tips memilih kontrakan mahasiswa


baru saja saya melihat ada yang search tentang “tips memilih kontrakan mahasiswa”, nah jadilah saya ingin berbagi tentang hal tersebut. mudah-mudahan bermanfaat.

  • selalu (karena saya belum pernah menemukan), mengontrak rumah berarti hanya membayar sewa untuk rumahnya saja. padahal, rumah tempat tinggal kan perlu dikelola. kalau mahasiswa semua yang menempati, bagaimana dengan urusan kebersihan? ada alternatif niy: carilah orang untuk membantu menyapu dan mengepel rumah sekaligus mencuci piring-piring kotor. syukur-syukur kalau bisa sekalian mencuci pakaian.
  • tentu saja rumah yang akan dikontrak sebaiknya dekat kampus. tidak harus jalan kaki ya. minimal aksesnya bisa dengan sekali angkot untuk pergi, dan sekali angkot untuk pulang. syukur alhamdulillah kalau bawa kendaraan sendiri. jadi bisa pulang pergi kampus kapan pun, sekalipun sedang tidak ada angkot, alias pulang dari kampus tengah malam :d
  • sama seperti tips yang lain dalam memilih rumah : pastikan instalasi listriknya baik, air mengalir lancar (atau lakukan penyesuaian diri dengan jadwal air mati, misalnya mengisi bak lebih dulu)
  • sebaiknya mengambil rumah kontrakan dari tangan pertama, agar mendapat harga yang lebih murah. dan tidak ada kecurangan-kecurangan yang mungkin terjadi (bila terjadi mis-komunikasi dengan tangan kedua).

selebihnya, tinggal di kontrakan bersama mahasiswa, berarti harus pintar bersama dalam mengelola rumah. berikut tips-tipsnya:

  • tunjuk secara periodik, seseorang menjadi bendahara. minimal untuk 6 bulan. tugasnya menghimpun (baca: menagih :d ) dari anggota kontrakan sebesar jumlah rata-rata tagihan setiap bulan. atau untuk memenuhi kebutuhan yang lain juga. misal: beli beras, minyak goreng, dst.
  • sebaiknya, ada seseorang yang menjadi “kepala keluarga”. sebaiknya digilir juga. minimal 6 bulan, juga. selain melatih kepemimpinan pribadi, memang penting adanya “perwakilan” dari tiap rumah. terutama untuk berhubungan administrasi dengan RT-RW setempat.
  • jalankan komunikasi dengan baik. jangan sampai tugas membayar tagihan hanya menjadi tugas satu orang saja. bisa saja yang bertanggung jawab sedang tidak bisa pergi membayar. jadi tugas utama penanggung jawab hanya memastikan dan memberikan dana saja.
  • jangan keliru soal batas waktu kontrak. pastikan semua anggota kontrakan tahu. sekali lagi kuncinya di komunikasi.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s