aturan berkomunitas online


Bagaimana menggunakan social media secara tepat, sebenarnya dapat kita pelajari sendiri dari bagaimana antar manusia saling berhubungan. Di internet, komunitas yang terbentuk sama saja dengan komunitas dunia nyata. Masing-masing memiliki bahasa dan ritual sendiri-sendiri. Dan aturan-aturan main ini yang juga terjadi di social media. Beda platform, beda gaya. Beda komunitas, juga beda gaya.

Yang namanya komunitas, manusia berkumpul untuk berbagai atas sesuatu hal yang sama dalam pikiran mereka. Komunitas tidak selamanya abadi, lho. Komunitas bisa saja tiba-tiba terbentuk lalu tiba-tiba bubar. Itu ‘kan yang terjadi dengan komunitas ala twitter hashtag? Dengan hastag yang sama, maka terbentuk komunitas.

Bagi komunitas, yang penting adalah mengobrol. Berbagi. Merekomendasikan informasi yang menarik. Bermanfaat. Menyenangkan. Yang bikin candu. Itu adalah resep-resep penting dalam mengelola komunitas. Maka, konten yang bagaimana yang bisa seperti itu? Kita bahas lain kali ya tentang konten yang bisa diobrolkan.

Yang namanya berbagi itu artinya sesuai kebutuhan. Semakin personal semakin baik. Makanya komunitas itu ga ada yang benar-benar besar. Semuanya semakin kecil seiring dengan makin sedikit yang memiliki kesamaan kebutuhan.  Makanya, jangan sama sekali gunakan broadcast message di social media. Yang menerima, belum tentu membutuhkan. Masih baik untuk anda kalau hanya sekedar diacuhkan, hati-hati kalau obrolan buruk tentang usaha anda terus bergulir seperti bola salju.

Mungkin kita tidak mendapat respon sesuai dengan yang kita inginkan. Tapi kita harus bersikap fleksibel terhadap respon-respon itu sendiri. Tidak apa-apa bila tidak setuju. Berdebatlah dengan sehat bila tidak setuju. Jangan dibawa personal. Ini cuma soal menyamakan pendapat (diskusi) atau beradu pendapat (debat).

Untuk marketer, pesannya adalah jangan sembarang masuk social media tanpa tujuan yang jelas. Tanpa mengenal siapa target anda. Dengarkan apa yang terjadi, amati apa yang dilakukan oleh kumpulan orang-orang tersebut. Cari tahu apa yang mereka diskusikan. Coba pahami apa yang mereka diskusikan. Apa yang menjadi keinginan, apa yang menjadi kebutuhan mereka. Lalu, aplikasikan apa yang anda ketahui tentang mereka dan tentang bisnis anda menjadi satu strategi media sosial.

Bergabung dengan orang lain (termasuk konsumen) melalui social media berarti menyediakan diri untuk terbuka sepenuhnya di hadapan mereka. Baik dari perkataan usaha anda sendiri, maupun dari perkataan mereka tentang anda. Karena itu jangan berpura-pura. Cukup jujur apa adanya, akui kesalahan dan minta maaf saja.

Konsumen online kini terhubung satu sama lain. Awas, satu keburukan bisa menyebar ke konsumen lainnya lalu menghujat perusahaan anda. Selain itu, faktor kecepatan penyebaran informasi, juga menjadi penyebab betapa perusahaan akan sulit mengantisipasi hal-hal buruk yang mungkin terjadi.

Terakhir, buat mereka bahagia karena sudah berinteraksi dengan anda. Itu saja.

cek juga artikel ini.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s