Konsumen Digital


Telah lahir konsumen-konsumen digital. Pegangannya jelas: smartphone atau tablet. Semangatnya semakin menyala-nyala manakala bertemu dengan wifi gratis. Bila tidak, jaringan internet dari kartu GSM pun sudah cukup membuat mereka merasa ‘hidup’.

Konsumen digital yg benar-benar ‘hidup’ tidak harus dicirikan oleh mobile gadget-nya. Mereka yg berjam-jam dalam sehari menghabiskan waktu berselancar di dunia maya juga termasuk jenis konsumen ini. Mengapa? Karena keputusan beli-nya itu dipengaruhi oleh konten-konten internet (termasuk social media).

Ke depannya, beberapa industri jelas akan terpengaruh oleh eksistensi jenis konsumen digital ini.

Contohnya di perbankan. Ke depannya, e-banking akan semakin digunakan oleh masyarakat, terutama oleh para digitalist. E-banking ini semuanya lho, ya. Mulai dari e-money, kartu kredit hingga internet banking dan mobile banking. Hampir semua transaksi nantinya akan dilakukan melalui electronic channel ini. Salah satu akibatnya kemudian adalah kantor cabang perbankan nantinya akan mengalami pergeseran fungsi. (tentang pergeseran fungsi kantor cabang, kita bahas di artikel lain ya).

Konsumen digital datang dengan karakteristik tertentu, salah tiga di antaranya adalah kemudahan, kontrol atas transaksi serta pengalaman. Semuanya tentang transaksi. Karena itu  konsumen digital sangat demanding akan kualitas electronic services yg disediakan oleh para penjual/penyedia layanan.

One thought on “Konsumen Digital

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s