Potensi Keunggulan Syariah


Produk perbankan kini sudah generik di mata konsumen. Sama semua. Diferensiasi produk antar bank sulit dilakukan, kalaupun iya hanya sebatas fitur. Secara umum tidak ada perbedaan signifikan dalam hal produk antara bank yang satu dengan bank yang lain.

Maka, bagi pelaku perbankan, area permainan bukan melulu tentang inovasi produk. Bukan lagi mengenai kualitas produk, apalagi penguatan ekuitas merek produk. Sebagai contoh saja, bahwa di mata nasabah kini tidak ada produk tabungan yang nomor satu di antara sekian banyak produk tabungan perbankan. Toh, semua bank akhirnya menawarkan produk tabungan. Sehingga kajian yang harus selalu dilakukan para pemain adalah bagaimana menentukan dan menggarap segmen-segmen yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi tetapi tetap minim pesaing.

Termasuk di antaranya adalah segmen syariah. Yaitu segmen yang mulai mempertimbangkan aspek-aspek syariah dalam aktivitas banking. Antara lain aspek riba, bagi hasil, dan lain sebagainya.

Keampuhan strategi juga selalu menjadi topik hangat untuk dieksplorasi dan dieksploitasi oleh para pemain industri perbankan. Strategi berarti general action plan yang diterapkan untuk meraih target-target bisnis. Termasuk di antara strategi dalam industri perbankan adalah bagaimana infrastruktur information technology (IT) dapat menjadi competitive advantage melebihi kompetitor.

Isu teknologi ini biasanya selalu dikaitkan dengan transaksi. Mulai dari kemudahannya, keamanannya, serta kecepatannya. Dan saat ini, jarang sekali nasabah yang tidak memprioritaskan aktivitas transaksi. Bukan jamannya lagi menabung di bank sekedar untuk menggantikan penyimpanan uang di bawah bantal atau celengan bambu. Of course, segala fitur tentang transaksi dari suatu bank, menjadi aspek-aspek yang mereka pertimbangkan ketika memilih bank.

Oleh sebab itu, investasi teknologi informasi menjadi penting. Karena masa depan retensi nasabah ada di sana. Tantangan dari strategi IT ini adalah relevansi teknologi yang saat ini diimplementasikan dengan habit nasabah berkait e-banking tersebut. Sehingga optimalisasi penerapan teknologi dapat menjadi pull factor dalam menarik nasabah baru serta mempertahankan nasabah lama.

Jadi sebenarnya potensi keunggulan syariah terletak pada nilai-nilai syariah itu sendiri. Meskipun, nilai-nilai ini baru relevan menjadi keunggulan syariah di mata konsumen ketika teknologi informasi yang dimiliki oleh bank yang bersangkutan menjanjikan kemudahan dalam tiap transaksi yang dilakukan oleh nasabah.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s