Strategi Bisnis Klub Sepakbola


malam minggu begini, mumpung lagi ramai tayangan sepakbola di televisi, mari bahas sedikit tentang strategi klub sepakbola, yuk!

bisnis sepakbola pada dasarnya adalah bisnis berbasis penduduk kota juga. makin banyak jumlah penduduknya, makin  baik tingkat pendapatannya, maka pendapatan klub sepakbola bisa makin tinggi. tapi sumber pendapatan engga cuma dari jumlah tiket yang laku terjual, melainkan juga dari sponsorship, hasil penjualan jersey, dan lainnya. ini yang menjelaskan kenapa liga Italia sedang turun pamornya saat ini. karena pendapatan dari tiket terusan terus berkurang, karena ekonomi negara Italia sedang berada dalam titik nadir.

berbeda dengan bisnis sepakbola di Inggris. pemain mahal didatangkan, karena investornya berdatangan. teranyar, manchester united (MU) baru saja melepas saham perdananya di suatu pasar saham di New York, Amerika Serikat (AS). ini adalah refleksi hasil  kinerja keuangan yang luar biasa, yang bisa “dijual” dalam bentuk saham kepada calon investor. makin bagus klubnya, logikanya adalah harga sahamnya akan naik terus. sebelumnya, manchester city baru saja dibeli oleh invetor dari tanah Qatar. kebanyakan uang hasil penjualan minyak, investasi dialihkan ke klub sepakbola di kota manchester.

manchester ini adalah kota dengan pendapatan salah satu yang tertinggi di Inggris. tadinya kota industri, tapi kini telah berkembang lebih pesat daripada itu. faktor-faktor seperti ini tentu sudah dipertimbangkan oleh Sheikh Mansour sebelum membeli manchester  city. investasinya tidak hanya untuk membeli klub dan pemain-pemain berkualitas untuk musim pertama, tetapi juga untuk belanja hingga musim ketiga. machester city musim lalu juara liga Inggris. musim sebelumnya juara piala FA (football association, PSSI-nya Inggris). semuanya menghasilkan uang, lho. terlebih lagi bila bermain di  Liga Champions Eropa.

Inggris ini memang negara industri sepakbola. Maksudnya sepakbola sudah dikomersialkan sedemikian rupa sehingga memberi untung bagi banyak pihak. Di Indonesia saja, musim lalu kita masih bisa menyaksikan tayangan liga Inggris hingga 3 pertandingan berturut-turut. Semuanya siaran langsung, lho.  Ini adalah indikator bahwa jadwal pertandingan sudah diatur sedemikian rupa sehingga penonton tidak hanya terbatas bagi mereka yang datang langsung ke stadion, atau beberapa gelintir  pasang mata di rumah. Komersialisasinya dilakukan sedemikian rupa sehingga dengan jumlah pertandingan yang sama justru meraih jumlah penonton yang berlipat-lipat.

Karena itu Arsenal nyaris tidak peduli lagi dengan gelar juara liga domestik. Dengan pemain-pemain muda yang berkualitas, serta permainan cantik dan sering menang, Arsenal tidak terlalu minat lagi dengan gelar juara liga. Terbukti, dalam 7 musim terakhir belum pernah juara liga lagi. Yang jelas, bermain di Liga Champions itu keharusan. Karena bermain seri saja sudah mendapat hadiah uang, apalagi bila berhasil menang. Di setiap babak sistem gugurnya, ada hadiah uang menanti, bila lolos ya. Karena itu, bagi Arsenal engga masalah tidak juara liga, asal terus bermain di Liga Champions. sesekali  ditekel Barcelona, ya engga apa-apa 😀

Barcelona ini pelanggan tetapnya Arsenal. beberapa tahun lalu, yang membeli Thierry Henry adalah Barcelona. Awal musim lalu, kapten sekaligus pengatur serangan Arsenal, Cesc Fabregas pindah ke Barcelona, klubnya semasa remaja. awal musim ini, Alex Song yang pindah ke Barcelona. tentu, dengan kualitas seperti mereka, harga yang diterima oleh Arsenal juga pantas. Dan ini bisnis yang menguntungkan: membeli pemain muda dengan harga murah lalu memolesnya beberapa tahun kemudian menjualnya dengan harga mahal. Ini yang jadi alasan mengapa meskipun 7 tahun tanpa gelar, Arsene wenger dipertahankan. alasan yang sama dengan Sir Alex Ferguson di Manchester United (MU).

Fergie menjadikan MU sangat menguntungkan. karena, gelar juara liga dan berbagai gelar domestik lainnya, beberapa kali mencapai final dan juara liga champions sebanyak dua kali. Klub ini pernah di ambang kebangkrutan tapi berkat tangan dingin Glazer, keluaga ini berhasil menghapus utang-utang MU serta menjadikan klub ini sangat menguntungkan. Resepnya sederhana: menyerahkan sepenuhnya perekrutan pemain dan permainan tim kepada Fergie. Yang jelas, tidak boleh ada pemain yang sangat individual. Bila pemain tersebut bentrok dengan pelatih, maka pemain tersebut yang harus pindah karena sepakbola adalah permainan tim. Hal ini yang disinyalir terjadi manakala Ruud Van Nistelrooy dan David Beckham meninggalkan Theather of Dreams.

Karena hanya permainan tim yang akan memberikan kemenangan. Striker yang hebat akan mencetak gol, tapi kerjasama lini pertahanan yang akan mempertahankan keunggulan. Dan sebaliknya.  Tim yang punya pertahanan kuat tidak akan bisa menang bila tidak bisa mencetak gol. Dan satu lagi, yang menyebabkan banyaknya penggemar MU di seluruh dunia adalah, MU salah satu tim yang seringkali bangkit dari ketertinggalan. tak jarang justru menang dalam menit-menit akhir. Ingat final liga champions tahun 1999? dalam 3 menit terakhir, MU mencetak 2 gol setelah tertinggal 1 gol hampir sepanjang 90 menit.

Klub sepakbola kita di Indonesia terlalu malas untuk menjadikan pemain sebagai aset klub. Padahal pemain juga karyawan yang bisa mendatangkan produktifitas tinggi bagi perusahaan. Baik kemampuan bermainnya, maupun popularitasnya. Masih ingat beberapa tahun yang lalu, Arema Indonesia berhasil juara liga tapi gagal mempertahankan pemainnya. Akhirnya gagal pula mempertahankan gelarnya. Bahkan, kini justru nyaris gagal membayar gaji para pemainnya. Pemain memang aset terbesar klub. di eropa, kewajiban keseimbangan keuangan klub bahkan bisa digambarkan seperti ini: begitu besarnya harga yang harus dibayar untuk merekrut pemain bintang terbaru, maka untuk menyeimbangkan neraca keuangan, klub harus menjual pemain yang lainnya. Artinya, pengeluaran yang besar harus diseimbangkan dengan pemasukan yang besar pula.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s