fase decline dalam bisnis


ada banyak kisah dari bisnis yang sedang mengalami penurunan. biasa disebut decline dalam empat fase perkembangan bisnis.

kisah dari kamera fotografi. perusahaan Kodak kabarnya adalah penemu kamera digital. tetapi mereka tidak bisa memasarkannya. makanya mereka lahir dan bertahan di bisnis kamera berbasis film. ketika Sony maupun Canon sukses menjual kamera digital, industri per-kamera-an pun berubah. orang tidak perlu membeli film lagi, karena bisa disimpan di memori kamera, ataupun komputer, secara digital. mencetak potret pun tidak harus datang ke studio foto, karena bisa dilakukan dengan printer di rumah. toh, penjual kertas foto ada di mana-mana. kini, Kodak bangkrut karena  tidak menyadari perubahan tren bisnis.

Industri rekaman juga kalang kabut ketika lagu mulai bisa disimpan dalam format digital. Mereka bisa merekamnya, tapi tidak bisa menjualnya. wajar, orang tidak mau lagi membeli kaset. mereka bisa meng-copy dari teman. atau download di internet. yang meng-upload ke internet juga konsumen yang lain. perusahaan rekaman tidak bisa menuntut konsumen yang memperoleh lagu secara cuma-cuma, karena konsumen adalah raja. saya ingat sekali, toko kaset (namanya Mickey) di Balikpapan dan toko kaset Aquarius di Jalan Dago Bandung, begitu cepat tutup sejak lagu mulai direkam dalam bentuk digital. bisnis kaset lagu mengalami fase decline.

apa yang seharusnya dilakukan, ketika bisnis memasuki fase decline ? almarhum Steve Jobs menunjukkannya dengan sempurna ketika kembali memimpin Apple untuk kedua kalinya. Apple Computer Inc (tadinya) adalah perusahaan manufaktur personal computer. mereka disebut trendsetter pada saat itu, karena desain-desain komputernya yang begitu memudahkan pengguna. baik software maupun hardware. tetapi ketika industri semakin tumbuh dan pemain semakin banyak, Apple justru semakin kehilangan tempatnya di pasar. produk-produknya mulai tidak dibeli, pelanggan berpindah ke produk lain, dan berbagai masalah lainnya.

sadar Apple akan mati dalam waktu sekejap, Steve Jobs lalu menyusun ulang portfolio produk. Pertama, merilis iMac, desktop yang luar biasa cantik. kedua, merilis iPod, karena keunggulan Apple ada di hardware dan software-nya. ini karena era musik digital sudah masuk, dan begitu ketatnya persaingan di personal computer. ketiga, merilis SmartPhone dengan merek iPhone. terakhir, merilis tablet iPad. Apple berhasil keluar dari perangkap industri komputer. mereka masih dengan core competence mereka, yaitu di hardware dan software. tapi produk non-komputer telah menyelamatkan mereka dari kematian.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s