Digital Deniers


Ini adalah sebutan dari AT Kearney, sebuah konsultan strategi manajemen dari Amerika Serikat. Digital deniers adalah kelompok konsumen dengan usia yang relatif lebih tua dibanding generasi digital yang suka bermain media sosial facebook atau path. Meski tidak terlalu technology-minded, beberapa di antaranya memang memiliki media sosial sekalipun tidak terlalu aktif dalam penggunaannya.

Bagi perbankan, kelompok konsumen ini adalah kelompok yang harus dilayani, meski jumlahnya semakin mengecil. Hal ini tentu disebabkan fakta yang tidak bisa dipungkiri bahwa kelompok konsumen ini sudah mapan dalam urusan finansial serta tetap memiliki potensi yang menjanjikan bagi industri perbankan.

Dalam benak sebagian besar anggota segmen ini, teknologi ATM adalah teknologi paling inovatif dari perbankan yang relatif masif penggunaanya di kalangan mereka. Karena itu transaksi melalui ATM adalah jenis transaksi yang paling mereka kenal dan paling sering mereka lakukan. Sekalipun demikian, para Deniers tidak menutup mata akan teknologi baru dari perbankan yang lebih mudah dan lebih nyaman bagi mereka. Dan saat-saat seperti ini, sudah mulai terlihat dari semakin intensifnya penggunaan mobile banking atau sms banking.

Solusi Tepat

Meski masih menyediakan pangsa pasar yang cukup besar, ternyata masa depan perbankan (terutama ritel) bukan di Digital Deniers, tapi ada di Facebook Generation. Ke depannya, generasi nasabah perbankan akan didominasi oleh para facebook user. Ini sensing saya pribadi. Mengabaikan salah satunya akan jadi pilihan menguntungkan dalam jangka pendek, tetapi tidak dengan jangka panjang. Maka, solusi yang diberikan perbankan tentu akhirnya harus mengakomodasi kedua segmen tersebut.

Yang harus dilakukan para pemain di industri perbankan sebaiknya adalah tidak sekedar mengakomodasi kebutuhan kedua segmen, melainkan juga fleksibel dalam mengantisipasi perubahan perilaku keduanya. Perubahan business model perlu dilakukan dalam rangka untuk menyediakan solusi kongkrit yang dibutuhkan.

Sebenarnya, kelompok Digital Deniers sangat sadar dengan perubahan teknologi di sekitar mereka, khususnya teknologi informasi. Kelompok ini melihat bagaimana orang-orang di sekitar mereka, terutama para Facebook Generation berinteraksi dengan lingkungan. Mulai dari beli tiket pesawat melalui internet,  beraktivitas jual-beli online, hingga menggunakan gadget-gadget berlayar sentuh (touch screen). Bunyi sentuhan touch screen dengan jari (antar gadget biasanya berbeda bunyinya😀 ) menarik rasa ingin tahu para Digital Deniers, “apa yang dari tadi berbunyi itu? mengapa bisa berbunyi demikian?”.

Hehehe😀 Meskipun sudah mapan secara finansial, ternyata soal keingintahuan kelompok konsumen ini masih “belum mapan” juga, koq. Alias masih K.E.P.O juga😀

Related Post: 
Konsumen Digital
Connected Generation

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s