Kuasa dari Internet


Pada manusia-manusia yang bertanggung jawab, mereka memang layak untuk diberikan amanah alias beban lebih. Karena mereka akan melakukannya dengan sebaik-baiknya. Tidak semua pengguna internet akan bertanggung jawab memang, tapi setidaknya kita bisa menggunakan asumsi bahwa “semua orang bertanggungjawab” ketika kita berurusan dengan mereka dalam urusan internet.

Ambil contoh konsumen. Konsumen yang baik (dalam memakai  internet) akan memberikan rekomendasi kepada pengguna lain. Entah mereka mengenalnya atau tidak. Pokoknya, cukup unggah saja atau twit-kan atau blog-kan rekomendasi dia. Itu bila produk atau bisnis tersebut memang pantas untuk direkomendasikan. Tapi bila tidak? Maka konsumen akan tetap jujur. Mereka akan me-review segala kelebihan dan kekurangan dari produk yang mereka gunakan.

Dalam posisi pemasar atau pebisnis, konsumen yang cerewet ini tidak boleh didiamkan. Mereka akan berkata baik bila memang itu baik dan sebaliknya. Dalam konteks pengembangan produk, pembuat produk tentu akan bingung dengan begitu banyaknya masukan dari konsumen-yang mengguna internet. Dalam sisi komunikasi perusahaan, para konsumen cerewet harus dilibatkan aktif dalam percakapan. Atau haruskah saya menyebutnya, sebaliknya? Bahwa perusahaanlah yang seharusnya terjun  ke dalam percakapan tersebut? Betul kan, pada dasarnya percakapan tersebut akan terjadi, dengan atau tanpa kehadiran dari perwakilan perusahaan di dalamnya.

Dalam konteks konten internet, pengguna internet yang baik akan menyebarkan semua konten yang menurut dia memang layak untuk disebarkan (baca: diunggah di internet). Setiap orang memang punya definisi  yang berbeda tentang apa konten yang layak disebarkan itu. Makanya, jangan sakit kepala ketika anda tidak menemukan apa yang anda cari dari kata kunci yang anda masukkan dalam mesin pencari. Siapa tahu, konten yang anda ingin itu yang belum ada yang menyediakan? Atau, mungkin itu adalah harapan tersembunyi supaya anda membuat konten tersebut J

Pada akhirnya, internet adalah penguat. Pemberi kekuasaan bagi  penggunanya untuk berbuat lebih. Sebagai konsumen, pengguna internet ingin melindungi konsumen lainya. Maka mereka membuat review produk. Sebagai  pertanda bagi yang ingin membeli segala spesifikasi produk, berikut dengan harga jual yang harus mereka bayar. Tidak ada yang tidak cacat, mungkin itu pikir para pengguna internet. Semua pasti ada jeleknya, bersamaan dengan semua ada bagusnya. Dari sana, mereka terbuka untuk menginformasikan segala kejelekan dan kebagusan produka atau jasa. Tidak masalah, karena untuk kebaikan semua orang.  Kira-kira itulah yang telah mereka pikirkan.

Internet memberi kesempatan bagi orang untuk bersuara, di medium-medium yang tidak dimilikinya. Betapa kita sadar, bahwa para pemilik media sekarang sesungguhnya sedang berkonspirasi menggiring opini publik. Ke araha mana? Setiap pemilik media tentu punya jawabannya masing-masing. Tapi  tidak dengan pengguna internet. Dengan internet, mereka bebas beropini dan menggunggah pesan-pesan komunikasinya ke dalam bentuk media digital. Panca indera mereka melihat/mendengar/merasakan sesuatu, lalu mereka tiba-tiba saja ingin berbagi dengan pengguna internet lainnya. Makanya mereka berbagi di sana. Memunculkan gagasan, sambil berharap pengguna lain akan memberikan respon berupa komentar.

Inilah era social media. Era dimana para pengguna media komunikasi, tidak terhalangi oleh maksud-maksud para pemilik  media. Dengan media sosial online, semua pengguna kini saling terhubung dan bisa membicarakan sesuatu. Minimal, mereka sekedar menggunggah alias menghadirkan konten di dunia maya. Tapi, yang terjadi di dunia maya pun bisa terjadi sama persis sebagai akibat dari apa yang terjadi di dunia nyata. Bedanya, media sosial  online lebih dari sekedar percakapan biasa, ini adalah tentang percakapan sosial yang terjadi di dunia internet dan bisa dilakukan penelusuran terhadapnya. Enak ‘kan? Jadi semua orang bisa tahu. Terima kasih untuk para mesin pencari. Baik lewat google maupun mesin pencari miliki twitter.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s