Inovasi (II)


Inovasi dapat berarti peningkatan nilai tambah (yang diserap oleh masyarakat/pasar). Jadi ada dua faktor dalam inovasi, yaitu proses meningkatkan nilai-nilai manfaat serta bagaimana membuat karya/produk/jasa inovatif menjadi diterima oleh masyarakat. Tantangannya adalah, bagaimana menemukan dan memproduksi karya inovatif yang memang dibutuhkan atau diminta oleh pasar. Atau sebaliknya, bagaimana  menciptakan kebutuhan atau permintaan dari karya inovatif yang sudah ditemukan.

Dari sisi peningkatan  manfaat, seringkali kampus adalah salah satu tempat terdepan dalam mengkreasikan karya-karya baru, atau perbaikan dari karya yang sudah ada. Facebook dilahirkan di kampus Harvard, sedangkan Google dilahirkan oleh dua orang mahasiswa doktoral. Ada banyak karya lainnya yang ditemukan oleh para dosen atau mahasiswa di kampus-kampus, tetapi seringkali roadmap/blue print/formula dari karya-karya tersebut teronggok diam di rak-rak yang berdebu.

Karya-karya inovatif kemudian akan mencapai puncaknya, yakni tahap growth (pertumbuhan) setelah pasar mengenal atau memahami manfaat dari karya inovatif. Tahap growth dicapai pada waktu yang cukup, setelah melalui tahap pengenalan (initialization) dan sebelum terjadinya tahap penurunan/kematian (decline). Jadi karya inovatif tidak sekedar memenuhi rak-rak perpustakaan, tetapi juga mengalami proses komersialisasi.

Para marketer berperan dalam mengkomunikasikan manfaat yang akan diberikan oleh karya-karya inovatif.  Tugas ini dimulai dari menentukan manfaat apa yang akan dikomunikasikan, jenis saluran komunikasi akan digunakan serta berbagai aktivitas pemasaran lainnya, termasuk distribusi dan program purna jual.

Proses komersialisasi karya inovatif tidak sekedar dalam hal pemasarannya saja. Produksi massal dari karya inovatif untuk didistribusikan lebih luas, juga membutuhkan investasi awal yang seringkali tidak kecil. Ada risiko kegagalan yang harus digenggam oleh para investor dan pemilik perusahaan apabila karya inovatif gagal dalam pemasaran. Tetapi, keuntungan besar dan jangka panjang sudah menanti di depan bila karya inovatif berhasil dipasarkan dan diterima dengan  baik oleh pasar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s