Kapan sebaiknya kuliah S2 ?


(artikel ini saya sharing berdasar cerita kawan-kawan saya ketika mengambil program s2)

Lulus S1, bekerja, kuliah S2 reguler. Bosan dengan pekerjaan, jadi salah satu alasan para early jobber mengambil program s2. Alasan lain adalah kangen kembali ke kampus dan pergi belajar. Dan beberapa alasan lainnya. Yang intinya adalah, saat bekerja malah ingin belajar. Padahal ketika belajar malah ingin bekerja alias cari duit. Yang harus diperhatikan adalah syarat umur ketika lulus S2 dan ingin berkarir kembali. Beberapa perusahaan, terutama untuk program Management Trainee (MT) mensyaratkan maksimal usia adalah 28 tahun. Sudah sedikit sekali yang mensyaratkan 30 tahun.

Lulus S1, langsung S2. Untuk mereka yang belum bosan belajar, boleh mengambil cara ini. Keunggulannya adalah hemat waktu. Istilahnya, serba sekalian. Sekalian jadi Master, sekalian memperdalam bidang ilmu yang dulu ditekuni, sekalian meneruskan kost-kostan. Cara ini  kurang cocok untuk mereka yang langsung dianggap mandiri oleh ‘investor kuliah’ atau mungkin orang tua. Hehehe😀 Alias kurang cocok untuk mereka yang harus bekerja dulu beberapa waktu menikmati gaji serta harus menabung sendiri untuk biaya S2.

Sambil bekerja, mengambil S2 di akhir pekan. Menurut pengamatan, cara ini melelahkan. Kuliah tapi kok ya engga fokus belajar. Kerja tapi koq engga bisa menikmati liburan di akhir pekan. Mereka yang kuliah di akhir pekan ternyata jarang menyentuh buku di malam-malam weekdays. Alasannya sederhana: CAPEK!! Giliran harus kerja kelompok, baru bisa di hari jumat atau sabtu. Jelas tidak optimal. Baik membaca maupun mengerjakan tugasnya. Dan cenderung minta dosen mempercepat pulang ketika kuliah di weekend. Hehehe😀

Nikah dulu baru S2, apa S2 dulu baru nikah? Hehehe😀 Sebenarnya sama-sama engga masalah, selama duitnya ada. Tah, eta tah! Justru di sini ternyata masalahnya. Bingung dengan duit yang belum banyak, mau mendahulukan yang mana😀 Saran saya siy, kalau sudah ada calon dan sudah ada dana ya dahulukan saja menikah. Toh, menikah adalah ibadah. Ya kan? Kalau pun keburu ada tanggungan anak, tinggal mencari beasiswa saja. In shaa Allah, Maha Pemberi Rezeki akan mencukupkan kebutuhan hamba-hamba-Nya yang senantiasa berdoa memohon rezeki yang melimpah (Aamiin!!). Mau mengundur kuliah padahal satu semester sudah berjalan? Ya tidak apa, tho S2 bisa dilakukan kapan saja kan. Bagaimana dengan kasus sebaliknya? Jelas, dahulukan S2 dong daripada mau  menikah tapi belum ada calon #ehh. Disclaimer: kalimat terakhir tidak bermaksud menyindir oknum-oknum tertentu.

Pesan paling penting: jangan kuliah, karena mengejar gelar. jangan pula kuliah untuk menaikkan karir. Meski gelar pendidikan adalah syarat naik jabatan. Tapi bagaimanapun, berkuliahlah untuk belajar. Karena belajar adalah cara kita untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s