3 Rumus Sakti Mengelola Komunitas


Ada beberapa indikator yang bisa digunakan untuk mengukur apakah suatu community blogging berhasil  ‘membangun’ blognya tersebut. Misalnya dari jumlah user, jumlah artikel, dan respon balik yang terjadi. Sifat-sifat ukuran ini harus relevan dengan komunitas itu sendiri, terutama dengan aktivitas-aktivitas online-nya. Sebaiknya kita tidak menggunakan perbandingan terhadap komunitas yang lain (apalagi yang berbeda bidang), karena ukuran dan interaksi yang terjadi bisa sangat bervariasi.

Target keberhasilan community blogging yang harus dikejar adalah, ada user yang banyak, konten yang bervariasi tapi tetap dalam satu tema besar. Sebagian kecil user ini akan berubah  menjadi kontributor tetap terhadap community  blog tersebut, sedangkan sebagian besarnya hanya menjadi penikmat konten saja (alias sebagai pembaca saja). Sebagian yang lain sesekali  mengkontribusikan artikelnya ke dalam community blog tersebut.

Facilitating adalah kunci pertama dalam membangun community blog. Anggota berhimpun membentuk komunitas, alasan pertamanya adalah  karena kebutuhan/keinginan  yang terpenuhi. Ketika Impresi pertama yang dirasakan adalah community blog ‘memberikan’ apa yang dia inginkan/butuhkan.

Misalnya, saya sebagai salah satu follower community blog, punya keinginan dan kebutuhan.  Saya mengikuti blog-blog tentang motor, meski tidak terlalu paham, karena saya tahu bahwa saya ‘butuh’ untuk tahu tentang sepeda motor. Sambil berharap suatu saat saya akan bisa menggunakan informasi tersebut. Ini jadi alasan saya, dan keberhasilan blog tersebut menjaring saya, karena blog tersebut memfasilitasi apa yang saya butuhkan.

Empowering. Alias memberi kesempatan. Ini yang dilakukan oleh community blog yang berhasil. Ada reaksi, karena ada aksi. Community blog ‘beraksi’ lewat artikelnya, saya bereaksi  lewat komentar saya. Berkomen itu sudah suatu ‘empowerment’,  apalagi kalau sudah ikut kontribusi artikel. Itu namanya saya sudah “do more”.  ‘Reaksi’-nya sudah berlanjut dalam  bentuk artikel, karena ‘aksi’-nya sudah empowering the member.

Community blog yang menuju gerbang kesuksesan tanda-tandanya hanya tiga. Member/follower-nya bertambah banyak, komentarnya tambah interaktif, dan artikelnya bertamah terus. Ini ibarat  bola salju,  makin menggelinding makin besarlah si bola salju. Syaratnya hanya satu, bola salju tersebut harus tetap ‘jalan’ alias menggelinding. Kalau community blog, artikelnya harus tambah terus. Jangan berhenti. Artikel stop, komentar stop, lama-lama kunjungan juga stop.

Ini namanya Crowding. Polanya mirip bola salju. Makin banyak saljunya, makin berat dia, makin cepat dia menggelinding. Makin  cepat menggelinding, makin  banyak saljunya, makin besarlah dia. Sama dengan community blog. Semakin banyak artikel, semakin banyak  komentar, semakin banyak kunjungan.  Semakin banyak kunjungan, maka semakin banyak artikel, maka semakin searchable.  Alias semakin  banyak hasil pencarian muncul melalui  search engine (mesin  pencari) sejenis google, yahoo!, atau bing!

Keragaman konten jadi syarat untuk facilitating. Makin memfasilitasi, makin banyak  yang membutuhkan. Artikel harus menarik, supaya memancing. Ini yang namanya empowering, yaitu memancing lalu memberikan kesempatan terlibat. Kalau sudah terlibat, lahir artikel,  lahir komen, ini namanya Crowding. Efek bola salju mulai terjadi. Makin banyak member, makin banyak artikel, makin  banyak komen. Akhirnya, member bertambah  lagi. Kalau tiga syarat konten terpenuhi, sedikit artikel saja, ada member baru yang terjaring, apalagi ketika artikel  semakin  beragam, makin banyak yang terjaring.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s