konten adalah raja


dulu, belajar itu susah. karena informasi cuma ada di bahan cetak. entah itu media cetak seperti koran, majalah, maupun buku-buku yang hanya bisa diperoleh di toko buku. mau dapat informasi murah? silakan numpang baca di toko buku sejenis gramedia dan gunung agung. ingin informasi tersebut bisa diakses berulang kali? nah silakan beli saja bukunya 🙂

sekarang? belajar itu jadi begitu mudah. karena sudah ada internet dan sudah ada google. iya, keduanya tidak bisa dipisahkan. dahulu, para penemu internet menyadari bahwa informasi akan mudah diunggah (baca: di-upload) tapi masalahnya justru muncul dari kemudahan tersebut: bahwa informasi menjadi banyak sekali dan sulit untuk memilahnya. beruntung google lahir dengan mesin pencarinya. kini, google memudahkan kita untuk menyaring informasi sesuai kebutuhan kita.

keadaan justru semakin berbalik dari paragraf pertama di atas. mencari informasi menjadi kian mudah, murah dan cepat. mudah karena ada google, murah karena penetrasi internet semakin tinggi dan cepat karena bisa diakses kapan pun. karena internet hidup 24 jam sehari, dan aksesnya tidak melulu dari komputer, tetapi sudah bisa dari mobile gadget. yang kena imbasnya kini adalah para penerbit. orang malas membeli buku, karena informasi bisa dicari di internet. apalagi ketika blogger mulai spesifik di bidang masing-masing. tinggal rutin saja membaca dan belajar dari profesional blog di internet.

masa depan (dan tantangannya) kini justru berada di konten. bagaimana memaksimalkan konten (baik berupa teks, suara, gambar maupun gambar bergerak) untuk menghadirkan informasi kepada audience. dan pasar memang mau membayar untuk itu. berikan gratis bila informasi tersebut melimpah, dan silakan pasang tarif harga bila konten tersebut jarang. semakin jarang, maka semakin mahal harga konten.

tantangannya kini bagaimana menerapkan jurnalistik secara tepat. istilahnya citizen journalism, biasa di-indonesia-kan dengan jurnalisme warga kota. bagaimana melaporkan suatu informasi secara menarik hingga orang mau membacanya, atau bagaimana menyusun kata-kata hingga mampu muncul di halaman pertama mesin pencari. bagaimana memotret suatu peristiwa, hingga gambar tersebut mampu bercerita yang sebenarnya semenarik mungkin.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s