fenomena reseller


dahulu, berbisnis berarti sangat bergantung pada ukuran pasar yang ingin dimasuki. kenapa? karena sulit untuk mengubah keputusan pembelian konsumen, mengingat medium komunikasi yang begitu terbatas dan relatif mahal. oleh sebab itu, banyak usaha kecil yang sulit untuk berkembang karena begitu terbatasnya pasar yang ditargetkan.

saat itu, informasi terasa begitu mahal. baik melalui stasiun radio maupun televisi. radio biasanya tidak didengar secara serius, sehingga bisa jadi pendengar malah lupa baru mendengar promo iklan apa. sedangkan televisi, meskipun banyak yang sudah menjangkau wilayah nasional, tetap saja terasa percuma. karena baru sebatas awareness (pengenalan) saja. tidak lewat keduanya pun tetap terasa mahal, karena media yang bisa menjangkau biasanya berupa media print. mulai dari brosur yang dibagikan, poster a3 dan a4 yang ditempel di keramaian, hingga dalam bentuk banner atau spanduk.

kini, pasar dapat dikembangkan seluas-luasnya. karena media untuk mengedukasi pasar sudah ada. keadaan ini bahkan sudah sangat jauh berbeda dibanding era sebelumnya. mengingat adanya keterbukaan informasi internet 2.0, sehingga memberikan informasi dagangan jadi demikian mudah. plaatformnya pun ada banyak: facebook, twitter, flickr, pinterest, instagram, kaskus, dan lain sebagainya. pokoknya semua yang berbasis internet, termasuk website. dan bukan hal sulit untuk memberitahukan kepada orang di seberang pulau tentang barang apa yang kita jual, harga berapa, dan berbagai product knowledge lainnya.

untungnya, begitu terbukanya informasi juga didukung oleh sarana prasarana pengiriman barang yang semakin mudah. bisnis kargo menjamur dimana-mana dengan berbagai cabangnya. ada satu cabang di tiap kota, tetapi anak-anakannya lebih banyak lagi. mengirim barang jadi begitu mudah, semudah mendapatkan informasinya. biaya pengiriman pun dapat dibebankan kepada calon pembeli. biasanya pembeli melakukan transfer lebih dahulu, jadi di sini ada risiko penipuan.

oleh sebab murahnya informasi dan banyaknya jasa kargo, kini muncul fenomena reseller. meminjam istilah pak ali akbar: marketing alias makelar everything, artinya membeli dan menjual segala produk yang bisa dijual. alias menjadi middlemen (perantara). karena membeli menjadi gampang, mengingat supplier-nya ada dimana-mana dan mudah ditemui terutama melalui dunia maya. serta calon pembeli yang juga ada dimana-mana, maka menjadi reseller menjadi demikian mudah. bahkan ada yang membuka sendiri toko snack-nya dengan menjadi reseller dari beberapa produk snack, sekaligus.

klo anda bingung dengan teknik produksi, nah ini kesempatan besar yang bisa anda ambil. jadilah reseller, alias middlemen alias perantara alias makelar. membeli dan menjual jadi demikian mudah, karena internet dan jasa kargo menjadikan kita semua terhubung. mulai dari produsen, distributor (dalam hal ini reseller) serta konsumen. menjadi reseller, mengapa tidak?🙂

One thought on “fenomena reseller

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s