Pekerjaan Konsultan (II)


Artikel ini adalah kelanjutan dari artikel yang ini.

Kemarin ada rekan yang bilang, kerja jadi konsultan itu enak.  Katanya tidak harus datang kerja on time. Dia menyimpulkan seperti ini karena seorang konsultan yang sedang mengerjakan proyek di kantornya, bisa tiba-tiba datang memenuhi panggilan. Bahkan datang bukan dari kantor, tetapi dari tempat tinggalnya langsung.

Tidak harus datang pagi, itu kata rekan saya.

Padahal, sesungguhnya nature of work konsultan memang begitu. Pekerjaannya tidak selalu ada. Karena memang biasanya berbentuk proyek alias dilakukan secara ad hoc. Ada tenggat waktu (deadline) serta deliverables yang harus dicapai. Demikian pula dengan waktu bekerjanya. Praktis tidak ada jadwal yang pasti. Bila datang ke kantor (klien) saja tidak harus pagi, maka pulang dari kantor (klien) tidak harus di waktu pulang yang terjadwal sebelumnya.

Yang membanggakan bagi seorang konsultan adalah, bahwa sesungguhnya bukan proyek dari klien itu yang membuat konsultan dibayar mahal. Melainkan adalah waktu-waktu yang mereka habiskan untuk membaca. Bacaan-bacaan yang tidak dibaca oleh orang lain. Analisis-analisis yang mereka lakukan, yang sangat mungkin tidak dipikirkan oleh orang kebanyakan. Serta pengalaman-pengalaman mereka dalam proyek-proyek sebelumnya. Makin banyak pengalaman yang dimiliki, maka semakin cepat konsultan tersebut dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan dari klien. Secara spiritual, konsultan semakin merasakan reason for being mereka adalah membantu memberikan saran/rekomendasi bagi pelaku usaha.

Visioning. Ini juga yang menjadi kelebihan seorang konsultan dibanding profesi lainnya. Yakni kemampuan konsultan tersebut untuk memandang arah bisnis (ini dalam contoh kasus konsultan bisnis) ke depan lalu memberikan rekomendasi kepada klien. Hal ini biasanya belum terkuantifikasi menjadi angka. Jadi konsultan akan menyampaikan pandangannya tentang bagaimana ke depan konsumen akan berperilaku, ke arah mana kompetisi dalam industri akan terjadi, dan lain sebagainya. Lalu berujung pada saran/rekomendasi tentang apa yang harus dilakukan oleh klien sebagai pemain bisnis.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s