pergantian partner usaha


menjalankan usaha memang tidak mungkin sendirian. ingin menjalankan usaha seorang diri? bisa saja. silakan mencontoh tukang nasi goreng keliling. praktis tidak mengelola SDM sama sekali. cukup menjaga kesehatan pribadi supaya tidak jatuh sakit. karena bila jatuh sakit, maka tidak ada pengganti untuk menjajakan nasi goreng di kompleks-kompleks perumahan.

bahkan ketika organisasi perusahaan sudah semakin besar. ada kalanya perusahaan (masih) tidak mampu menjalankan usaha bisnisnya sendirian saja. maka dari itu, di sinilah peran strategis adanya partner usaha. karena partner usaha akan membantu perusahaan untuk fokus dalam menjalankan core business-nya. semakin fokus, maka usaha akan (bisa) semakin berkembang.

ada macam-macam skema yang dipilih untuk pembayaran fee:

  • by project. artinya jumlah dan jenis pekerjaan sudah ditetapkan, termasuk bagaimana pengukuran performansinya. fee didasarkan pada jumlah dan jenis pekerjaan ini. kelemahannya adalah, baik-buruknya hasil pekerjaan, praktis tidak mempengaruhi fee yang dikeluarkan oleh pengguna jasa.
  • by result. artinya, fee didasarkan pada hasil yang dicapai. misal, hasil yang dicapai 80% maka fee-nya Rp 8 ribu. bila hasil mencapai 100% maka fee yang dibayar Rp10 ribu. pengguna jasa (user) tidak perlu memperhitungkan jumlah dan jenis pekerjaan yang diberikan. yang penting hasil yang harus dicapai oleh vendor (penyedia) saja.

meskipun berlangsung dalam kerja sama bisnis, dimana ada uang bayaran (fee) yang terlibat di dalamnya, tapi partner bisnis (terutama yang sudah lama menjadi vendor) tentu sudah paham seluk-beluk operasional pekerjaan yang diminta oleh perusahaan yang membutuhkan.

pergantian partner bisnis adalah hal yang sebisa mungkin harus dihindari. tapi tidak bisa tidak, ketika standar dari pengguna jasa sudah berbeda dibanding sebelumnya. konsekuensinya adalah pengguna jasa harus mencari partner baru dan melakukan penyesuaian atas ritme kerja bersama, serta penyamaan standar hasil kerja yang baru. akan ada konsekuensi samping seperti fee yang lebih besar, standar prosedur kerja yang lebih rumit, dan lain sebagainya.

di atas itu semua, menjalankan usaha bisnis penuh dengan siklus hidup. ada inisiasi kerja sama, maka akan ada pemutusan kerja sama atau saat dimana kerja sama akan berakhirnya. dan dalam dunia bisnis, kedua hal ini sama lumrahnya. harus disikapi secara profesional, tapi tetap kekeluargaan dan dalam komunikasi yang baik.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s