Tips Berinvestasi


kali ini, saya akan coba berbagi tentang bagaimana melakukan investasi bisnis secara tepat.

pada dasarnya, berinvestasi butuh karakter mandiri dan bertanggung jawab. kenapa mandiri, karena mereka yang berinvestasi sebenarnya sudah “melihat” masa depan. bahwa mereka punya pengeluaran, baik pribadi maupun orang yang ditanggung. jadi, karena pengeluaran sudah pasti akan ada, maka mereka “memastikan” pemasukan harus ada pula. dan tentu harus lebih besar daripada yang dikeluarkan.

Yang jadi keprihatinan saya adalah ketika para investor berbondong-bondong menyalahkan pengusaha yang mereka tanamkan modal, semata karena yang bersangkutan gagal memberikan keuntungan yang ditawarkan sebelumnya. Bahkan rugi, atau malah membawa kabur uang para investor.

Banyak di antara kelas menengah kita yang terjebak dalam tipuan investasi ini. Yakni penipu berkedok pengusaha yang butuh suntikan modal dengan iming-iming dividen. Yang patut kita sayangkan adalah, dana berlebih kelas menengah ini ternyata belum mampu dikelola secara cerdas oleh kelas menengah kita.

Yang kedua adalah bertanggung jawab. Artinya, apapun hasil dari investasi tersebut, mereka bersedia untuk mempertanggungjawabkannya. Untung sudah pasti akan ditanggung, tapi bila kerugian benar terjadi, maka ini harus ditanggung juga oleh yang bersangkutan. Robert Kiyosaki dalam buku-bukunya menekankan kedewasaan dan sikap bertanggung jawab terhadap hidup kita dan hidup orang-orang yang kita tanggung. janganlah terus-menerus menyalahkan pemerintah, orang-orang kaya, maupun sistem ekonomi yang diterapkan oleh negara.

Ada empat “kenali” yang harus kita lakukan:

  1. Kenali jenis bisnis yang anda berinvestasi di dalamnya. Sebaiknya, sarjana-sarjana itu berinvestasi di bisnis yang ada hubungannya ma kuliahnya dulu. saya mengatakan ini dengan asumsi bahwa mereka paham bisnis prosesnya, tahu siapa yang membayar dan struktur harga jual dan biayanya. Tapi tidak harus begitu juga, yang penting paham si bisnisnya sendiri.
  2. Kenali dengan siapa anda berinvestasi. Orang yang diinvestasikan adalah orang yang bisa memegang kepercayaan dalam berbisnis. Ini makanya bisnis itu tidak bisa sembarangan. Kepercayaan dalam bisnis biasanya terbangun atas kerjasama-kerjasama bisnis yang pernah dilakukan sebelumnya. Jadi, risiko berinvestasi kepada orang yang baru pertama kali menjalankan operasional bisnis (produksi, penjualan, dsb) adalah munculnya kerugian yang disebabkan belum mampunya beliau dalam menjalankan bisnis (misal: menawarkan barang kepada calon pembeli, mempertahankan standar produksi, dsb).
  3. Kenali berapa keuntungan yang akan anda dapatkan dalam periode yang ditentukan. beda bisnis, tentu beda besar keuntungan. semakin besar keuntungan yang diprediksi, tentu semakin besar besar kerugian yang mungkin terjadi. yang perlu diingat, jangan sampai ketika anda belum mendapatkan keuntungan, ternyata anda sudah kehabisan uang kas untuk menyambung nyawa. ingat, nilai uang yang bisa diinvestasikan adalah nilai uanga yang memang tidak digunakan. prinsip ini berlaku tidak hanya di organisasi rumah tangga, melainkan di organisasi perusahaan besar sekalipun juga demikian.
  4. Kenali profil risiko anda. ada yang senang dengan tantangan dan rasa deg-degan. tipe seperti ini tidak bisa investasi kecil-kecilan. mereka siap untung dan siap rugi, bahkan bila nantinya mungkin hingga menjual rumah dan hidup menggelandang sekalipun. ada juga yang begitu ingin menjaga rasa amannya, sehingga hanya berani berinvestasi dalam jumlah sedikit. tentu saja, karena modal yang disetor cuma sedikit maka bagi hasil yang diberikan juga sedikit.

Demikian tips investasi ini. Semoga bermanfaat.

Related Post:
Mewujudkan Mimpi Kebebasan Finansial

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s