Ketika Otak Buntu


punya kesibukan itu lebih banyak gunanya. biarpun puasa, lemas dan berbagai alasan lainnya, sibuk itu tetap lebih baik. minimal otak berpikir, supaya tidak buntu. daripada dibiarkan tidak berpikir sama sekali. sekalipun harus melawan kantuk dan berbagai godaan lain dari syaithan terkutuk😀

ketika aktivitas yang berkait literasi semakin berkurang, rasanya otak menjadi buntu. macet. bacaan kurang, diskusi juga kurang. nah, ini tanda-tandanya otak mulai buntu. biarpun cuma novel, yang nyata-nyata fiksi alias rekayasa, masih mending untuk otak yang mengikuti alur cerita dari penulis. biarpun cuma ngobrol, tapi klo diskusi itu bikin wawasan bertambah apalagi mengarah ke pembuatan keputusan (meskipun belum waktunya mengambil keputusan), jelas-jelas itu bikin otak berkembang. darah mengalir lancar di dalamnya.

ga kebayang dengan teman-teman saya yg bekerja di perusahaan tambang emas di papua. beberapa di antara mereka ada yg bekerja sampai otak buntu. pekerjaannya menunggui alat-alat yang bekerja otomatis terhadap barang hasil galian. klo semuanya oke, ya mantap jaya. tidak ada yang harus dikerjakan selain mengontrol. nah, yang begini ini yang bikin buntu otak.

blogging ini juga bagian dari cara supaya otak engga buntu. hehehehe😀

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s