Inovasi (I)


Bicara inovasi sebenarnya bicara tentang penciptaan nilai (yang diterima). Jadi inovasi bukan sekedar menciptakan nilai tambah. Ada faktor pasar/masyarakat yang turut berperan di dalam keberhasilannya.

Sudah sejak lama kampus dikenal sebagai tempat lahirnya karya. Facebook lahir di harvard, google diciptakan oleh mahasiswa doktoral. Baik radikal atau inkremental, kampus jadi tempat teratas dalam merilis ide/karya baru, atau tempat lahirnya generasi yang lebih baik dari karya-karya yang sudah ada.

Di sisi lain, ada value (nilai) yang juga menjadi tolok ukur bagi masyarakat/pasar. Para marketer (pemasar) biasanya mendefinisikan value sebagai benefit (manfaat) dibagi dengan cost (biaya). Jadi, terhadap benefit yang akan diterima, masyarakat selalu mempertimbangkan cost (salah satunya berupa harga jual) produk/jasa yang harus mereka bayar.

Inovasi baru akan menemukan tempatnya di masyarakat bila produk/jasa tersebut sudah diproduksi massal dan dibutuhkan oleh khalayak ramai. Perihal ini, butuh waktu yang cukup bagi produk untuk mencapai tahap growth dalam siklus hidupnya sebelum pasar jenuh lalu turun/mati.

Apple inc sebenarnya hebat dalam memasarkan, bukan dalam membuat. Karya terbaik mereka adalah ketika mereka melakukan personalisasi komputer mainframe superbesar yang ada saat itu. Mereka hebat dalam memasarkan, karena mereka paham persis, produk hardware-software seperti apa yang laku keras di pasaran.

Selebihnya, mereka hanya melakukan kustomisasi karya yang ditemukan ke dalam perangkat keras (hardware) buatan mereka. Penemu mouse (tetikus) adalah xerox, tetapi apple yang pertama kali memasarkannya. Siri adalah fitur yang luar biasa keren, tapi bukan apple yang menciptakannya. Apple adalah yang menjualnya melalui iPhone 4.

Marketer memang punya peran penting dalam menciptakan kebutuhan massal di dalam masyarakat. Mulai dari menentukan benefit produk/jasa, menetapkan medium komunikasi, hingga eksekusi seluruh aktivitas pemasaran. Termasuk distribusi dan program purna jual. Pada titik optimum aktivitasnya, produk berada pada tahap growth dalam siklus hidup (life cycle).

Aktivitas pemasaran akhirnya berakibat getok tular di masyarakat. Karena edukasi pasar yang dilakukan oleh para marketer, kini masyarakat sendiri lah yang memunculkan kebutuhan (need) dan keinginan (wants)-nya. Pada era kekinian, masyarakat semakin haus akan inovasi.

Konsumen ingin produk/jasa yang lebih baik, lebih cepat, lebih murah dan berbagai kelebihan lainnya. Perusahaan pun merasakan semakin ketatnya persaingan, dikarenakan para kompetitor pun mampu menciptakan produk dengan benefit sejenis.

Ini terjadi terutama dalam industri yang melibatkan desain produk, elektronika, serta aplikasi komputer. Dimana, ketiganya adalah hal yang begitu mudah diciptakan sekaligus ditiru. Pemenang dalam persaingan ketat ini adalah mereka yang lebih dahulu mendaftarkan patennya serta merilis produk lebih dulu dibanding kompetitornya.

Akibatnya, pemenang dari persaingan inovasi adalah mereka yang mampu menghasilkan dan memasarkan produk secepat-cepatnya. Ini yang menyebabkan kerugian, diakuisisi atau bangkrutnya beberapa perusahaan jepang. Kekalahan mereka dalam kecepatan inovasi dari perusahaan-perusahaan asal korea selatan menjadi biang keladinya. Akibatnya, inventori menumpuk, kas tidak berputar, utang kepada supplier dan pemberi pinjaman semakin menumpuk.

Percaya atau tidak, anda meyakini atau tidak, inovasi adalah keniscayaan, inovasi adalah tanda kehidupan. Ada karya baru yang lahir, ada karya lama yang mati. Anda yang lebih dahulu melakukannya, atau anda yang akan disalip oleh kompetitor anda.

Cek juga tulisan saya lainnya tentang Inovasi

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s