Public Speaking ala Hermawan Kartajaya


Saya kemarin menghadiri MarkPlus Conference 2013. Selain berminat dengan materi yang akan dibahas, saya juga ingin tahu seperti apa sih Pak Hermawan Kartajaya yang tersohor itu (konon beliau lebih dikenal daripada perusahaannya sendiri) ketika berbicara di depan  publik?

(Saya perhatikan, kemampuan public speaking dapat menunjang personal branding. Kapan-kapan saya akan ulas ini pada artikel terpisah)

Sebagai pengajar di berbagai pelatihan pemasaran, tentu beliau biasa dong berbicara di depan orang banyak. Nah kesuksesan teknik public speaker ini yang ingin saya lihat, dan bagikan kepada anda semua pembaca blog ini.

  1. Powerful alias kuat. Bukan hanya suaranya saja ya.  Melainkan juga gerakan-gerakan di atas panggung. Kuncinya adalah perbaiki  mental dulu. Mantapkan mental untuk berani,  lalu powerful  akan datang dengan sendirinya. Sejak awal di atas panggung, hingga turun dari panggung. Ini yang dicontohkan oleh Pak Hermawan. Berdiri satu panggung dengan para direktur utama tidak boleh  menjadikan kita jatuh mental, justur harus ikut aktif dan berbicara. Bahkan satu panggung dengan Dahlan Iskan dan Joko Widodo.
  2. Cepat tapi tidak terburu-buru. To the point agar maksud cepat sampai  ke audiens, tapi bicaranya tidak boleh terburu-buru. Jangan panjang-panjang, karena audiens akan bingung. Tidak usah pakai  ilustrasi atau pendahuluan yang terlalu  banyak. Langsung ke inti saja, tapi sekali lagi, tidak boleh terburu-buru.
  3. Pada dasarnya jadi moderator adalah gampang. Tapi  yang tidak mudah adalah bagaimana kita tidak hanya  menjadi sekedar moderator.  Dan pak Hermawan  menunjukkan itu lewat info-info yang sesekali dia selipkan lewat cerita. Jadi, menceritakan informasi adalah  salah satu cara agar penampilan kita sebagai moderator tidak datar-datar saja.
  4. Pak Hermawan menceritakan tentang Gatot Kaca yang juga manusia. Bisa terbang, artinya punya teknologi. Tapi bisa jatuh dan mati juga. Kisah ini dia ibaratkan sebagai character dalam brand. Jadi tidak harus super, tapi harus human. Dia kemudian menambahkan cerita film The Dark Night dimana Batman ingin pensiun. Lalu ada juga vampir Edward Cullen yang cinta kepada manusia bernama Bella Swan.

Pak Hermawan Kartajaya sedang menceritakan Kompasiana, satu bentuk community yang sukses.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s