perihal konten di media online


konten, atau bisa disebut informasi, itu “ruh”-nya berita. di masa lalu, sebelum ada internet, konten itu cuma satu dari banyak aspek yang mewakili industri media itu sendiri. karena, ada faktor distribusi yang harus dipenuhi agar konten-konten tersebut sampai kepada target audiens yang diinginkan.

koran kota saja, tentu harus tersebar ke seluruh penjuru kota, baru orang-orang kota akan paham berita yang sedang terjadi beberapa hari sebelumnya. media audi dan visual seperti televisi, kontennya bisa jadi tidak berarti, mana kala jejaring stasiunnya belum tersebar luas di banyak kota. maklum, apabila kita menyimak bagaimana bisnis televisi di indonesia berlangsung, maka para pengiklan baru banyak datang setelah jejaring stasiun televisi yang me-nasional.

jadi, di era sebelum internet, konten dan distribusi adalah dua hal penting yang harus dijaga kualitas operasionalnya oleh para pemain di industri media. lha iya kudu begitu, kalo sekarang gmana om?😀

klo sekarang, dengan adanya internet, maka konten menjadi yang utama. bukan sekedar bidang besar yang dipilih: apakah politik, atau kah kuliner, atau olahraga, atau yang lainnya. tetapi juga orisinalitas konten tersebut. era internet, terutama setelah kita memasuki zaman social media online, memungkinkan yang namanya  “penerusan konten” ke jejaring sosial kita. misalnya, re-blog di wordpress atau re-tweet di twitter. meski mudah untuk meneruskan, tetapi tetap saja, audiens kita jelas tidak bodoh-bodoh amat. mereka masih mencari tahu kebenaran berita. terutama siapa sumber berita tersebut. belum lagi, begitu mudah untuk membuat versi banyolan (apakah kosakata ini termasuk bahasa indonesia?😀 ) dari konten-konten yang ada sekarang. semisal, @liputan9 kalo di twitter.

nah, oke kita harus fokus di konten. karena konten itu sudah menjadi yang utama sekarang. tapi bagaimana fokusnya, om?😀

perhatian audiens kini mengarah ke dua hal. yang pertama sudah disebutkan, yaitu orisinalitas. karena, semua orang sudah bisa bikin berita. meski tidak lewat media yang persebarannya luas, tetapi media sosial sudah memungkinkan tiap orang menjadi narasumber. tapi, seberapa orisinil berita tersebut? seberapa berbeda pembuat berita tersebut? kualifikasi pembuat berita menjadi penting, untuk tetap “berlangganan” berita kepada orang yang memberitakan (atau meneruskan berita?). pelanggan konten masih relevan sebagai aspek penting di era internet ini.

kedua, adalah kedalaman konten. setelah audiens berita bisa berubah menjadi pelanggan, maka konten yang mendalam adalah aspek berikut yang penting dalam media kekeinian. konten yang sekedar asal comot, atau asal rilis, atau asal twit, bisa jadi tidak digubris oleh auediens. tetapi,  audiens suka dengan pemberita yang konsisten dengan konten-kontennya. lucu, kalau cuma sesekali, rasanya tidak  menarik. tapi klo lucu terus-terusan? nah, yang begitu yang disukai  oleh pelanggan konten. jangan heran, akun tukang galau seperti @poconggg punya jutaan follower.

dan konten masih akan berevolusi, karena teknologi telekomunikasi (salah satunya adalah internet) itu sendiri masih terus berevolusi🙂

3 thoughts on “perihal konten di media online

  1. Ping balik: Kuasa dari Internet | Jurnal Perjalanan

  2. Ping balik: Social Media | Jurnal Perjalanan

  3. Ping balik: Heritage Brand | Jurnal Perjalanan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s