from Apple Computer to Apple Inc.


Om Steve Jobs, sang pembesut Apple telah meninggalkan kita semua hampir dua tahun. Saya tidak mengenal beliau, dan mungkin anda yang membaca artikel ini juga tidak mengenal beliau. Hehehe😀 Tapi ternyata beliau meninggalkan legacy yang luar biasa, yang akan membuatnya dikenang sepanjang masa (bahkan oleh mereka yang tidak pernah melihat sosoknya ketika hidup). Baik melalui produknya, perusahaannya maupun sekedar simple quotes-nya yang seringkali begitu sederhana tapi menghunjam begitu dalam.

Consumer-Centric.

Apple Computer sendiri dilahirkan dalam fenomena yang begitu tidak seimbang. Ada dominasi dari pemain besar dalam industri komputer. Tapi  tunggu dulu, itu bukan komputer seperti yang kita kenal sekarang. Itu adalah komputer mainframe. Komputer besar yang digunakan oleh perusahaan untuk urusan bisnis. Bukan untuk digunakan oleh seseorang di rumah. Baik untuk bekerja, bermain games, atau mengurus bisnis.

Steve Jobs sangat yakin dengan visinya sendiri. Bahwa nantinya akan ada pasar yang sangat besar yang dapat menampung komputer-komputer berukuran kecil dan berkemampuan cukup untuk digunakan di rumah-rumah. Alias komputer yang sangat personalized, yakni personal computer. Inilah visi mutakhir yang dilihat oleh Jobs. Karena itu disebut vision, karena tidak semua orang yang mampu melihatnya, apalagi mengajak orang lain untuk mewujudkannya. Jadi, alih-alih ikut bermain di industri sambil menanti saat-saat bertarung melawan IBM, Jobs lebih memilih berjualan produk yang consumer-oriented bukan corporate oriented.

from PC oriented to consumer electronic oriented

When his second coming, Jobs menyadari bahwa kompetisi kian ketat dan perusahaan harus kembali ke “khittah”-nya dan memulai kembali suatu bisnis yang benar-benar prospektif, memberi omzet tinggi serta cost yang selalu bisa ditekan. Selain brand dan customer yang evangelist, kompetensi Apple ada di hardware dan software, menurut Jobs. Baik kecanggihan, kekuatan maupun kecantikan desainnya. Cek link video ini. Jadi, om Steve sekali lagi mengajarkan kepada kita untuk fokus pada apa yang benar-benar kita miliki lalu mengeksplorasinya menjadi kekuatan yang luar biasa. Punya kelebihan hardware dan software, tidak harus berarti membuat dan menjual komputer, ‘kan? Kekuatan visi om Steve kembali membuktikan kebenarannya, seperti yang kita lihat saat ini lewat iPod, iPhone, dan iPad.

Pada 2007, Apple Computer akhirnya benar-benar melepas kata “computer” dari nama perusahaan mereka. Pelepasan ini sendiri dilakukan secara resmi, di hadapan ribuan audiens mereka ketika launching iPhone pertama kali. Ponsel smartphone iPhone adalah kategori produk kedua Apple yang dirilis di luar produk personal computer baik desktop maupun laptop. Di mana kategori pertama adalah iPod, suatu pemutar musik (yang sebenarnya biasa saja) tetapi sangat sukses dijual oleh Apple. Sejak itu secara penuh mereka berkomitmen untuk fokus bermain dan bertarung di industri consumer electronic.

from consumer oriented to more-consumer oriented

Kembali lagi, dalam tiap titik interaksinya dengan konsumen, Steve Jobs dan Johnny Ive membuat produk yang bisa “berbicara” dengan konsumen dalam bahasa “experience“. Perhatikan tiap iklan produk Apple. Message-nya difokuskan pada experience apa  yang akan didapat oleh pengguna. Mulai dari iMac yang dikeluarkan dari kotak kardusnya jelang tahun 2000-an, hingga bagaimana iPad bisa dibuat tegak berdiri di atas bahan penutup layarnya itu sendiri. Bahkan desain toko dibuat demikian khususnya hingga bukan produknya saja yang mampu menjual, melainkan ambience (pensuasanaan) di toko juga mampu “menyihir” pembeli untuk mengambil produk dan membayarnya di kasir.

from Appple Computer to Apple Inc.

Jadi memang terdapat DNA “customer-centric” dalam organisasi Apple. DNA yang memang ditularkan sejak awal oleh sang pendiri. Kenapa DNA? Karena semakin ke sini, terbukti DNA tersebut menjadi kunci sukses dalam bertahan dalam persaingan, membangun loyalitas konsumen, serta menjadi dasar dari revolusi desain dan teknologi komputer, musik, desain, dan telepon.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s