blogging


sesaat lagi jelang pergantian hari. follower blog ini pun mungkin sudah terlelap dan tidak sempat mengunjungi artikel ini. padahal si empunya artikel sedang berusaha menuntaskan niatnya untuk merilis posting baru setiap hari. dan di hari yang hampir habis ini, bisa jadi juga para follower twitter dari empunya blog ini sudah tidak sempat untuk mengunjungi blog ini lagi dari link-nya di dunia media sosial.

sepuluh menit lagi hari ini akan habis, dan waktu yang tersisa harus dimanfaatkan untuk merilis sesuatu yang (mungkin) bermanfaat bagi orang lain. atau mungkin menghibur, lewat posting ini. tapi sebagaimana banyak hal lain dalam hidup dan kehidupan itu sendiri, menulis dalam blog (bisa jadi) tidak penting. mengapa? karena tidak ada pahala yang menambah pundi-pundi amal untuk akhirat kelak.

tapi mungkin juga dalam banyak aktivitas lain dalam hidup, yang penting adalah berusaha dan berusaha. maksudnya mungkin ada dua, yaitu tetap bekerja dan berpikir. banyak di antara kita yang terhenti kerjanya hanya karena mencoba mendengarkan maksud orang lain. ada juga yang berhenti karena tidak berpikir dengan caranya sendiri, atau malah mengandalkan hasil berpikir orang lain. padahal, setiap orang punya perspektif masing-masing.

blogging membiasakan penulisnya untuk konsisten dengan cara berpikirnya sendiri. orang lain (pasti) punya pendapat lain, tetapi konsisten dengan ide awal itu susah, dan kebanyakan orang justru mengganggu konsentrasi saja. at least, bila pikiran-pikiran masa lalu yang tertuang dalam postingan blog kembali dibuka dan dibaca, maka penulis akan ingat bahwa dia pernah menuliskannya. setidaknya tercatat dalam catata sejarah bandwidth bahwa ide seperti itu pernah ada dan dia dipersilakan untuk mengevaluasinya kembali: meneruskan yang sudah pernah atau justru mengubah arah haluannya.

hari ini tinggal empat menit. dan empunya blog ini sadar bahwa konsistensi dan fokus itu jauh lebih penting daripada berusaha menyamai orang lain. lebih baik menjadi diri sendiri dengan karya sendiri ketimbang berusaha memirip-miripkan diri dengan orang lain. ini adalah sebab dia melakukan blogging, menuangkan isi pikiran dan hatinya, ketimbang sekedar mendengarkan orang lain lalu bimbang akan berbuat apa untuk esok hari.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s