sih?”

Saya jawab saya, “Ya kelas yg di tengah. Bukan di atas, bukan pula di bawah. Tapi bisa berbeda tergantung definisi yang digunakan”

Kemudian saya lanjutkan, “Jadi secara ekonomi, mereka ini kelompok masyarakat yang tidak terlalu kaya, tidak pula terlalu miskin. Ini satu definisi ya. Yang lain melibatkan aspek sosial dalam definisinya. Jadi kelas menengah yang tidak saja menempati kelas ekonomi menengah, tetapi juga secara struktur sosial  kemasyarakatan tidak menempati kasta terendah tapi juga bukan termasuk kalangan birokrat atau pun anggota dewan”

“Bahkan  kabarnya,  minimnya kelas menengah menjadi sebab runtuhnya eksistensi Yunani zaman dahulu. Karena strata sosial ekonomi hanya terbagi dua, yaitu kalangan keluarga kerajaan serta kelompok petani miskin. Yang berkuasa secara politik juga memiliki kuasa atas ekonomi, sementara kelompok penyedia barang dan jasa relatif tidak bertambah. Sehingga rantai supply-demand tidak berputar signifikan maka dalam jangka panjang aktivitas ekonomi praktis menjadi stagnan”

“Kalau di kantor saya, aspek kelas menengah tidak sekedar sosial ekonomi saja. Melainkan juga koneksi sosial, tingkat pengetahuan serta sumber daya modal yang dimiliki. Makanya kelas menengah jadi menarik dibahas, karena apa yang terlihat belum tentu mencerminkan yang sebenarnya. Karena koneksi sosial serta pengetahuannya turut membentuk perilakunya”

“Misal, rumahnya bagus, punya kendaraan, penampilan oke, perabot rumah tangga dan perangkat elektronik oke punya. Tapi ternyata hampir semua dibeli dengan cara kredit.

Atau contoh lain, engga punya aset tradisional seperti tanah. Tetapi ternyata asetnya berupa saham atau obligasi.

Satu lagi adalah, lebih percaya kolega dan peers-nya ketimbang media tradisional. Keputusan belanja dibuat berdasar apa kata teman, atau apa kata keluarga. Biasa bertanya atau observasi di media sosial.”

cek juga artikel terkait berikut:

One thought on “Paradoks Kelas Menengah

  1. Sy pernah baca dand diskusi sm ligwina H perencanaan keuangan kl kelas menengah simple nya lo mau beli apa bisa. Bisa ngutang bisa kredit tp bisa. Kalo kelas bawah ya itu2 aja putaran uangnya makan n bertahan hidup.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s